Dunia Baca dot Com

bukan sekedar Baca untuk membuka jendela Dunia

Menu

Inilah 4 Keganjilan Kecelakaan Maut yang Tewaskan Mahasiswi UNJ

Kategori Dunia: Nasional

4 Keganjilan Kecelakaan Maut yang Tewaskan Mahasiswi UNJ. Delea Nur Alvita (20), mahasiswa Universitas Negeri Jakarta (UNJ) ditemukan tewas setelah kecelakaan tunggal di Jalan Raya Bandung, Kampung Pasri Nangka, Desa Sukasirna, Kecamatan Sukaluyu, Cianjur, Jawa Barat. Delea tewas saat ingin memberikan kejutan kepada sang pacar, Rio Gunawan di Bandung.

Diduga Delea mengendarai motor dari Jakarta menuju Bandung via Cianjur dan kemudian mengalami kecelakaan tunggal. Sebelum mendapatkan kabar duka, keluarga telah melaporkan kehilangan Delea. Delea dinyatakan hilang sejak Sabtu lalu.

Kini keluarga hanya bisa pasrah menerima kenyataan bahwa mahasiswi cantik itu telah meninggalkan mereka. Meski demikian masih banyak kejanggalan yang menyelimuti kasus kematian Delea.

Berikut kejanggalan-kejanggalan tersebut:

Pria misterius bertubuh tambun di kolam renang

Keluarga menilai kecelakaan yang dialami Delea Nur Alvita (20), mahasiswa Universitas Negeri Jakarta (UNJ), janggal. Sebab, sebelum dinyatakan hilang hingga ditemukan tewas dalam kecelakaan di Cianjur, Delea sempat terlihat bersama seorang pria berbadan tambun berusia sekitar 30 tahun di Kolam Renang Arcici, Cempaka Putih, Jakarta Pusat.

Di sana, memang sehari-hari Delea melatih renang pada sejumlah ibu-ibu. Tapi hari itu, menurut petugas kolam renang, pria yang tak biasa menemui Delea itu meminta untuk dilatih dan bernegosiasi untuk membayar.

“Dia ngajar ibu-ibu biasanya. Mereka keluar dan kembali ke kolam renang, tapi Lea kok kayak terhipnotis gitu,” kata Lina, bibi Delea saat dihubungi di Jakarta, Selasa (10/11).

Lina mendatangi kolam renang itu dan menemui petugas yang biasa berjaga di sana setelah Delea dinyatakan hilang. Lina coba menanyakan ke anggota keluarga yang lain apakah pernah tahu Delea punya teman pria bertubuh tambun itu.

“Teman-temannya ke kolam renang mencari Lea. Ketika ditanya kenal dengan pria perawakan gemuk dengan umur 30-an katanya enggak (kenal),” lanjutnya.

Hari itu memang, Delea tak biasa hilang kontak dengan ibunya. Sebab biasanya, mereka sering berkomunikasi.

Tak mahir naik motor, mungkinkah Delea berani ke Bandung?

Delea Nur Alvita (20) Mahasiswi Fakultas Teknik jurusan Tata Rias, Universitas Negeri Jakarta (UNJ) tewas mengenaskan setelah menghantam sebuah pohon dan gapura. Delea disebut-sebut akan memberi kejutan kepada sang pacar di Bandung dengan mengendarai sepeda motor.

Namun hal ini diragukan oleh pihak keluarga. Hal ini karena Delea baru bisa naik motor sehingga tidak mungkin mengendarainya dari Jakarta ke Bandung.

Ketua Program Studi (Prodi) Tata Rias Fakultas Teknik Universitas Negeri Jakarta (UNJ) Titin Supiani juga mengakui kalau Delea belum mahir benar naik motor.

“Sehari-hari kami nggak tahu juga dia naik motor ke kampus atau nggak. Tapi katanya Delea baru dibelikan motor dan dia belum mahir, itu yang membuat kami bertanya-tanya kok bisa dia naik motor ke sana (Bandung)?,” katanya di ruang kerjanya, UNJ, Jakarta Timur, Selasa (10/11).

Ayah Delea, Dadan juga membenarkan hal tersebut. Delea baru dua minggu bisa mengendarai motor sehingga tidak mungkin nekat ke Bandung dari Jakarta sendirian.

“Motor dua minggu lalu saya berikan, STNK juga masih di Komdak,” ujar Dadan.

Ada KTM & STNK, kenapa polisi tak hubungi keluarga

Keluarga sudah mengikhlaskan kepergian Delea Nur Alvita (20), mahasiswa Universitas Negeri Jakarta (UNJ) yang tewas dalam sebuah kecelakaan di Cianjur. Dadan Gandara, ayahanda Delea, mengatakan polisi menyebut penemuan jasad Delea pada Minggu dini hari. Tapi kenapa keluarga tidak dikabarkan, padahal saat itu menempel STNK motor yang ditumpangi korban serta Karta Tanda Mahasiswa (KTM) UNJ.

“Ada beberapa kejanggalan, salah satunya begitu kejadian (kecelakaan) enggak ada respons cepat dari pihak berwajib, padahal di saku celana, ada KTM, ada STNK motor atas nama saya, minimal bisa ditelusuri keberadaannya, kenapa harus nunggu tiga hari dan kita enggak dihubungi, dan info itu (jasad ditemukan) kita cari sendiri,” terang Dadan dalam perbincangannya dengan merdeka.com, Selasa (10/11).

Kejanggalan lain, katanya, bagaimana mungkin Delea yang baru bisa naik motor mengemudi sampai ke Cianjur. “Motor dua minggu lalu saya berikan, STNK juga masih di Komdak,” tambahnya.

Kondisi motor Delea tak seperti kecelakaan tunggal

Ayah Delea, Dadan meragukan keterangan polisi yang menyebut putrinya tewas dalam kecelakaan tunggal. Melihat kondisi motor Dea, Dadan menduga ada penyebab lain dari kecelakaan yang menimpa putrinya.

“Polisi bilang nabrak gapura, tapi kalau kondisi motor depannya patah habis, ban belakangnya bengkok, bentuk motornya enggak jelas. Rasanya separah itu enggak mungkin kalau cuma tabrak nembok itu,” jelasnya.

Sampai hari ini, Dadan sendiri belum pernah berkomunikasi dengan pihak kepolisian. Meski saat prosesi pemakaman tadi, dia sempat melihat ada beberapa anggota kepolisian yang datang.

“Jadi dari awal kita enggak ada pemberitahuan khusus dari pihak terkait. Tadi polisi di pemakaman ada, tapi saya enggak tahu mau apa. Pada saya pribadi belum ada komunikasi. Tapi tidak tahu kalau pada kerabat lain,” pungkasnya.

loading...

Bacaan Terkait: