Faktor Yang Mempengaruhi Ketidakpatuhan Ibu Terhadap Pelaksanaan Imunisasi Pada Balita | Dunia Baca dot Com

You are here:

Faktor Yang Mempengaruhi Ketidakpatuhan Ibu Terhadap Pelaksanaan Imunisasi Pada Balita

Capai Sukses  

Skripsi Tentang Imunisasi BalitaFree Download Skripsi Imunisasi. Untuk memenuhi janji duniabaca.com kepada salah satu komentar pembaca yang meminta judul skripsi tentang imunisasi, maka pada kesempatan yang baik ini duniabaca.com dengan senang hati mencoba memenuhi permintaan pembaca dan sekaligus menebus janji yang telah di ucapkan. Skripsi imunisasi pada balita yang akan di share ini merupakan salah satu Skripsi untuk meraih Gelar Sarjana S1 Keperawatan, yang di susun oleh Ike Maryani, Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Muhammadiyah Surakarta.

Skripsi Keperawatan tentang imunisasi balita yang berjudul “Faktor-faktor yang Mempengaruhi Ketidakpatuhan Ibu Terhadap Pelaksanaan Imunisasi Pada Balita“, duniabaca.com dapatkan dari hasil pencarian di mesin pencari google. Mudah-mudahan ini dapat menebus janji yang pernah terucap.

Berikut adalah Latar Belakang Skripsi S1 Keperawatan Tentang Imunisasi Balita.
Penyakit yang disebabkan oleh infeksi masih banyak berkecamuk di negara berkembang, termasuk di Indonesia. Penyakit ini merupakan penyebab utama kematian berjuta – juta anak. Ini sudah menjadi fakta sebelum Perang Dunia II, keadaan serupa terdapat pula di negara maju, seperti Eropa dan Amerika Serikat. Dewasa ini keadaan di negara yang sudah maju sangatlah berlainan, yaitu penyakit infeksi telah dapat di tekan serendah – rendahnya dan bukan lagi merupakan masalah utama kesehatan anak. Keberhasilan peningkatan derajat kesehatan anak ini dapat tercapai antara lain dengan dilaksanakanya imunisasi, selain adanya perbaikan nilai sosial dan ekonomi (Markum, 2002).

Pesan Sponsor

Sekitar 1,7 juta kematian yang terjadi pada anak atau 5% pada balita di Indonesia disebabkan oleh Penyakit yang Dapat Dicegah Dengan Imunisasi (PD3I) seperti TBC, difteri, pertusis, campak, tetanus, polio dan hepatitis B.PD3I merupakan salah satu penyebab kematian anak di negara – negara berkembang termasuk Indonesia, oleh karena itu cakupan imunisasi harus dipertahankan lebih tinggi dan merata sampai mencapai tingkat Population Immunity (kekebalan masyarakat), sementara kegagalan untuk menjaga tingkat cakupan imunisasi yang tinggi dan merata akan dapat menimbulkan Kejadian Luar Biasa PD3I seperti kejadian Polio (Depkes, 2007).

Angka kematian balita akibat penyakit tuberkulosi (TBC) di Jawa Tengah yaitu dari 250.000 penduduk 53 dari 100.000 yang menderita TBC meninggal dunia akibat penyakit menular. Penyakit ini menduduki peringkat ke enam diantara seluruh penyakit (Dinkes, 2004).

Status imunisasi anak dipengaruhi oleh perilaku orang tua sebagai orang yang bertanggung jawab atas kesehatan dan masa depan anaknya, perilaku tersebut meliputi pengetahuan, pendidikan, sikap, usia, tingkat pendapatan, nilai tentang imunisasi (Bundt et al, 2004).

Secara spesifik program imunisasi di Indonesia memiliki target cakupan imunisasi lengkap minimal 80% secara merata pada bayi di seluruh desa atau kelurahan pada tahun 2010. Pencegahan dapat dilakukan apabila orang tua tahu bagaimana penyakit itu terjadi dan mampu mengambil langkah yang tepat untuk melindungi anaknya (Achmadi, 2006).

Desa YYY kecamatan XXX adalah Desa dengan penduduk mayoritas islam, ketidakpatuhan dalam imunisasi tercatat
paling tinggi dari pada desa lainya di Kecamatan Tawangmangu. Dapat dilihat dari data puskesmas kecamatan XXX tahun 2007 – 2008 menunjukkan cakupan imunisasi kurang dari 80%, yaitu dengan jumlah 205 ibu yang mempunyai balita, yang mau membawa anaknya untuk imunisasi tetapi tidak lengkap yaitu 64 orang, ibu yang menolak semua jenis imunisasi dari pertama bayi lahir sampai usia kanak-kanak dibawah 5 tahun 75 orang dan hanya 66 ibu yang melaksanakan imunisasi dengan lengkap.

Dilakukan wawancara pada 10 orang ibu yang mempunyai balita dengan hasil yang sama sekali tidak mau melakukan imunisasi yaitu 6 orang, 3 orang melaksanakan imunisasi tetapi tidak lengkap dan 1 orang melaksanakan imunisasi dengan lengkap, ibu yang tidak patuh dalam imunisasi menilai bahwa imunisasi adalah haram. Jarak tempuh ketempat pelaksanaan imunisasi di Desa Blumbang sekitar 1000 meter dari rumah masing – masing, dan untuk melaksanakan imunisasi tidak memerlukan biaya karena tidak menggunakan transportasi sehingga cukup berjalan kaki untuk menempuhnya, serta pemberian imunisasi gratis dari program pemerintah.

Imunisasi sangat penting dilakukan serta fenomena ketidakpatuhan di Daerah XXX masih saja terjadi kurang dari target Indonesia yaitu 80%, maka peneliti tertarik ingin mengetahui faktor – faktor yang mempengaruhi ketidakpatuhan ibu melaksanakan imunisasi pada balita di Desa YYY Kecamatan XXX Kabupaten ZZZ.

Itulah sedikit Latar Belakang Skripsi tentang Imunisasi Balita. Mohon maaf duniabaca.com tidak dapat mempublikasikannya semua. Namun duniabaca.com memberikan link download skripsi imunisasi balita yang dapat Anda download secara gratis.

Download Skripsi Keperawatan : Faktor Yang Mempengaruhi Ketidakpatuhan Ibu Terhadap Pelaksanaan Imunisasi Pada Balita

Reff: UMS.ac.id

Posted by         0 Responses
   

Tidak ingin ketinggalan Informasi?

Setiap ada artikel baru, langsung di informasikan ke emal. Daftarkan E-mail Anda sekarang juga. GRATIS...!!!

*Agar tidak masuk spam, tambahkan e-mail eternyata [et] gmail [dot] com di address book email Anda.

 

No Comment to “Faktor Yang Mempengaruhi Ketidakpatuhan Ibu Terhadap Pelaksanaan Imunisasi Pada Balita”

  1. No Comment yet. Be the first to comment...
NOTE:
* Komentar yang menyertakan NOMOR HP, akan dihapus oleh Admin.

Oct
14
2011
 

Kategori Bacaan

online pharmacy viagra #@] order zithromax
online pharmacy generic levitra