Dunia Baca dot Com

bukan sekedar Baca untuk membuka jendela Dunia

Menu

Gila! Orang ini Bikin Tato Belalai Gajah di Kelaminnya

Kategori Dunia: International

Tato Belalai Gajah di Kelamin Pria. Tato memang bisa ‘dilukiskan’ di bagian tubuh mana saja, termasuk bagian-bagian tubuh paling ekstrem seperti penis.

Meski sudah diperingatkan akan bahaya tato di alat kelamin, seorang pria masih nekat ingin membuat gambar belalai gajah di penisnya. Astaga!

Seorang pria asal Kroasia nekat ingin mentato alat kelaminnya dengan gambar belalai gajah, meski staf salon tempat ia mentato sudah memperingatkan rasa sakit yang akan ia terima nantinya.

Staf di salon tato JoJo&Kenfa juga sudah memperingatkan pria yang tidak disebutkan namanya tersebut, bahwa ia setidaknya harus 10 kali bolak balik ke salon untuk mengobati rasa gatal yang menyakitkan akibat tato yang dibuat di alat kelamin.

“Dia masih bersikeras dan kami akhirnya membuat tato di batang penisnya,” jelas seorang karyawan salon JoJo&Kenfa pada tabloid 24 Sata, seperti Dunia Baca dot Com lansir dari laman detikcom yang dikutip dari Croatiantimes.

Menurut sang karyawan, ini merupakan tato paling aneh yang pernah salonnya kerjakan.

“Kami mencoba memberitahu orang-orang bahwa sulit untuk menghapus (tato) nantinya, tapi mereka masih pergi untuk tato yang mereka inginkan,” tambah karyawan tersebut.

Risiko paling besar mentato penis adalah terjadinya ereksi priapism, yakni kondisi ereksi yang berlangsung selama lebih dari 4 jam tanpa adanya rangsangan seksual dan biasanya bersifat menyakitkan.

Seperti dikutip dari Webmd, ereksi priapism terjadi jika darah di penis terjebak dan tidak mampu mengalir. Kondisi ini dapat terjadi pada semua kelompok umur termasuk bayi yang baru lahir. Jika tidak segera diobati maka bisa menyebabkan jaringan parut dan disfungsi ereksi (impotensi) permanen.

Selain itu, tato penis bisa merusak organ kelamin pria bila dilakukan secara tradisional. Alasannya terdapat pada jarum dan tinta yang digunakan, serta tidak adanya kontrol dari kedalaman jarum.

Jika jarum untuk tato dan peralatan tidak disterilisasi dalam autoklaf setelah digunakan, memungkinkan para pengguna jarum tato juga dapat tertular hepatitis B atau C, TBC, mycobacterium, sifilis, malaria, HIV atau bahkan lepra.

loading...

Bacaan Terkait: