Dunia Baca dot Com

bukan sekedar Baca untuk membuka jendela Dunia

Menu

Gaya Pacaran Anak Zaman Sekarang (Langsung ke Hotel)

Kategori Dunia: Asmara, Ibu dan Anak, Nasional

Gaya Pacaran Anak SMP & SMA Zaman Sekarang. Masa-masa sekolah merupakan salah satu masa yang paling asik buat pacaran. Tapi apa jadinya, jika anak-anak sekolah tinggak SMP dan SMK zaman sekarang yang baru pacaran saja, berani menyewa kamar hotel?.

Seperti informasi dibawah ini, tidak patut untuk kita contoh. Melainkan kita wajib menjaga anak-anak dan cucu-cucu kita agar supaya tidak terjerumus ke pergaulan bebas.

Walau masih duduk di SMK dan SMP, AEQ (17) dan M (15) sudah berani pacaran dan pakai nginap di losmen. AEQ pun dilaporkan ayah M dengan tuduhan melarikan anak gadis orang.

--

Peristiwa tersebut terjadi, Senin (26/1) pukul 18.00, saat AEQ dan M yang sudah pacaran selama sebulan melalui telepon seluler, berniat ingin bertemu.

Karena sudah saling sayang dan mencintai, mereka pun akhirnya bertemu di Jakabaring. Kemudian, pasangan kekasih yang sedang dimabuk asmara ini jalan-jalan hingga larut malam.

Saat mau diantar pulang, M tidak mau karena takut dimarahi orang tuanya. Mereka pun akhirnya tidur di penginapan Bayumi tepatnya di kawasan Jalan Suka Bangun II, Soak Palembang.

Karena tergiur oleh kemolekan tubuh sang pacar, AEQ pun mencabuli kekasihnya.

“Dia tidak saya apa-apakan, bukan saya perkosa,” ungkap AEQ saat ditemui di Unit PPA Polresta Palembang, Sabtu (1/2).

Keesokan harinya, Melati langsung diantar pulang ke rumahnya. Tetapi Melati malah pergi ke rumah neneknya di kawasan Kertapati. Korban akhirnya dicari sang ayah. Saat bertemu ayahnya, Melati malah mengaku sudah tidur dengan pacar dan sudah diperlakukan cabul.

“Saya tidak tahu mengapa dilaporkan kami melakukan perbuatan itu karena suka sama suka,” ujar AEQ.

AEQ ditangkap Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polresta Palembang, Kamis (30/1) sekitar pukul 17.00 WIB saat sedang asyik nongkrong di sekitar rumahnya.

Kasat Reskrim Polresta Palembang Kompol Djoko Julianto mengatakan, jika terbukti tersangka dikenakan Pasal 82 UU Nomor 23 tahun 2002 tentang PPA dengan ancaman 15 tahun penjara.

loading...

Bacaan Terkait: