Dunia Baca dot Com

bukan sekedar Baca untuk membuka jendela Dunia

Menu

Heboh..!!! Jihad Budak Seks Berhadiah Surga di Kampus UIN

Kategori Dunia: Nasional

Powered by: id.neuvoo.com

Ajakan Jihad Budak Seks Berhadiah Surga di Kampus UIN. Pengakuan Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan UIN, Sudarnoto Abdul Hakim itu mengejutkan. Dia mengaku ISIS membuka lowongan budak seks pemuas birahi bagi para jihadis ISIS agar bersemangat memerangi kafir

“Dalam pamflet ini disebutkan agar ‘ukhti’ yang mau melamar pemuas seks kelompok jihadis bisa menghubungi sekretariat ISIS Indonesia di Masjid Fathullah UIN Jakarta,” bebernya.

Hal ini menimbulkan polemik. Sejumlah pihak meyakini jihad seks itu tidak ada. Bukan ISIS yang menyebarkan pamflet ini.

Istilah jihad seks ini pertama kali disampaikan Menteri Dalam Negeri Tunisia Lotfi Bin Jeddo. Dia mengatakan perempuan Tunisia yang pergi ke Suriah untuk berjihad seks. Banyak di antara mereka yang hamil.

Menurut Jeddo, gadis-gadis Tunisia itu kerap berhubungan seks dengan 20, 30, hingga seratus pemberontak Suriah.

Kemudian muncul beberapa wanita di video yang mengaku dipaksa melayani para pria di kubu pemberontak Suriah dan melakukan jihad seks. Belakangan ada yang mengklaim video itu rekayasa belaka. Pemerintah Asaad sengaja melemparkan isu jihad seks itu.

Kini istilah jihad seks muncul di Indonesia. Berikut kehebohan dan polemik soal hal ini.

Kapolri minta tolak ajakan jihad seks

Kapolri Jenderal Sutarman akan mengecek keberadaan pamflet jihad seks yang disebut beredar di UIN.

“Kita belum menemukan itu ajakan-ajakan itu harus kita evaluasi dan harus dilakukan upaya untuk mencegah bukan hanya polisi juga, tapi juga masyarakat,” jelas Kapolri Jenderal Sutarman di Rupatama Polri, Jakarta, Jumat (8/8).

Kapolri pun mengingatkan agar masyarakat tidak terpengaruh pamflet tersebut jika tidak ingin menjadi korban.

“Mengingatkan masyarakat untuk tidak terpengaruh oleh ajakan mereka untuk melakukan jihad hingga akhirnya seperti di Suriah 4 menjadi korban,” sambung dia.

Tak ada jihad seks, bahkan di Suriah

Peneliti terorisme Universitas Indonesia Ridlwan Habib, yakin selebaran jihad seks itu merupakan propaganda yang menyesatkan.

“Tidak ada jihad seks di Suriah. Apalagi mobilisasi wanita muslimah seperti publikasi itu,” kata Ridlwan.

Menurut alumni S2 Kajian Stratejik Intelijen UI itu tidak ada satu pun ajaran ‘jihad seks’ dalam Islam. “Kalaupun ada selebaran itu, justru bisa menjadi bukti untuk melaporkan ke aparat hukum,karena merupakan hasutan jahat,”katanya.

Pihak UIN bisa melacak siapa yang membuat selebaran itu. Misalnya nomer telepon atau nama contact person di selebaran itu.

“Saya tidak yakin kelompok pro ISIS atau pro Daulah Islamiyah itu yang membuat. Mungkin fihak lain untuk tujuan fitnah,” katanya.

Jihad tak pantas disejajarkan seks

Ketua MPR Sidarto Danusubroto menegaskan pamfletjihad seks itu menyesatkan dan isinya menyalahgunakan ajaran agama Islam.

“Itu kan menyalahgunakan ajaran agama kan itu. Itu jelas penyesatan itu. Jihad tidak untuk itu,” kata Sidarto di Komplek Parlemen Senayan, Jakarta, Jumat (8/8).

Sidarto menyesalkan jika civitas academica kampus ada yang terpengaruh atas iklan menyesatkan tersebut. Mantan ajudan Bung Karno ini meminta rektor, dosen dan cendikiawan kampus untuk melakukan pencerahan kepada mahasiswanya.

“Lho kampus itu kan kaum cendekiawan kan, kalau dia mau disesatkan begitu itu saya sesalkan sekali. Saya harapkan supaya rektor, para dosen, para cendekiawan di kampus itu melakukan suatu pencerahan kepada mahasiswanya, bahwa jihad itu sangat tidak elok disejajarkan dengan masalah itu (seks). Jihad agama itu jihad yang suci kan, tidak untuk itu kan,” tegas Sidarto.

Jihad seks itu zinah

Wakil Ketua MPR RI Achmad Dimyati Natakuma menambahkan, penyebar pamflet jihad seks tersebut sudah melakukan tindak pidana. Tak ada jihad seks, jika benar ada itu zinah.

“Itu disimpangkan. Itu zinah nggak boleh, itu dilarang oleh agama. Siapa yang melakukan itu? Itu dilarang oleh agama. Yang nempelkan pamflet saja udah nggak bener. Itu dicari oleh polisi. Itu yang menempelkan itu pidana. Tidak boleh,” imbuh Dimyati.

Oleh sebab itu, Dimyati mendesak aparat kepolisian untuk segera bertindak dan menangkap penyebar pamflet tersebut.

“Bukan hanya dari rektor. Itu pidana. Itu Undang-undang melarang. Polisi segera menindak. Itu ajaran sesat,” tutur Dimyati.

Bukan ISIS yang menyebar

Wakil Ketua MPR Hajriyanto Thohari yakin pamflet ini tak disebarkan oleh ISIS Indonesia.

“Ini kan ekses-ekses pilpres, banyak pamflet yang tidak otentik. Pamflet, slogan-slogan, baliho yang tidak otentik dalam artian sebetulnya dibuat bukan oleh kelompok dari partai pendukung tapi bisa dibuat counter oleh pihak lain,” kta Hajriyanto di Jakarta, Jumat (8/8).

Dia meminta masalah jihad seks ini diselidiki. Menurutnya tak mungkin hal ini bisa terjadi di Indonesia. Pihak UIN yang pertama kali melempar isu ini harus mengusut, siapa yang menyebar kabar tidak sedap ini.

“Saya melihat kok jauh banget. Bukan hanya dari kebiasaan orang indonesia yang berbicara tentang seks sedemikian terbuka,” katanya.

Sumber: Merdeka.com

loading...

Bacaan Terkait: