Dunia Baca dot Com

bukan sekedar Baca untuk membuka jendela Dunia

Menu

Inilah 4 Kasus Karyawan Meninggal Karena Kerja Nonstop

Kategori Dunia: Nasional

4 Kasus Karyawan Meninggal Karena Kerja Nonstop. Hari ini Indonesia dikejutkan dengan berita meninggalnya seorang talenta kreatif Mita Diran, yang bekerja sebagai copywriter (penulis naskah iklan) di agensi iklan Young & Rubicam. Mita diketahui tak sadarkan diri setelah bekerja selama tiga hari berturut-turut.

Ironisnya, kejadian yang menimpa Mita Diran ini bukan satu-satunya yang terjadi di dunia. Selama rentang tahun 2008 – 2013, tercatat tiga kejadian serupa juga menimpa karyawan di Jepang, China serta seorang intern bankir di London. Dua di antaranya sama-sama berusia masih sangat muda, sementara salah satunya juga bekerja di bidang advertising, sama seperti Mita Diran.

Berikut adalah empat kasus fenomenal terkait karyawan yang meninggal akibat setelah bekerja tanpa henti selama rentang tahun 2008 – 2013, seperti dilansir dari laman Merdeka.com

--

Li Yuan

Li Yuan adalah seorang karyawan yang bekerja di bidang periklanan di China. Di usianya yang ke-24, Yuan diketahui meninggal pada bulan Mei 2013. Sebulan sebelumnya, Yuan diketahui seringkali bekerja terlalu keras dan tanpa henti. Dia seringkali bekerja lembur hingga pukul 11 malam di perusahaannya Ogilvy & Mather China.

Pada hari Senin pukul lima sore, Yuan tiba-tiba saja berdiri dan mengeluhkan sakit pada bagian dadanya. Setelahnya dia jatuh tak sadarkan diri. Yuan segera dilarikan ke rumah sakit, namun sudah terlambat. Dokter menjelaskan bahwa dia meninggal akibat serangan jantung.

Diketahui bahwa China memang memiliki angka yang cukup tinggi, bahkan mengalahkan Jepang, untuk jumlah karyawan yang meninggal akibat pekerjaan. sekitar 600.000 karyawan di China meninggal akibat ‘kelelahan’ setiap tahunnya, seperti dilansir oleh The China Youth Daily. Kebanyakan penyebabnya berkaitan dengan stres, stroke, dan serangan jantung. Beberapa gejala yang dialami adalah insomnia, anoreksia, serta rasa sakit pada dada.

Moritz Erhardt

Moritz Erhardt adalah seorang karyawan intern di Bank of America, London. Erhardt meninggal di usia yang sangat muda, yaitu 21 tahun setelah ditemukan tak sadar di tempat tinggalnya. Meski penyebab kematiannya belum diketahui secara pasti, namun teman-temannya menduga bahwa itu dipicu oleh pekerjaannya.

Erhardt diketahui mengalami serangan jantung setelah sekitar tiga hari bekerja tanpa berhenti. Salah seorang temannya menjelaskan bahwa Erhartd telah delapan kali bekerja lembur dan pada hari-hari terakhirnya dia tak tidur selama 72 jam, sekitar tiga hari, secara berturut-turut.

Di tempatnya bekerja, tampaknya memiliki shift kerja yang panjang bukanlah hal yang luar biasa. Semua orang bisa mendapat shift bekerja selama 18 jam sehari. Namun tak ada yang menyangka bahwa hal ini bisa menyebabkan kematian pada seseorang. Hingga saat ini kasus meninggalnya Erhardt masih dalam penyelidikan pihak berwajib.

Karyawan Toyota, jepang

Pada tahun 2008, seorang insinyur yang bekerja di perusahaan mobil Toyota diketahui meninggal setelah bekerja terlalu lama. Karyawan yang tak diketahui namanya tersebut berusia 45 tahun saat meninggal.

Berdasarkan pengacaranya, Mikio Mizuno, sebelum meninggal pria tersebut tengah mengalami tekanan pekerjaan sebagai pemimpin dalam proyek pengembangan versi hybrid dari Toyota Camry. Selama dua bulan sebelum kematiannya, pria tersebut diketahui sering bekerja lebih lama dari jam kerja yang ditentukan. Dia bahkan sering bekerja di malam hari dan di hari libur.

Tak hanya itu, insinyur tersebut juga sering dikirim ke luar negeri untuk urusan pekerjaan dan tak mendapatkan waktu istirahat yang cukup. Anak perempuannya menemukannya sudah tak bernyawa di rumah. Kasus semacam ini juga pernah terjadi pada salah satu karyawan Toyota yang berusia 30 tahun pada tahun 2002. Pekerja tersebut juga diketahui meninggal saat bekerja.

Di Jepang meninggal akibat bekerja nonstop disebut dengan istilah ‘Karoshi’. Jepang merupakan negara kedua yang sering mengalami kasus seperti ini setelah China. Kasus Karoshi di jepang telah meningkat sejak tahun 1987.

Mita Diran

Kasus terakhir adalah dari Indonesia yang menimpa salah seorang pekerja kreatif, Mita Diran. Di usianya yang masih muda, Mita harus meninggal setelah bekerja selama tiga hari berturut-turut dan sekitar 30 jam. Mita ditemukan tak sadar dan mengalami koma setelah dilarikan ke rumah sakit sejak tanggal 15 Desember lalu. Satu jam setelahnya, Mita dikabarkan meninggal dunia.

Hingga saat ini belum keluar pengumuman resmi mengenai penyebab meninggalnya Mita Diran. Namun dalam postingan yang dibuat oleh karyawan ayah Mita, Shalini, dijelaskan bahwa penyebabnya adalah terlalu banyak bekerja serta terlalu banyak minum kratingdaeng yang pada akhirnya menyerang jantungnya.

Apa penyebabnya?
Beberapa pola yang sama terjadi pada kasus-kasus tersebut, antara lain karyawan yang tak cukup tidur, tidak tidur selama tiga hari dan terus bekerja. Selain itu, salah satu kasus juga menyebutkan adanya konsumsi minuman berenergi.

Meski penelitian belum menemukan adanya orang yang meninggal karena kurang tidur sebagai alasan tunggal, namun nyatanya kurang tidur tak bisa diremehkan. Kurang tidur diketahui bisa menurunkan daya tahan dan kekebalan tubuh. Tak hanya itu, kurang tidur juga memicu produksi hormon cortisol atau hormon stres yang juga memicu kinerja jantung yang lebih cepat. Penelitian yang dilakukan oleh University College pada tahun 2012 mengungkap bahwa stres yang berlebihan bisa mengeraskan pembuluh darah arteri. Nantinya hal ini juga bisa menyebabkan serangan jantung.

Hal tersebut terjadi terutama ketika seseorang terlalu memforsir tubuhnya untuk bekerja dan kurang istirahat. Tak hanya itu, mengonsumsi minuman berenergi juga bisa menambahkan stres pada organ tubuh. Ketika tubuh sedang lelah dan seseorang minum minuman berenergi, organ tubuh akan dipaksa untuk bekerja lebih keras meski tengah kelelahan.

Pemicu lain terjadinya serangan jantung dan kematian mendadak adalah kebiasaan bekerja terus-menerus dalam kondisi duduk. Meski terlihat remeh, namun duduk terlalu lama, terutama dengan dibarengi bekerja nonstop tanpa istirahat juga bisa memicu beberapa penyakit seperti jantung, diabetes, dan lainnya. Dalam waktu yang lama, kebiasaan terlalu lama duduk dan tidak cukup olahraga saat bekerja juga bisa menyebabkan serangan jantung.

Bisa jadi kematian setelah bekerja secara nonstop tak disebabkan oleh satu penyebab saja, namun merupakan gabungan dari banyak pemicu. Mulai dari kurang tidur, stres, tubuh yang kelelahan, serta mengonsumsi minuman berenergi atau melakukan kebiasaan merokok. Tak hanya itu, faktor kebugaran, daya tahan, dan kekebalan tubuh seseorang juga ikut menentukan.

Kasus-kasus ini menjadi peringatan bagi semua orang yang masih sering bekerja lembur dan tidak memperhatikan kesehatan mereka. Bekerja keras memang tak masalah, namun sebaiknya tetap perhatikan kesehatan tubuh.

loading...

Bacaan Terkait: