loading...
Dunia Baca dot Com

bukan sekedar Baca untuk membuka jendela Dunia

Menu

Guru Mesum dengan Siswi SMP, Digrebek dalam Kondisi Bugil

Kategori Dunia: Nasional

Guru dan Murid SMP Mesum di Indekos, Digerebek Dalam Kondisi Bugil. Seorang guru Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri Jembrana, Gede JW (37) tepergok sedang berhubungan badan dengan siswinya berinisial NL (13) di indekos lingkungan Banjar Tengah Negara, Jembrana, Bali. Akibat perbuatan bejat itu, polisi menggelandang pelaku ke kantor polisi.

Perbuatan haram ini berawal dari kecurigaan ibu korban SS (34) yang merupakan staf Humas di sekolah tempat Gede JW mengajar. Sejak lama SS curiga akan gerak gerik anaknya di sekolah saat bersama pelaku Gede (guru bahasa Inggris jebolan S2). Kecurigaan SS berlanjut ketika pulang dari sekolah, anaknya dijemput oleh temannya.

Kecurigaan SS terbukti tatkala dia meminta anaknya (kakak korban) FU (28) dan FA (26) membuntuti adiknya. Begitu diketahui posisi adiknya berada, mereka bersama-sama menggerebek indekos.

Betapa terkejutnya SS dan FA ketika melihat NL yang saat itu tergolek di atas ranjang tanpa sehelai benang di tubuhnya. Tanpa banyak tanya, kakak dan ibu korban mengamankan keduanya dan menghubungi Polres Jembrana.

Kasat Reserse Kriminal Polres Jembrana, Ajun Komisaris Polisi (AKP) I GST Made Sudarma Putra mengatakan, berdasarkan keterangan pelaku, hubungan pelaku dengan korban sudah terjadi sejak Mei lalu. Hubungan itu terjadi atas dasar suka sama suka.

“Pelaku mengaku tidak pernah memberikan spesial nilai atau iming-iming apa pun. Bahkan dia sudah mengatakan sejak awal sudah beristri, namun katanya korban memang suka dan mereka sama-sama suka,” ujar Putra di Jembrana, Bali, Kamis (1/10).

Indekos di mana korban dan pelaku berhubungan badan, sengaja disewa pelaku yang kini mendekam di penjara untuk lokasi ketemuan dan NL. Dari tempat kejadian perkara (TKP), Polisi mengamankan kondom masih berisi bercak sperma, dua kondom belum terpakai, obat kuat, serta spray tipis warna merah motif hitam.

“Pelaku kita jerat Undang-undang anak dengan ancaman hukuman minimal 5 tahun dan maksimal 15 tahun,” tegasnya.

Usai tepergoknya perbuatan hina itu, korban NL nampak murung dan enggan masuk sekolah. Parahnya lagi, pihak sekolah malah berencana memindahkan NL ke sekolah lain.

“Kasihan, sudah jadi korban kok malah dikorbankan. Semestinya guru bejat itu dipecat, jangan murid yang jadi korban nafsu guru itu yang justru dipindahkan,” ungkap salah seorang rekan sekolah NL.

loading...

Bacaan Terkait: