Dunia Baca dot Com

bukan sekedar Baca untuk membuka jendela Dunia

Menu

Hukum Menggunakan Obat Tetes Mata saat Berpuasa

Kategori Dunia: Gema Ramadhan

Hukum Menggunakan Obat Tetes Mata saat Berpuasa. Belakangan ini telah ditemukan berbagai jenis obat-obatan sebagai penawar sakit bagi para pasien.

Obat-obat tersebut ada yang berupa pil atau kapsul yang dikonsumsi dengan cara diminum melalui mulut, ada berbentuk cairan dan disuntikkan pada lengan atau bagian tubuh lainnya, ada pula yang berupa cairan yang diteteskan pada bagian telinga ataupun mata.

Terkait jenis obat yang terakhir, yaitu obat tetes mata, apakah bisa menyebabkan puasa seseorang batal?

--

Seperti yang dijelaskan dalam hadits Luqaith bin Shabrah bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasalam bersabda: “Sempurnakanlah dalam membersihkan hidung, kecuali jika kalian sedang berpuasa.” (HR. Abu Dawud). Orang yang berpuasa tidak boleh meneteskan obat tetes pada hidungnya karena memungkinkan untuk masuk ke dalam perutnya. Jika tetesan itu tidak masuk ke dalam perut, maka tidak membatalkan.

Dalam kajian mazhab fikih, topik inipun mengemuka. Menurut Mazhab Hanafi dan Mazhab Syafii, apa pun yang masuk ke dalam mata tidak membatalkan puasa karena tidak ada saluran dari mata menuju rongga mulut atau otak. Namun, menurut Mazhab Maliki dan Mazhab Hanbali, apa pun yang ditaruh di mata maka bisa membatalkan puasa karena di dalam rongga mata terdapat akses ke kerongkongan, seperti mulut dan hidung.

Sejumlah ulama kontemporer, seperti Syekh Wahbah Az Zuhaili, Shadiq Ad Dharir, Ajil An Namasyi, dan Ali As Salus, mengatakan bahwa obat tetes mata tidak menyebabkan puasa batal. Dalam pandangan mereka, sekalipun terdapat celah dalam mata, tetapi ukurannya sangat kecil.

Kapasitasnya tak lebih dari satu tetesan. Sehingga, hukumnya termasuk dispensasi (ma’fu anhu). Tetesan tersebut, begitu dimasukkan ke mata diserap maksimal oleh jaringan- jaringan ke otak. Artinya, satu atau dua tetes obat itu tak sampai menembus kerongkongan.

Sementara, Dr Muhammad Mukhtar as-Salamy dan Dr Muhamad Alfy berpendapat bahwa tetes mata dapat membatalkan puasa. Argumentasinya adalah obat tetes mata tersebut dianalogikan kepada celak. Namun analogi terhadap celak tersebut sesungguhnya tidak bisa dibenarkan karena celak sendiri belum jelas apakah membatalkan puasa, sedangkan hadits tentang celak merupakan hadits yang dhoif (lemah).

Penulis sendiri lebih cenderung pada pendapat pertama, bahwa obat tetes mata tidak membatalkan puasa. Hal ini didasarkan pada hakikat obat tetes mata yang tidak semakna dengan makan dan minum, sehingga tidak hukumi sama dengan makan dan minum. Wallahu a’lam bis-shawab.

loading...

Bacaan Terkait: