Hubungan Kinerja Guru Terhadap Prestasi Belajar Siswa | Dunia Baca dot Com

You are here:

Hubungan Kinerja Guru Terhadap Prestasi Belajar Siswa

Capai Sukses  

Referensi Skripsi - Pendidikan adalah proses memanusiakan manusia melalui pembelajaran dalam bentuk aktualisasi potensi peserta didik menjadi suatu kemampuan atau kompetensi. Kompetensi yang dapat mereka miliki yaitu kompetensi spiritual keagamaan sebagai suatu aktualisasi potensi emosional (EQ), kompetensi akademik sebagai aktualisasi potensi intelektual (IQ), dan kompetensi motorik yang dikembangkan dari potensi indrawi atau fisik.

Pendidikan diarahkan kepada pembentukan manusia yang berguna. Sedangkan pengajaran adalah salah satu alat atau usaha untuk membentuk manusia tersebut. Pendidikan bertujuan meningkatkan kualitas manusia Indonesia. Manusia indonesia yang berkualitas ialah manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berbudi pekerti luhur, berkepribadian, berdisiplin, bekerja keras, tangguh dan bertanggung jawab, mandiri, cerdas dan terampil serta sehat jasmani dan rohani.

Kualitas proses belajar mengajar sangat dipengaruhi oleh kualitas kinerja guru. Oleh karena itu, usaha meningkatkan kemampuan guru dalam melaksanakan proses belajar mengajar, perlu secara terus menerus mendapatkan perhatian dari penanggung jawab sistem pendidikan. Peningkatan ini akan lebih berhasil apabila dilakukan oleh guru dengan kemauan dan usaha mereka sendiri. Namun sering kali guru masih memerlukan bantuan dari orang lain, karena ia belum mengetahui atau belum memahami jenis, prosedur, dan mekanisme memperoleh berbagai sumber yang sangat diperlukan dalam usaha meningkatkan kemampuan mereka. Pengetahuan tentang supervisi memberikan bantuan kepada guru dalam merencanakan dan melaksanakan peningkatan profesional mereka memanfaatkan sumber yang tersedia.

Pesan Sponsor

Guru adalah seorang yang digugu dan ditiru, karena dipercaya dan diyakini apa yang disampaikannya. Sebagai seorang yang digugu dan ditiru, maka guru memiliki peran yang sangat dominan bagi seorang murid. Para ahli pendidikan di seluruh dunia sepakat bahwa tugas guru ialah mendidik dan mengajar.

Menurut Zakiah Darajat, seperti dikutip Muhammad Nurdin, “Guru adalah pendidik profesional karena secara implisit ia telah memperoleh pendidikan profesi guru dan merelakan dirinya, menerima dan memikul sebagian tanggung jawab pendidikan yang dipikulkan oleh para orang tua. Para orang tua tatkala menyerahkan anaknya ke sekolah berarti telah melimpahkan pendidikan anaknya kepada guru. Hal ini mengisyaratkan bahwa mereka tidak mungkin menyerahkan anaknya ke sembarang guru, karena tidak sembarang orang menjadi guru.”

Undang-undang sistem pendidikan Nasional (UU No. 20 tahun 2003) sebagai mana dikutip oleh Paraba menyebutkan bahwa guru adalah tenaga pendidik yang khusus diangkat dengan tugas utama mengajar, yang pada jenjang pendidikan dasar disebut “Guru,” dan pada jenjang pendidikan tinggi disebut “Dosen.”

Uraian tersebut di atas mencerminkan bahwa jabatan guru adalah “profesi” Profesi yang dimaksud adalah keahliannya dalam bidang pendidikan. Ia bekerja atau melakukan pekerjaan mendidik orang-orang yang menjadi peserta didiknya. Yang tidak dapat dilakukan oleh sembarang orang di luar bidangnya pekerjaan ini cukup berat. Karena meliputi tiga komponen, yakni mendidik, mengajar dan melatih.

Mendidik berarti meneruskan dan mengembangkan nilai-nilai hidup. Mengajar dapat diartikan sebagai upaya meneruskan dan mengembangkan ilmu pengetahuan. Sedangkan melatih adalah mengembangkan keterampilan-keterampilan pada peserta didik.

Hadari Nawawi berpendapat ”Kinerja adalah prestasi seseorang dalam suatu keahlian tertentu, dalam melaksanakan tugas atau pekerjaan yang didelegasikan dari atasan dengan efektif dan efisien.”

Menurut Poerwadarminta dalam Kamus Bahasa Indonesia, “Kinerja adalah sesuatu yang ingin dicapai, prestasi yang diperlihatkan dan kemampuan kerja seseorang.”

Guru selain berperan sebagai pengajar juga merupakan pendidik dan pengajar serta pelaksana sebagian tugas administrasi sekolah karena itu sering juga dikatakan guru sebagai programmer, administrator, fasilitator, dan evaluator dalam lingkungan sekolah. Dengan peran-peran seperti itu beban tugas guru sehari-hari disamping mengajar lebih banyak tertumpuk pada hal-hal yang bersifat teknik administratif seperti memeriksa lembar kerja siswa dengan memberi catatan dan penilaian, membuat soal ulangan ujian, mengelola nilai dan mengelola absen.

Rutinitas yang dijalankan oleh guru tersebut mengakibatkan hilangnya kesempatan guru untuk lebih meningkatkan kemampuannya, baik kemampuan penguasaan materi maupun penguasaan metode belajar mengajar. Padahal kemampuan-kemampuan tersebut merupakan kunci untuk meningkatkan kompetensi profesional secara utuh.

Menurut Prof. Dr. Oemar Hamalik bahwa yang dinilai kompetensi secara profesional apabila :
1) Guru tersebut mampu mengembangkan tanggung jawab dengan sebaik-baiknya.
2) Guru tersebut mampu melaksanakan peranan-peranannya secara berhasil.
3) Guru tersebut mampu bekerja dalam usaha mencapai tujuan pendidikan (tujuan intruksional) sekolah.
4) Guru tersebut mampu melaksanakan peranannya dalam prosesMengajar dan belajar dalam kelas.

Dalam ajaran Islam motivasi dasarnya adalah niat, bagi seorang guru agama Islam niat baik dan ikhlas (karena Allah) dalam mengajar harus ditanamkan, karena akan menentukan keberhasilan dan arah pekerjaan yang dilakukan. Hal ini sesuai dengan sabda Rasulullah SAW :

“Sesungguhnya amal-amal perbuatan tergantung niatnya, dan bagi tiap orang apa yag diniatinya. Barang siapa hijrahnya kepada Allah dan Rasul-Nya. Barang siapa hijrahnya untuk meraih kesenangan dunia atau menikahi wanita. Maka hijrahnya adalah kepada apa yang ia hijrahi.” (H. R Bukhari)

Adapun yang menjadi tujuan utama pengelolaan proses pendidikan yaitu terjadinya proses belajar dan pengalaman belajar yang optimal. Sebab berkembangnya tingkah laku siswa sebagai tujuan belajar hanya dimungkinkan oleh adanya pengalaman optimal. Pengelolaan proses pendidikan harus memperhitungkan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Disamping itu sekolah juga mendidik generasi agar hidup dan menyesuaikan diri dengan perubahan yang cepat akibat perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Bukan hanya bisa menyesuaikan diri dengan iptek tapi juga dapat bertahan dengan nilai-nilai luhur yang ada.

Hanya saja masalah sekarang, sebatas manakah pengakuan masyarakat terhadap profesi guru, sebab kenyataannya masyarakat masih tetap mengakui profesi dokter atau hakim lebih tinggi dibandingkan dengan profesi guru. Seandainya yang dijadikan tinggi rendahnya pengakuan profesional tersebut adalah keahlian dan tingkat pendidikan yang ditempuhnya, guru pun ada yang setingkat atau sederajat dengan jenis profesi lain bahkan ada yang lebih. Kita akui bahwa profesi guru paling mudah tercemar dalam arti masih ada saja orang yang memaksakan diri menjadi guru walaupun sebenarnya yang bersangkutan tidak dipersiapkan untuk itu. Hal ini terjadi karena masih adanya pendapat sebagian masyarakat bahwa siapapun dapat menjadi guru, asalkan ia berpengetahuan. Rendahnya pengakuan masyarakat terhadap profesi guru disebabkan beberapa faktor berikut :
1. Adanya pandangan sebagian masyarakat bahwa siapapun dapat menjadi guru asalkan ia berpengetahuan.
2. Kekurangan guru di daerah terpencil, memberikan peluang, mengangkat seseorang yang tidak mempunyai keahlian untuk menjadi guru.
3. Banyak guru yang belum menghargai profesinya, apalagi berusaha mengembangkan profesinya itu. Perasaan rendah diri menjadi guru, penyalahgunaan profesi untuk kepuasan dan kepentingan pribadinya, sehingga wibawa guru semakin merosot.

Berdasarkan latar belakang diatas, penulis tertarik untuk mengadakan penelitian lebih mendalam yang diangkat ke dalam sebuah judul “Hubungan Kinerja Guru Terhadap Prestasi Belajar Siswa’’ (Studi Kasus).

Referensi Skripsi Lengkap Download Now

Posted by         3 Responses
   

Tidak ingin ketinggalan Informasi?

Setiap ada artikel baru, langsung di informasikan ke emal. Daftarkan E-mail Anda sekarang juga. GRATIS...!!!

*Agar tidak masuk spam, tambahkan e-mail eternyata [et] gmail [dot] com di address book email Anda.

 

3 Comments to “Hubungan Kinerja Guru Terhadap Prestasi Belajar Siswa”

  1. raka says:

    mau tanya cara download full referensi skripsi di atas gmn ya?
    makasih sebelum nya.

  2. Lina Hanifah says:

    maaf, link downloadnya dsebelah mana y? koq sy g bs ngklik?

Page 1 of 11
NOTE:
* Komentar yang menyertakan NOMOR HP, akan dihapus oleh Admin.

Mar
26
2011
 

Kategori Bacaan