loading...
loading...
Dunia Baca dot Com

bukan sekedar Baca untuk membuka jendela Dunia

Menu

Cerita-cerita Lucu dan Kepanikan Pasangan Mesum saat Digrebek

Kategori Dunia: Nasional, TrueStory
Loading...

Cerita-cerita Lucu dan Kepanikan Pasangan Mesum saat Digrebek. Puluhan penghuni kos di Jalan Dwi Warna, Karanganyar, Sawah Besar, Jakarta Pusat tidak bisa berbuat apa-apa saat petugas Satpol PP merazia kamar mereka. Saat didatangi para penghuni terlihat terkejut karena mereka masih dalam keadaan tertidur.

Para penghuni yang sebagian besar merupakan pasangan yang belum menikah terkejut dengan kehadiran pamong tersebut. Mereka tampak kesulitan saat petugas meminta mereka menunjukkan surat nikah.

Belakangan razia seperti ini gencar dilakukan karena makin maraknya jaringan prostitusi. Ini terbongkar setelah kasus pembunuhan Deudeuh Alfisahrin. Berikut ekspresi panik dan lucu pasangan mesum digerebek aparat dan warga.

Mahasiswa mesum di WC kampus digerebek OB

Sepasang muda mudi, mahasiswi berinisial YI (21) dan pacarnya AE (26), tertangkap berbuat mesum sambil merekam adegan di toilet wanita Gedung A Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) Serang, Banten, Rabu (25/3). Keduanya digelandang ke Mapolsek Cipocok, untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. (Baca juga: Pengakuan Blak-blakan Mahasiswi di Serang yang Mesum di Toilet Kampus)

Saat ditangkap, keduanya dalam posisi bugil dan dipergoki oleh office boy yang sedang membersihkan toilet. Pasangan mesum itu lantas dilaporkan ke satpam dan diteruskan ke Kepolisian.

“Saya mau bersihin WC tapi saya kaget melihat sepasang cowok dan cewek berduaan. Ceweknya sudah enggak pakai baju, sementara yang cowok lagi merekam ceweknya pakai handphone,” ujar OB Ipul kampus Untirta kepada wartawan di Serang.

Muda-mudi mesum di rumah kontrakan Digrebek Satpol PP

Petugas Satpol PP Kota Tangerang menggerebek sebuah kontrakan yang disewakan untuk dijadikan tempat mesum di Perumahan Sekretariat Negara (Setneg), RT 07 RW 04, Kelurahan Panunggangan Utara, Kecamatan Pinang, Rabu (19/3) malam.

Dari penggerebekan itu, tujuh pasangan mesum yang sedang bermesraan di dalam kontrakan diamankan bersama pemilik kontrakan bernama Maripul. Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Tangerang Mumung Nurwana mengatakan, penggerebekan ini dilakukan setelah pihaknya mendapat laporan dari warga yang resah dengan adanya kegiatan yang melanggar Perda No 8 Tahun 2005 tentang pelacuran.

“Dari laporan warga kami membuktikannya dengan melakukan investigasi selama dua hari, teryata benar kontrakan ini disewakan Rp 30 ribu sampai Rp 40 ribu per jam, dan sering dipakai muda-mudi berbuat mesum,” katanya.

Dua mahasiswa bercumbu di gedung KPK

Sejoli AFY dan SMA dimabuk asmara ini diperiksa oleh bagian keamanan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Keduanya diperiksa lantaran terlihat bermesraan di lingkungan KPK.

Kedatangan dua pasangan ini sekitar pukul 09.00 WIB. Keduanya datang untuk melaksanakan tugas kuliah. AFY merupakan mahasiswi Institute Pertanian Bogor (IPB) sementara SMA adalah salah satu mahasiswa swasta di Jakarta.

Menjadi pusat perhatian, petugas keamanan lembaga antirasuah pun menegur sekaligus melakukan pemeriksaan intensif terhadap pria maupun wanita tersebut.

Sekitar satu jam diperiksa, AFY dan SMA pun keluar dari gedung KPK. Menurut kesaksiannya kepada merdeka.com dia tidak melakukan hal yang dituduhkan kepada dirinya.

Satpol PP razia rumah kos saat pasangan kumpul kebo tertidur pulas

Indekos di Jalan Dwi Warna, Karanganyar, Sawah Besar, diobok-obok petugas Satpol PP Jakarta Pusat. Pasangan bukan suami istri terjaring dalam razia ini.

Dua kosan yang didatangi yakni Gunung dan kos Blueberry. Saat didatangi para penghuni terlihat terkejut karena mereka masih dalam keadaan tertidur.

Petugas meminta para penghuni menunjukkan identitas. Bagi mereka yang bermasalah langsung dibawa ke kantor Kecamatan Sawah Besar, untuk didata.

Selain itu, petugas juga mendapati seorang WN Nigeria bernama Obina. Dia sempat menunjukkan paspor dan visanya yang masih berlaku. Dia mengaku tiba di Indonesia pada tanggal 24 April 2015.

“Kita bawa ke Kecamatan Sawah Besar, kita periksa bersama pihak Imigrasi Jakarta Pusat,” ujar Wali Kota Jakarta Pusat, Mangara Pardede, Selasa (28/4).

Belakangan razia seperti ini gencar dilakukan karena makin maraknya jaringan prostitusi. Ini terbongkar setelah kasus pembunuhan Deudeuh Alfisahrin.

loading...

Loading...

Bacaan Terkait: