Dunia Baca dot Com

bukan sekedar Baca untuk membuka jendela Dunia

Menu

7 Kisah Wanita Menjadi Korban Poligami yang Sangat Mengiris Hati

Kategori Dunia: TrueStory

Powered by: id.neuvoo.com

7 Kisah Wanita Menjadi Korban Poligami yang Sangat Mengiris Hati. Mungkin kata-kata poligami masih menjadi mimpi buruk untuk semua wanita di dunia ini. Banyak yang awalnya merasa tidak keberatan, namun tidak mudah seperti awalnya ketika harus menjalani kehidupan berumah tangga dengan cinta yang terbagi untuk wanita lain. Semua wanita pasti mendambakan menjadi satu-satunya ratu tercantik sekaligus wanita yang paling dicintai di rumahnya.

Nasib kurang beruntung memaksa beberapa wanita ini harus mengalami penderitaan yang tak bertepi akibat poligami. Penderitaan yang mereka alami jelas terasa, karena menjadi istri yang dipoligami bukanlah keinginan mereka. Ada yang menjadi korban cuci otak kemudian dipaksa menikah dengan pria yang lebih tua dan berakhir seolah-olah sebagai pabrik bayi. Penyiksaan yang tak lagi manusiawi membuat mereka berani kabur melawan rintangan bahkan ancaman hukuman spiritual. Demi mendapatkan hidup yang lebih baik lagi, seperti dilansir dari listverse.com.

Rebecca Kimbel

Rebecca adalah salah satu dari 39 anak yang lahir dari enam istri ayahnya dari sekte poligami Apostolic United Brethren (AUB). Kehidupan yang sangat mengerikan dialami Rebecca dan anak-anak dari wanita yang dipoligami. Dia dibesarkan dengan menyembunyikan identitasnya dan dinaungi rasa takut jika orang lain menemukan bahwa mereka adalah keluarga yang poligami. Jika kasus di keluarganya diketahui, pihak yang berwajib tentunya akan memberikan tindakan hukum dan ayahnya bisa masuk penjara.

Keluarga Rebecca hidup dalam kemiskinan, bahkan mereka menghabiskan musim dingin tinggal di kandang ayam dan meringkuk hanya dengan selimut yang kumal, yang sangat mengerikan, Rebecca pernah makan kuda mati untuk bertahan hidup. Tidak berhenti di situ saja, Rebecca pernah dirantai di tempat tidur kemudian dipukuli dan diperkosa oleh ayahnya, selain itu Rebecca juga menerima ancaman dari saudara-saudara lainnya. Akhirnya pada tahun 1976 Rebecca berhasil melarikan diri dari kehidupannya yang mencekam.

Susan Ray Schmidt

Susan lahir pada tahun 1953 dan merupakan anak ketujuh dari keluarga Mormon di Utah Selatan. Ketika Susan masih berusia 6 tahun, orang tuanya pindah ke Meksiko dan bergabung dengan komunitas baru yang disebut Colonia LeBaron. Naas nasib Susan dan para wanita lainnya dipoligami dan hidup dalam kemiskinan yang sangat mengerikan. Susan merupakan salah satu korban cuci otak ketika usianya masih 15 tahun dan menjadi istri keenam Verlon Lebaron. Susan dibawa menjauh dari keluarganya ke California dengan misi untuk melahirkan dan membesarkan anak sebanyak mungkin.

Sungguh sangat tidak manusiawi, Susan melahirkan anak pertamanya ketika usianya belum genap 16 tahun, kemudian di susul empat anak yang lahir berurutan di tahun berikutnya. Sementara itu Verlon sendiri terlibat dalam perseteruan berdarah dengan saudaranya sendiri Ervil pada tahun 1972-1988 hingga menewaskan lebih dari 20 orang. Susan memanfaatkan kesempatan ini untuk melarikan diri dari kehidupan poligami yang mengerikan bersama dengan anak-anaknya. Beberapa tahun kemudian Susan menemukan pria yang ingin menikah dengannya kemudian hidup berbahagia.

Pennie Stubbs

Pennie tumbuh sebagai gadis cantik, namun pada usia 14 tahun kehidupannya diresapi oleh sebuah sekte dan harus menikah dengan pria yang sudah berusia 58 tahun. Pria tersebut juga sudah menikah dengan 5 wanita lainnya dan memiliki 70 orang anak. Anda bisa membayangkan betapa mimpi buruk menghantui kehidupan Pennie setelah pernikahan yang seharusnya belum dilakukannya pada usia tersebut. 24 jam sebelum pernikahannya digelar, Pennie berusaha kabur. Meskipun dirinya tahu, hampir tidak ada angkutan umum yang akan membawanya pergi dari daerah padang pasir tersebut.

Namun kesulitan hidup membuatnya tidak menyerah, Pennie bahkan merayap di dinding untuk berlindung agar tidak ada yang mengetahui dirinya kabur. Pennie beruntung, sebuah mobil berhenti untuknya. Dia adalah seorang pengusaha yang sedang dalam perjalanan pulang dari Las Vegas. Meskipun harus bertaruh untuk masuk penjara dengan tuduhan melarikan Pennie, namun mendengar semua yang diceritakan Pennie akhirnya membuat prihatin pria tersebut dan bersedia membawanya pergi. Bahkan pria tersebut memberikan seluruh uang di dompetnya agar Pennie bisa mencari kehidupan yang lebih baik.

Ruth Stubbs

Ruth adalah adik Pennir dan juga besar di kalangan sekte sesat yang menjadikan wanita untuk patuh hidup dalam poligami. Keluarga Ruth sebenarnya masih dibayangi oleh tindakan poligami, namun Ruth sama sekali tidak peduli pada agamanya. Bahkan Ruht bekerja mengemudikan traktor dan memakai pakaian selayaknya pria. Ruht kemudian bertemu dengan pria yang dicintainya di tempat dirinya bekerja.

Ruth kemudian dirayu untuk kembali dalam sekte yang dianut keluarganya dan dijanjikan akan menikah dengan pria yang dicintainya. Ternyata itu hanya jebakan, Ruth akhirnya menikah dengan pria yang usianya 2 kali lipat di atas Ruth. Tragis kehidupan Ruth berikutnya, dia harus bekerja 14 jam sehari tanpa dibayar. Ketika hamil untuk anak ketiganya pada usia 18 tahun, Ruth menghubungi kakaknya yang sudah lebih dulu melarikan diri. Rintangan yang cukup besar menghadangnya untuk melarikan diri. Ruth akhirnya berhasil lepas dari perbudakan yang tak manusiawi dan membangun kehidupan baru bersama anak-anaknya pada tahun 2001.

Elissa Wall

Elissa merupakan salah satu dari 14 anak yang lahir dalam keluarga poligami di Salt Lake City, Utah. Ketika berusia 13 tahun, ibunya menikah lagi dengan Fred Jessop dan bergabung dengan istri-istri Fred lainnya. Miris, hingga 14 anak harus makan dengan sistem shift. Ketika berusia 14 tahun Elissa dipaksa untuk menikah dengan sepupunya sendiri yang berusia 19 tahun, Allen Steed yang sebenarnya sangat dibencinya. Elissa sering kali diperkosa secara tidak wajar, akhirnya Elissa sering bersembunyi di truk pada malam hari agar tidak mendapatkan penyiksaan seksual yang mengerikan.

Kemudian suatu ketika Elissa bertemu dengan Lamont Barlow yang dulu awalnya juga penganut sekte sesat tersebut. Lamont menyakinkan Ellisa untuk kabur dengan dirinya pada tahun 2003. Akhirnya Lamont dan Ellisa saling jatuh cinta dan menikah, mereka dikaruniai dua orang anak. Kemudian pada tahun 2006 Elissa melayangkan tuduhan pada pemuka sekte sesat tersebut. Elissa menang dalam perkara tersebut. Tersangka ditangkap dan dijatuhi hukuman seumur hidup.

Carolyn Jessop

Carolyn adalah generasi keenam dari sekte poligami di Utah. Carolyn menghabiskan masa kecilnya lekat dengan nuansa poligami. Namun Carolyn memiliki kecerdasan yang tinggi dan bercita-cita untuk kuliah ke perguruan tinggi dan menggapai mimpinya sebagai dokter. Namun sayang pada usia 18 tahun, dia dipaksa untuk menikah dengan Merril Jessop yang berusia 50 tahun dan sudah memiliki 3 istri dengan 30 orang lebih anak. Setelah beberapa bulan menikah dengan Carolyn, Jossep menikah lagi dengan dua orang wanita.

Carolyn sangat menderita karena tidak juga punya anak, dia sering mendapat siksaan selain dari suaminya juga dari istri-istri lainnya. Akhirnya Carolyn hamil dan memiliki 4 orang anak, setelah itu dia hamil kembali dan mendapat peringatan dari dokter bahwa kehamilannya mengancam nyawanya. Masalah kehamilannya ini kemudian menjadi jalannya untuk melarikan diri pada tahun 2003. Akhirnya Carolyn mendapatkan haknya di meja hijau dan membangun kehidupan baru dengan anak-anaknya.

Heidi Dan Helen Holm

Dua gadis ini merupakan saudara kembar yang tumbuh di komunitas sekte penganut poligami Arizona. Pada saat itu komunitas diguncang masalah yang parah, bahkan sekte tersebut akhirnya terpecah belah dan mengganggu masyarakat. Ayah si kembar diusir dari tempat mereka tinggal, sedang ibunya menikah lagi dengan pria Nevada. Namun sayang, tidak ada yang membawa Heidi dan Helen pergi, bahkan masyarakat menahan anak kembar ini untuk tidak meninggalkan tempatnya.

Meskipun saat itu ketua sekte sudah dipenjara, namun pengaruhnya masih dia sebarkan melalui pengikut-pengikutnya yang setia. Bahkan dia melarang wanita menggunakan ponsel, keluar rumah setelah bekerja, dan anak-anak tidak diijinkan untuk memakai pita atau memiliki mainan. Heidi dan Helen tumbuh semakin dewasa dan menyadari apa yang terjadi di lingkungannya tak lagi masuk akal. Heidi akhirnya memutuskan untuk melewati rintangan dan kabur menjauh dari masyarakat pengikut sekte sesat. Disusul oleh kakaknya Helen, akhirnya dua saudara kembar ini membantu wanita lainnya untuk kabur dan menciptakan kehidupan yang lebih baik.

loading...

Bacaan Terkait: