Dunia Baca dot Com

bukan sekedar Baca untuk membuka jendela Dunia

Menu

Gila…!!! Dituduh Buang Sampah Sembarangan, Yayan dipenjara

Kategori Dunia: Nasional

Powered by: id.neuvoo.com

Yayan Dipenjara Gara-gara Buang Sampah Sembarangan. Malang sekali nasib Yayan Nurhayati, warga Jl Kecubung 3 No 26 RT 04/09 Duren Sawit, Jakarta Timur. Wanita berusia 43 tahun ini harus mendekam di Rutan Pondok Bambu lantaran dituding membuang sampah ke rumah, Yusninan (45), tetangganya.

Kasus ini bermula pada Juli 2013 lalu. Mulanya, Yusninan menuding Yayan telah membuang sampah ke pekarangan rumahnya. Tapi Yayan membantah tudingan itu.

“Akhirnya dua ibu-ibu itu ribut. Warga dan polisi sempat mendamaikan, tapi si pelapor (Yusninan) tak mau,” kata Kapolsek Duren Sawit, Kompol Imran Gultom, seperti dilansir dari laman Merdeka.

Yusninan yang tambah emosi lantas melaporkan Yayan ke polisi. Keributan yang terjadi saat itu dianggap Yusninan sebagai penganiayaan karena dirinya mengalami memar di beberapa bagian tubuh.

“Hasil visumnya ada memar di pipi kiri dan bahu kiri. Mukulnya si pakai tangan,” tambahnya.

Kasus ini rupanya terus bergulir meski warga coba mendamaikan keduanya. Hingga pada 2 Januari lalu Polsek Duren Sawit menetapkan Yayan yang berprofesi sebagai petugas kebersihan di Taman Kanak-kanak itu sebagai tersangka. Yayan pun dijebloskan ke penjara pada 6 Januari lalu.

“Tapi kita tidak menahan,” tegas Imran.

Karena berkas kasus ini sudah lengkap, kata Imran, lantas diserahkan lah ke Kejaksaan Negeri Jakarta Timur. Kejaksaan lantas memutuskan menahan Yayan di Rutan Pondok Bambu.

Warga kumpulkan koin agar Yayan keluar dari bui

Penahanan Yayan karena dituduh buang sampah sembarangan menyulut solidaritas warga. Tanpa diperintah warga berinisiatif mengumpulkan koin agar penahanan wanita yang berprofesi sebagai petugas kebersihan di taman kanak-kanak bisa ditangguhkan.

Kasus ini bermula pada Juli 2013 lalu. Mulanya, Yusninan menuding Yayan telah membuang sampah ke pekarangan rumahnya. Rumah keduanya memang bersebelahan. Namun Yayan membantah tudingan itu.

Setelah lima bulan berlalu, tiba-tiba saja pada 2 Januari Polsek Duren Sawit menetapkan Yayan menjadi tersangka. Kemudian kasus dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Jakarta Timur, dan sejak 6 Januari Yayan dijebloskan ke Rutan Pondok Bambu.

Menurut Deni, warga menaruh perhatian khusus kepada Yayan karena menilai kasus tersebut penuh kejanggalan. Yayan dijadikan tersangka karena Yusninan mengaku sempat dianiaya saat cekcok soal sampah.

“Kita setiap hari kumpulkan koin sampai Rp 5 juta untuk penangguhan penahanan Yayan,” kata Deni.

Soal uang itu, diungkapkan oleh adik Yayan, Dodi setelah diperiksa selama empat jam oleh jaksa dari Kejaksaan Negeri Jakarta Timur, Yayan langsung ditahan. Jaksa juga sempat meminta uang Rp 5 juta jika Yayan ingin kembali menghirup udara bebas.

Warga menggelar aksi itu tidak jauh dari lokasi kejadian di Jalan Kecubung 3 No 26 RT 04/09 Duren Sawit, Jakarta Timur. Aksi itu serempak dilakukan oleh warga dari RT 1 hingga 3.

“Biasanya warga bergantian minta koin pakai galon ditulis ‘koin untuk nyonya Yayan. Gara-gara cekcok sampah dipenjara’,” katanya.

Sejak kasus ini bergulir, kata Deni, RT setempat sudah menawarkan kepada Yusninan agar diselesaikan secara kekeluargaan. Namun Yusninan menolak dan bersikeras melanjutkannya ke jalur hukum.

“Kita dukung kalau enggak benar, dia (Yayan) benar buat apa,” tuturnya.

Kapolsek Duren Sawit, Kompol Imran Gultom keributan yang terjadi saat itu dianggap Yusninan sebagai penganiayaan karena dirinya mengalami memar di beberapa bagian tubuh.

“Hasil visumnya ada memar di pipi kiri dan bahu kiri. Mukulnya si pakai tangan,” tambahnya.

loading...

Bacaan Terkait: