loading...
loading...
Dunia Baca dot Com

bukan sekedar Baca untuk membuka jendela Dunia

Menu

Hubungan Antara Gaya Kelekatan Dengan Kecemburuan Pada Pasangan Mahasiswa/i

Kategori Dunia: Referensi Skripsi

Referensi Skripsi – Pada usia dewasa awal menurut Havighurst ( manusia pada tugas perkembangannya menjalani masa dimana mencari dan memilih pasangan hidup serta belajar hidup bersama pasangannya. Dimana menurut teori Social exchange atau equity model, proses pemilihan pasangan ditandai dengan usaha seseorang untuk memaksimalkan keuntungannya dan membuat interaksi sosialnya dengan pasangan sebagai suatu yang menguntungkan dengan cara menukar aset-aset yang dimilikinya (kecantikann, tingkah laku kesehatan, inteligensi, dan sebagainya) dengan atribut-atribut yang ia harapkan pada pasangannya.

Regan (1998), seorang psikolog sosial bertanya kepada laki-laki dan perempuan untuk mengindikasikan kriteria ideal mereka dalam pemilihan pasangan dalam variasi yang lebih luas. Pada kedua gender menyatakan bahwa kriteria pasangan romantis yang “sempurna” adalah yang memiliki sifat-sifat pertama karakteristik yang berhubungan dengan penampilan fisik. Baik laki-laki maupun perempuan menginginkan pasangan yang memiliki ketertarikan fisik, seksi, penampilan yang sehat ketika mengevaluasi hubungan jangka panjang. Kedua karakteristik yang berhubungan dengan kemampuan interpersonal dan kemampuan merespon. Kedua gender menginginkan pasangan yang memiliki selera humor ramah, dan perhatian pada kebutuhan pasangannya. ketiga karakteristik yang berhubungan dengan intelektualitas. Kedua gender menginginkan pasangan yang memiliki bakat intelektual. Dan terakhir karakteristik yang berhubungan dengan orientasi keluarga. Pasangan yang sempurna mengharapkan kehadiran anak dan memiliki religiusitas tinggi.

Selain kriteria-kriteria yang diinginkan di atas, seseorang juga mempertimbangkan kriteria yang mereka hindari/tidak diinginkan dari pasangannya. Hal ini sesuai dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh Michael Cunningham, Anita Barbee, dan Perri Druen (1996) dalam buku Marriage. Penelitian mengenai kriteria pasangan yang tidak diinginkan (social allergens) ini menyatakan bahwa baik laki-laki maupun perempuan tidak menginginkan pasangan yang melanggar norma sosial,seperti minum alkohol berlebihan, bermain curang, suka bergosip, berbohong dan sering terlambat. Karakteristik lain yang tidak diinginkan adalah oversex, misalnya orang yang suka membual mengenai kemampuan seksualnya, suka membicarakan pasangan-pasangan sebelumnya, atau berselingkuh dengan orang lain. Selain itu, seseorang juga tidak menyukai pasangan yang memiliki kebiasaaan buruk, seperti cara makan yang tidak beraturan, bersuara sangat keras, dan lain-lain atau yang memiliki karakteristik “punk-like” (bertato, body piercing) (Papalia, 2003).

Definisi Cemburu
Cemburu didefinisikan sebagai pikiran, emosi dan perilaku yang masing-masing diikuti ancaman terhadap dorongan diri dan atau eksistensi atau kualitas dari suatu hubungan, ketika ancaman ini berkembang dengan persepsi akan kenyataan atau kemungkinan adanya ketertarikan antara pasangan dengan rival/saingan (White, 1981, p.24)

Pendapat yang serupa menyatakan cemburu merupakan pikiran, perasaan/emosi, dan perbuatan yang kompleks yang diikuti oleh perasaan takut kehilangan atau perasaan terancam pada harga diri (self esteem) dan ancaman terhadap kualitas hubungan, dimana perasaan takut kehilangan dan terancam ini berkembang dikarenakan pemikiran adanya pesaingan yang nyata maupun pesaingan yang dibayangkan ada (khayalan/imaginary) (White & Mullen, 1989)

Rasa cemburu atau kecemburuan berbeda dengan iri hati. Cemburu selalu mencakup perasaan takut akan kehilangan dan selalu melibatkan 3 orang Cemburu juga dapat merupakan rasa dengki, iri hati, merasa tidak ikhlas jika melihat orang lain dalam keadaan senang, curiga, kurang percaya, khawatir kebahagiaannya diambil alih orang lain (Daryanto, 1997).

Dalam Gale Encyclopedia Of Psychology, cemburu merupakan kombinasi dari reaksi emosional yang didalamnya terdapat rasa takut (fear), marah (anger) dan kecemasan (anxiety). Pendapat yang sama juga dikemukakan oleh Usman Najati dengan mengatakan bahwa ia merasakan orang yang dicintainya mengarahkan cintanya kepada orang lain, maka ia akan merasakan emosi ganda, yaitu marah, benci, sedih serta ada keinginan untuk menyakiti (Usman Najati, 2003).

Cemburu juga didefinisikan sebagai reaksi emosi yang tidak menyenangkan terhadap suatu hubungan karena adanya pihak ketiga yang terlihat sebagai penyelundup diantara mereka. Menurut Deaux dan Dane serta Wrightsman, kebanyakan definisi cemburu lebih kepada wilayah emosi. Hal ini dialami oleh pasangan yang merasa bahwa ada orang lain yang secara nyata atau khayalan merupakan ancaman terhadap hubungan yang ada , karena saat cemburu yang patologi dirasakan oleh seseorang maka ia akan terhantui oleh ketakutan mereka dan selalu melihat bahwa kecurigaan mereka itu benar. Intinya ketika ia merasa cemburu maka ia akan sulit berfungsi dengan normal (Halimatussya’diyah, 2004).

Cemburu lahir dari perasaan bahwa individu terlalu sedikit memberi dibandingkan dengan orang lain, kita takut kehilangan orang yang istimewa bagi kita serta merupakan ancaman jika hal itu ingin diambil dari kita. Menurut Rubin cemburu dan iri merupakan sama-sama dari fungsi ketidakamanan dan rendahnya self-esteem. Tetapi iri dan cemburu dapat dibedakan, dimana iri datang dari rasa kehilangan bahwa orang lain memiliki lebih dari yang ia punya dan ia ingin memilikinya. Sedangkan cemburu dilahirkan dari perasaan bahwa ia terlalu sedikit memberi dibandingnkan dengan orang lain serta takut ditinggal sendiri oleh orang yang dicintai (Halimatussya’diyah, 2004).

Sedangkan menurut Bryson cemburu terjadi bila individu mempersepsikan bahwa ada pihak lain yang ingin membentuk hubungan dengan pasangannya, sedangkan iri terjadi bila individu berkeinginan untuk memiliki sesuatu yang telah dimiliki oleh orang lain.

Dari beberapa definisi diatas dapatlah disimpulkan bahwa cemburu adalah reaksi emosional yang berupa rasa takut, marah dan cemas karena adanya ancaman dari pihak ketiga, baik ancaman yang bersifat nyata maupun khayalan. Hal ini juga bisa terjadi karena ia merasa kurang yakin pada dirinya sendiri (self esteem yang rendah).

Jenis-jenis Cemburu
Menurut White seperti yang dikutip oleh Brehm, cemburu dibagi menjadi dua jenis yaitu Chronic Jealousy dan Relationship Jealousy.
1. Chronic Jealousy adalah seseorang yang mengidentifikasikan dirinya cemburu dalam hubungan tertentu yang sedang dilakukannya, cemburu jenis ini berkaitan dengan karakteristik kepribadian seseorang.
2. Relationship Jealousy adalah cemburu sebagai reaksi individu terhadap kondisi hubungannya. Jenis cemburu ini lebih menekankan faktor-faktor dalam hubungan yang meningkatkan atau menghambat perasaan cemburu (Halimatusya’diyah, 2004).

Buunk membagi cemburu menjadi dua, yaitu :
1. Actual Jealousy adalah cemburu yang sedang dialami atau pernah dialami oleh seseorang.
2. Anticipate Jealousy adalah cemburu yang diduga dapat dialami oleh individu apabila kejadian yang dapat memicu kecemburuan ada didalam suatu hubungan.

Sedangkan Brehm membagi cemburu menjadi dua, yaitu :
1. Naturally Occurring merupakan cemburu yang terjadi begitu saja tanpa adanya niat maupun sengaja untuk melakukannya.
2. Induced Jealusy adalah cemburu yang dibuat secara sengaja (Halimatussya’diyah, 2004).

Download Referensi Skripsi; Hubungan Antara Gaya Kelekatan Dengan Kecemburuan Pada Pasangan Mahasiswa/i

loading...

Bacaan Terkait: