Dunia Baca dot Com

bukan sekedar Baca untuk membuka jendela Dunia

Menu

Beredar Foto Mesra Para Pejabat Daerah yang Bikin Heboh

Kategori Dunia: Gallery Photo

Beredar Foto Mesra Para Pejabat Daerah yang Bikin Heboh. Menyandang status sebagai pejabat dituntut untuk berperilaku baik. Sebab, setiap gerak gerik serta kehidupannya bakal diperhatikan dan jadi sorotan lantaran mereka menjadi teladan bagi warga. Akan tetapi tidak demikian dengan para pejabat daerah ini. Reputasinya seketika hancur gara-gara foto mesranya dengan wanita tersebar luas ke publik.

Oleh karena itu, masyarakat seolah krisis kepercayaan terhadap para pejabat karena perilaku mereka yang dinilai buruk baik dalam tugas mau pun kehidupan pribadi. Berikut kasus foto mesra pejabat yang pernah beredar dan bikin geger:

Foto mesra anggota DPRD Pamekasan bersama istri siri

Foto mesra diduga anggota DPRD Pamekasan, Jawa Timur bernama Iskandar dengan seorang wanita diduga mantan istri siri beredar di ke media. Foto tersebut diduga disebar oleh mantan istri sirinya karena sakit hati. Istri sah Iskandar, Ike Handayani menyayangkan penyebaran foto tersebut. Dia menilai berpotensi menimbulkan keresahan publik.

“Kami sangat menyayangkan hal itu terjadi, karena foto yang tersebar ke media adalah foto pribadi, dan tidak untuk konsumsi publik,” kata Ike, di Pamekasan, Kamis (17/3), dikutip dari Antara.

Ike mengatakan, penyebaran foto yang kini menjadi konsumsi publik sangat merugikan keluarga. Apalagi suaminya dituding berselingkuh dengan perempuan yang bersamanya di foto itu.

Padahal, kata Ike, wanita itu merupakan istri mudanya. “Saya mengetahui itu, karena suami saya sangat terbuka pada saya,” ucap ibu tiga orang anak.

Informasi dihimpun, foto pribadi anggota DPRD Pamekasan dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Iskandar menyebar di sejumlah media, setelah dia bercerai dengan istri mudanya AD. AD merupakan janda dua orang anak warga Dusun Asempitu, Desa Pademawu Timur, Kecamatan Pademawu, Pamekasan.

AD diduga mengirim dokumen foto pribadi dirinya dengan Iskandar ke teman-teman Facebooknya melalui pesan pribadi (inbox) dan sejumlah wartawan di Pamekasan. Hal itu dilakukan, lantaran ia mengaku kesal dengan mantan suami sirinya itu.

Iskandar memutuskan pisah dengan alasan tidak ada kecocokan. Perpisahan keduanya disaksikan oleh istri pertamanya, Ike Handayani.

“Mas Is, pisahnya baik-baik, dan ada saya. Bahkan saya dan dia sempat berpelukan sepakat untuk sama-sama menjaga hubungan baik, antara kami dengan dia,” tutur Ike Handayani.

Sebelumnya AD menyatakan, hubungan pernikahan siri antara dirinya dengan anggota DPRD Iskandar itu, tanpa sepengetahuan istri pertamanya. “Mas Iskandar itu, orang baik dan selalu terbuka pada saya. Dan saya tahu semuanya kok,” tegas Ike.

Istri Iskandar, Ike Handayani menyampaikan keterangan kepada media tanpa didampingi suaminya. Iskandar mengaku berada di luar kota untuk mengurus kelengkapan administrasi untuk melaksanakan ibadah umroh.

Saat dihubungi, Iskandar berharap media memberi ruang yang sama terkait pemberitaan dirinya. karena selama ini, pemberitaan tentang dirinya terkesan sepihak dan memojokkan.

“Makanya saya minta istri tadi untuk menyampaikan klarifikasi, agar persoalan yang sebenarnya menjadi jelas,” kata Iskandar.

Foto mesra anggota DPRD Sulut

Kejadian ini terjadi di tahun 2013. Saat itu foto mesra yang diduga anggota DPRD Sulawesi Utara, Akbar Datunsolang beredar luas di masyarakat. Terkait hal itu, Badan Kehormatan DPRD segera memanggil Akbar untuk dimintai keterangan.

“Hari ini, Akbar telah datang untuk memenuhi permintaan tersebut,” kata Ketua BK DPRD Sulawesi Utara, Paul Tirajoh di Manado, Senin (25/2). Demikian tulis Antara.

Tirajoh mengatakan, dari hasil klarifikasi yang dilakukan, Akbar membantah bahwa foto syur yang beredar itu adalah dirinya.

“Menurut yang bersangkutan foto itu adalah hasil rekayasa,” kata Tirajoh.

Mendapatkan keterangan tersebut, kata Tirajoh, lalu ditanyakan kepada bersangkutan, siapa yang merekayasa dan mengedarkannya.

“Penjelasan diberikan Akbar, yang merekayasa dan mengedarkan foto tersebut telah ditahan di Polsek Kaidipang, Kabupaten Bolaang Mongondow Utara, dan saat ini sementara diproses kepolisian. Informasi diperoleh kasus ini ditangani pihak Polres Bolaang Mongondow,” kata Tirajoh.

Menurut Tirajoh, hasil keterangan atau klarifikasi ini, akan dibahas dalam rapat BK DPRD Sulut.

Pelaksanaan rapat tersebut dalam waktu dekat, dan hasil rapat itu nantinya akan keluarkan satu rekomendasi.

“Karena ini sudah pada ranah hukum dan ditangani pihak kepolisian, kemungkinan besar rekomendasi yang akan dikeluarkan ditujukan kepada kepolisian,” katanya.

Foto mesra mirip Bupati Bangkalan

Sebelum dilantik jadi Bupati, Makmun Ibnu Fuad pernah tersandung masalah. Foto mesum yang mirip dirinya menyebar luas di masyarakat Bangkalan. Hal ini pun membuat resah di kalangan warga Bangkalan.

“Foto tersebut sudah menyebar luas di masyarakat Bangkalan dan menimbulkan keresahan. Untuk itu harusnya kasus ini tidak didiamkan saja,” ujar tokoh masyarakat Bangkalan yang juga pengasuh pondok pesantren Syaichona Cholil, KH Nasih Aschal kepada merdeka.com, Selasa (19/2/2013).

Menurut Nasih, berbagai elemen masyarakat yang tergabung dalam beberapa lembaga swadaya masyarakat sudah menyampaikan keresahan ini kepada pihak kepolisian baik di Bangkalan maupun ke Polda Jawa Timur. Namun pihak kepolisian justru saling melempar tanggung jawab.

“Polisi baru mau menyelidiki kasus ini kalau ada fatwa dari MUI atau Kemenag setempat, tetapi MUI balik pingpong. MUI dan Kemenag bilang itu bukan ranah mereka, tetapi kepolisian,” terangnya.

Seharusnya, kata Nasih, kasus ini diselidiki lebih dulu, apakah benar foto yang beredar luas itu adalah bupati Bangkalan terpilih atau bukan. Kejelasan ini penting agar masyarakat Bangkalan tidak curiga dengan pemimpinnya sendiri.

“Seharusnya sebelum dilantik memang perlu diperjelas dulu apakah betul foto itu dia (Makmun) atau bukan. Sehingga masyarakat tidak bertanya-tanya,” terangnya.

Sebelumnya diberitakan, ratusan warga yang mengatasnamakan diri Koalisi Rakyat Peduli Kebenaran dan Keadilan Bangkalan, Madura, Senin berunjuk rasa ke kantor DPRD setempat. Mereka mengecam peredaran gambar mesum mirip bupati terpilih, Makmun Ibnu Fuad.

Massa datang ke kantor DPRD setempat dengan membawa berbagai poster dan spanduk yang intinya mengkritik peredaran gambar porno. Para pengunjuk rasa ini menilai, peredaran gambar porno mirip bupati terpilih itu berpotensi merusak moral masyarakat Bangkalan.

“DPRD sebagai institusi wakil rakyat harus bertindak tegas menyikapi persoalan ini. Kami tidak ingin masyarakat Bangkalan diracuni dengan maraknya peredaran gambar porno bupati terpilih di Bangkalan ini,” kata korlap aksi Mahmudi, Senin (2/18).

Tidak hanya itu saja, para pengunjuk rasa ini juga meminta agar DPRD Bangkalan membatalkan pelantikan bupati terpilih itu yang direncanakan digelar pada 4 Maret 2013. Menurut Mahmudi, DPRD Bangkalan harus melakukan klarifikasi terlebih dahulu terhadap peredaran gambar porno yang menyerupai bupati terpilih Bangkalan, Makmun Ibnu Fuad.

Apalagi, sambung dia, saat ini gambar porno yang mirip dengan Bupati Bangkalan terpilih sudah beredar luas di sejumlah jejaring sosial seperti facebook dan internet. Massa juga mendesak agar DPRD Bangkalan secara kelembagaan turun tangan mengusut kebenaran peredaran gambar porno mirip bupati terpilih Makmun Ibnu Fuad tersebut.

Selain warga, tokoh ulama Bangkalan KH Imam Bukhori Kholil juga turut berunjuk rasa bersama ratusan warga lainnya ke kantor DPRD. Menurut Imam Bukhori Kholil, dirinya merasa perlu turun tangan secara langsung meminta DPRD Bangkalan mengusut masalah gambar porno mirip bupati terpilih itu, karena peredarannya telah meresahkan masyarakat.

Imam menjelaskan, Bangkalan selama ini dikenal sebagai kota santri dan di sana juga banyak tokoh ulama pengasuh pondok pesantren. Jika, calon pemimpinnya saja terlibat perbuatan yang tidak bermoral, apalagi terlibat pornografi dan porno aksi, maka hal itu perlu dipertimbangkan.

“Atas dasar itulah, maka saya turun tangan secara langsung bersama para pengunjuk rasa mendesak institusi DPRD mengusut kasus peredaran gambar porno yang mirip dengan bupati Bangkalan terpilih itu,” tukasnya.

loading...

Bacaan Terkait: