Dunia Baca dot Com

bukan sekedar Baca untuk membuka jendela Dunia

Menu

5 Hukuman Paling Kejam Bagi Penganut Ateis

Kategori Dunia: Dunia Religi

Powered by: id.neuvoo.com

5 Hukuman Penganut Ateis yang Paling Kejam di Dunia. Memiliki keyakinan berbeda dibanding warga kebanyakan atau mayoritas seringkali bisa menyebabkan orang mengalami penyiksaan, penderitaan, atau pembunuhan. Demikian pula yang dialami orang-orang ateis atau mereka yang tidak mengakui adanya Tuhan. Bisa juga dikatakan kaum ateis adalah mereka yang meyakini Tuhan itu tidak ada.

Di beberapa negara memiliki keyakinan ateis bisa berujung pada kematian atau hukuman paling berat dan kejam. Misalnya di Arab Saudi. Dalam undang-undang baru disahkan pada 2014 pemerintah Saudi menyatakan semua kaum ateis adalah teroris. Informasi menurut lembaga pembela hak asasi Human Right Watch (HRW) itu bermaksud menghadang semua bentuk gerakan politik menentang pemerintah. Menurut Raja Abdullah segala bentuk gerakan politik bisa mengganggu ketertiban masyarakat.

Undang-undang baru itu dibuat dengan tujuan mencegah bertambah banyaknya warga Saudi yang pergi ke Suriah untuk ikut berperang, seperti dilansir surat kabar the Independent, Rabu (2/4/2014). Raja Abdullah menetapkan sebuah dekrit kerajaan yang menyebutkan semua orang yang berpartisipasi dalam kerusuhan di luar kerajaan akan dikenai hukuman penjara dari mulai tiga hingga 20 tahun.

“Pemerintah Saudi tidak pernah memberi ruang kritik terhadap kebijakan mereka, tapi peraturan baru ini membuat semua pandangan kritis dan organisasi independen dianggap kejahatan terorisme,” kata Joe Stark, perwakilan HRW wilayah Timur Tengah dan Afrika Utara.

Berikut ini adalah lima hukuman paling kejam yang pernah menimpa orang ateis seperti dilansir dari laman Merdeka.

Sering bikin tulisan soal ateisme, narablog ini ditikam hingga tewas

Narablog (blogger) asal Bangladesh bernama Washiqur Rahman, 27 tahun, ditikam hingga tewas di jalanan Ibu Kota Dhaka di dekat rumahnya di kawasan Begunbari kemarin pagi.

Dia dikenal karena tulisan-tulisannya yang berpandangan ateis dan anti-Islam.

Polisi sudah menangkap dua tersangka di dekat lokasi kejadian, seperti dilansir koran the Guardian, Senin (30/3/2015). Dua tersangka itu diketahui siswa dari sebuah sekolah Islam.

“Korban bernama Washiqur Rahman, dia secara brutal mengalami penikaman pada Senin pagi (30/3) di dekat rumahnya, Begunbari, Dhaka, Bangladesh,” kata polisi bernama Wahidul Islam seperti dilansir koran the Straits Times, Senin (30/3).

Kepada polisi dua tersangka itu mengatakan mengincar Rahman karena tulisan-tulisan dia yang anti-Islam.

Menurut koran Dhaka Tribune, Rahman menulis di blognya dengan nama pena Kucchit Hasher Channa alias si Itik Buruk Rupa. Dia sering mengkritik keyakinan agama lewat tulisan-tulisannya.

Sumber lain juga menyebutkan Wishku dibunuh oleh tiga orang, dan dua di antaranya telah tertangkap oleh kepolisian setempat, dilansir melalui Daily Star.

“Washikur berumur tiga puluh tahun, ia berkerja untuk sebuah lembaga swadaya masyarakat (LSM), dan dikenal sebagai seorang blogger,” jelas Masdur Rahman, seorang deputi kepolisian Bangladesh.

Bulan lalu Avijit Roy, narablog asal Amerika Serikat, juga dibunuh ketika mengunjungi Dhaka karena kerap mengkritik keyakinan Islam.

Ngaku ateis, pria ini ditahan di rumah sakit, dianggap gila

Seorang lelaki Nigeria ditahan di sebuah rumah sakit di Kota Kano sejak pertengahan bulan ini. Ini lantaran dia mendeklarasikan diri sebagai ateis di tengah keluarganya yang muslim.

Surat kabar the Independent melaporkan, Rabu (25/6/2014), Mubarak Bala telah diseret keluarganya ke dokter sebab mengatakan gamblang di depan keluarganya dia tidak percaya Tuhan. Keluarga Bala bertanya pada dokter apakah lelaki itu sakit jiwa.

Namun dokter mengatakan dia baik-baik saja. Keluarga Bala tak percaya dan melarikan dia ke dokter yang lain. Dokter kedua ini mengklaim dia punya gangguan kepribadian. Keluarga Bala pun meyakini terkadang Bala menyebut dirinya gubernur dan banyak lagi.

Bala menegaskan dia baik-baik saja. “Saya malah dibilang sakit mental dan mereka menghujat saya sebab menolak sejarah manusia dari Adam. Saya juga disebut murtad,” ujar lelaki 29 tahun ini.

Kelompok hak asasi di Nigeria mengatakan sangat prihatin atas pelanggaran kebebasan berbicara dilakukan rumah sakit serta keluarga Bala. Kelompok Humanis dan Kesejahteraan Internasional (IHEU) menyerukan kasus Bala diselidiki dan dia diperiksa oleh dokter independen bukan ditunjuk oleh keluarganya.

Guru sekolah Kristen dipecat sebab jadi ateis

Ryan Bell, 42 tahun, pastur sekaligus guru di sekolah Kristen di Negara Bagian California, Amerika Serikat, dipecat dari pekerjaannya lantaran memutuskan akan menjadi ateis selama setahun ini mulai tanggal 1 Januari lalu.

Dalam sepekan, Bell kehilangan dua pekerjaan sebagai guru di dua sekolah Kristen di Kota Los Angeles tempat dia tinggal seperti dilansir surat kabar the Daily Mail, Jumat (10/1/2014).

Dia mengaku mencoba menjadi ateis untuk melakukan percobaan dalam mempelajari ateisme. Setelah dipecat dia kini harus berjuang menghidupi kedua putrinya berusia 13 tahun dan sepuluh tahun.

“Ini sama seperti kita masuk bioskop dan melepaskan keyakinan kita selama tiga jam untuk tahu seperti apa rasanya. Saya melepaskan keyakinan saya terhadap Tuhan untuk tahu seperti apa ateisme itu,” ujar Bell.

Bell menyatakan dia memutuskan mencoba menjalani ateisme setelah dia dipaksa mundur sebagai pastor oleh Gereja Advent Seventh-Day di Hollywood tahun lalu.

Dia berencana berhenti datang ke gereja atau berdoa untuk meninggalkan iman Kristennya.

Bell mengatakan pandangan liberalnya yang mendukung kaum gay dan lesbian bertentangan dengan gereja.

Dia juga sudah membuat blog dengan nama “Setahun Tanpa Tuhan” dan menarik banyak minat orang untuk memberi sumbangan uang sebab dia dipecat dari pekerjaannya dan harus menafkahi kedua putrinya.

Dalam sehari sekitar 900 orang sudah menyumbang Rp 230 juta buat membantu Bell.

Sebagai bagian dari proses belajar ateisme, Bell berencana mengikuti pertemuan kaum ateis dan membaca karya-karya penulis ateis seperti Friedrich Nietzsche dan Richard Dawkins.

Nagku ateis di media sosial, pria ini dicambuk 2000 kali

Seorang pria di Arab Saudi dijatuhi hukuman cambuk 2000 kali dan penjara 10 tahun lantaran mengekspresikan pandangan ateis yang dianutnya di media sosial Twitter.

Polisi syariah yang rutin mengawasi Twitter menemukan lebih dari 600 cuitan yang bernada menolak keberadaan Tuhan dari pria 28 tahun itu. Selain itu dia juga mengolok-olok ayat kitab suci Alquran.

Koran the Daily Mail melaporkan, Ahad (28/2), dalam kicauannya dia juga menuduh semua nabi itu berbohong dan mengajarkan kebencian serta perang.

Ketika diseret ke pengadilan di Riyadh, pria itu mengaku ateis. Dia mengatakan berhak menunjukkan ekspresi keyakinannya.

Selain diganjar penjara penjara 10 tahun dan cambuk 2000 kali dia juga diharuskan membayar denda senilai Rp 71 juta.

Arab Saudi dua tahun lalu mengumumkan peraturan yang melarang kaum ateis.

Kerap menulis soal anti-Islam, narablog ateis ini dipenggal di jalan

Segerombolan pria bertopeng memenggal seorang narablog hingga tewas hari ini di sebelah timur laut Bangladesh. Ini adalah serangan serupa ketiga yang diduga dilakukan kelompok militan Islam sejak Februari lalu.

Polisi mengatakan narablog bernama Anata Bijoy Das itu dibunuh pada pagi hari saat dia sedang menuju sebuah bank lokal di kota Sylhet.

Empat pria bertopeng menyerang narablog tersebut dengan parang sekitar jam 8.30 di pusat kota tersibuk kelima di Bangladesh.

“Mereka mengejar dia di jalanan serangan pertama dengan parang itu mengenai kepalanya. Mereka lalu menyerang semua bagian tubuhnya,” kata komisioner polisi Kamrul Hasan, seperti dilansir surat kabar Daily Mail, Selasa, (12/5/2015).

Genangan darah tak terbendung, warga langsung melarikan pria tersebut ke rumah sakit terdekat, namun nyawanya tidak tertolong saat perjalanan menuju rumah sakit, ungkap pihak medis dan kepolisian.

Saat dikonfirmasi, Hasan tidak membeberkan lebih jauh motif penyerangan gelap ini. Namun menurut keterangan lain, penyerangan ini terkait oleh gerakan militan yang sebelumnya juga membantai Avijit Roy, yang juga seorang narablog ateis.

loading...

Bacaan Terkait: