loading...
Dunia Baca dot Com

bukan sekedar Baca untuk membuka jendela Dunia

Menu

Inilah 5 Fakta Bom Bangkok yang Mengerikan Bikin Dunia Terpana

Kategori Dunia: International, Tahukah Anda?

Lowongan Kerja Terbaru


Powered by: id.neuvoo.com

5 Fakta Bom Bangkok yang Mengerikan Bikin Dunia Terpana. Tak ada yang menduga Senin malam kemarin menjadi hari paling berdarah bagi warga Bangkok tahun ini. Di kawasan sibuk di Jalan Ratchaprasong, dekat Kuil Erawan, Distrik Chidlom, sebuah bom meledak pukul 18.53 waktu setempat. Saksi menyebut mereka melihat korban tewas bergelimpangan. Ledakan itu terjadi di kawasan padat, dekat pertokoan dan perkantoran.

Pemerintah Thailand langsung menuding kejadian ini untuk menghancurkan pariwisata Negeri Gajah Putih itu. Polisi bahkan sudah menyimpulkan pelaku adalah seorang pria berbaju kuning yang terlihat dalam kamera pengawas (CCTV). Dalam gambar itu dia terlihat memakai tas ransel di lokasi kejadian dan kemudian beberapa menit kemudian meninggalkan lokasi tanpa tas ranselnya.

Korban tewas, menurut media massa Thailand mencapai 27 orang. Namun otoritas Negeri Gajah Putih berkukuh, baru ada 16 jenazah yang terdata di seluruh rumah sakit Bangkok terkait ledakan ini. Sedangkan 80 lainnya cedera parah sehingga langsung dilarikan ke rumah sakit. Belum diketahui motif maupun indikasi pihak yang bertanggung jawab atas aksi peledakan bom itu. Berikut lima fakta mengerikan Bom Bangkok yang bikin dunia terpana seperti dilansir oleh Merdeka

Saksi lihat potongan tubuh berserakan di lokasi ledakan bom Bangkok

Sebuah ledakan bom mengguncang Ibu Kota Bangkok, Thailand, pada Senin (17/8). Bom itu meletup tepat di luar sebuah kuil Hindu Erawan di sebuah persimpangan utama pusat kota Bangkok.

Menurut saksi mata, dia melihat potongan-potongan tubuh manusia berserakan di dekat lokasi ledakan. Saat itu, seorang tentara Thailand kemudian meminta para warga menonton insiden itu supaya mundur, dengan mengatakan petugas sedang memeriksa bom kedua.

“Yang bisa saya katakan saat ini adalah ada ledakan di Bangkok pusat dengan menggunakan bom di sepeda motor,” kata wakil kepala Kepolisian Nasional Thailand, Aek Angsananond, seperti dilansir dari Antara.

Hingga saat ini, pihak keamanan Thailand mengakui ada korban jiwa dalam insiden itu. Menurut polisi, korban tewas mencapai 12 orang. Sementara 20 orang luka-luka.

Thailand juga selama satu dekade telah terpecah belah karena adanya persaingan sengit, dan kadang-kadang diwarnai kekerasan, antara faksi-faksi politik di Bangkok dan di wilayah-wilayah lainnya.

Militer memimpin Thailand sejak Mei 2014, yaitu ketika mereka menggulingkan pemerintah terpilih setelah berlangsungnya unjuk rasa antipemerintah selama berbulan-bulan. Pemerintah Thailand juga sejak lama berkonflik dengan penduduk muslim di wilayah Thailand Selatan.

Ledakan Bom Bangkok hanya beberapa kilomter dari sentra bisnis dan perkantoran

Ibu Kota Bangkok, Thailand, diguncang insiden bom yang meledak di Jalan Ratchaprasong, dekat Kuil Erawan, Distrik Chidlom, Senin (17/8) pukul 18.53 waktu setempat. Ledakan itu merenggut nyawa 22 orang, termasuk turis asal China dan Filipina. Dilaporkan 120 lainnya cedera, termasuk 80 orang yang mengalami luka serius.

Kepada merdeka.com, warga Bangkok, Nick Thanaboonchai (29), menyatakan ledakan ini sangat mengejutkan karena terjadi di kawasan padat. Ratchaprasong hanya berjarak beberapa kilometer dari pusat belanja Siam, serta sentra perkantoran dan hotel di ibu kota Negeri Gajah Putih.

“Karena itu kejadian ini sangat menakutkan bagi kami,” ujarnya ketika dihubungi melalui sambungan telepon, Selasa (18/8).

Ledakan ini ternyata terekam oleh kamera sirkuit pengintai (CCTV) di seberang jalan. Dalam video tersebut, terlihat tidak ada kondisi mencurigakan hingga beberapa detik sebelum ledakan.

Dalam rekaman ini dapat disaksikan banyak turis asing yang melalui kawasan dekat Kuil Erawani. Tepat pada pukul 18.30 waktu setempat, ledakan keras mengguncang kawasan tersebut, membuat orang-orang tunggang langgang.

Kepolisian Thailand belum mengungkap petunjuk sementara terkait pelaku peledakan bom ini. “Yang bisa saya katakan saat ini adalah ada ledakan di Bangkok pusat dengan menggunakan bom di sepeda motor,” kata wakil kepala Kepolisian Nasional Thailand Aek Angsananond. Belakangan muncul informasi baru, bahwa bom jenis TNT itu ditanam di Kuil Erawani, menggunakan pipa. Pemerintah Thailand kini meliburkan sementara sekolah dan perkantoran hingga situasi normal.

Satu WNI tewas akibat ledakan bom Bangkok, satu lagi di ICU

Seorang warga negara Indonesia dipastikan meninggal akibat ledakan bom Bangkok di kawasan padat turis kemarin. Sementara satu WNI lainnya berada di ICU.

“KBRI mendapatkan informasi satu WNI tewas dan seorang lainnya masih berada di ICU, korban ledakan Bom Bangkok,” cuit akun resmi Twitter Kementerian Luar Negeri Indonesia, @Portal_Kemlu_RI, Selasa (18/8).

Dari informasi yang diterima merdeka.com dari Direktur Perlindungan WNI dan Bantuan Hukum Indonesia (PWNI dan BHI), Lalu Muhammad Iqbal, kedua korban ini adalah sepasang suami istri berinisial HI dan LLT. Keduanya berada di Bangkok dengan tujuan wisata.

Juru bicara kementerian luar negeri, Arrmanatha Nasir, menyatakan yang tewas adalah LLT setelah pihak KBRI mendalami informasi ada warga Indonesia dirawat di RS Polisi Bangkok. Sedangkan HI, menurut KBRI, kini yang berada di ICU di rumah sakit berbeda, yakni di RS Huai Chiew.

HI mengalami luka parah di kepala dan kini masih dalam kondisi kritis. Pasangan suami istri nahas itu berada dekat Kuil Erawan ketika ledakan terjadi.

KBRI menyediakan hotline untuk menerima laporan bagi pihak yang merasa kehilangan anggota keluarga di Thailand seusai insiden bom tersebut. Untuk setiap kebutuhan informasi lebih lanjut mengenai korban ledakan Bangkok, pihak KBRI Bangkok meminta untuk menghubungi nomor hotline +66929031103.

Sebelumnya diberitakan bom pipa berbahan TNT itu meledak di Jalan Ratchaprasong, dekat Kuil Erawan, Distrik Chidlom, Bangkok, Senin (17/8) pukul 18.55 waktu setempat. Awalnya polisi menyebut bom diletakkan pelaku di sepeda motor. Belakangan, Kepala Kepolisian Thailand, Somyot Poompanmuang, memastikan bom ini ditanam di dekat kuil Erawan. “Jenisnya bom pipa,” kata Somyot

Bom Bangkok ingin hancurkan pariwisata Thailand

Kementerian Pertahanan Thailand belum mengungkap indikasi pelaku yang bertanggung jawab atas ledakan bom pipa di dekat Kuil Erawan, Bangkok, kemarin (17/8). Namun, dilihat dari lokasi serangan yang berada di pusat bisnis dan hotel Negeri Gajah Putih, pemerintah menduga ledakan ini ingin merusak citra Thailand.

“Pelaku sejak awal berniat menghancurkan ekonomi dan turisme,” kata Menteri Pertahanan Prawit Wongsuwan seperti dilansir Kantor Berita Reuters, Selasa (18/8).

Thailand selama ini punya dua ‘kambing hitam’ untuk setiap aksi teror di negara itu. Pertama adalah gerakan separatis di wilayah Pattani, selatan Thailand, yang mayoritas muslim. Namun kelompok ini jarang menggelar serangan di luar wilayahnya.

Sedangkan faktor lain adalah konflik antara pendukung kerajaan Thailand dan pendukung Thaksin Shinawatra yang digulingkan militer. Faktor kedua ini lebih pelik, karena melibatkan persaingan antara sesama petinggi militer yang berdasarkan sejarah selama 50 tahun terakhir, sering menggelar kudeta di negara itu.

Bangkok tegang usai serangan bom, sekolah dan kantor diliburkan

Penduduk Ibu Kota Bangkok, Thailand, masih tegang setelah bom meledak di Jalan Ratchaprasong, dekat Kuil Erawan, Distrik Chidlom, Senin (17/8) pukul 18.53 waktu setempat. Tidak ada imbauan jam malam dari Pemerintah Junta Militer, namun warga menahan diri untuk bepergian ke luar rumah.

Salah satu warga, Nick Thanaboonchai (29), mengaku terkejut mendengar insiden ledakan di salah satu kawasan tersibuk Bangkok itu. “Jujur saja sangat menakutkan. Sampai sekarang lokasi sudah ditutup oleh polisi, tidak ada yang boleh masuk,” ujarnya saat dihubungi merdeka.com, Selasa (18/8).

Di jejaring Facebook, kini beredar meme bertuliskan ‘Pray for Bangkok’. Gambar ini disebarkan untuk mengajak warga berdoa, alih-alih mengunggah foto-foto mengerikan kondisi korban tewas bom yang kemarin malam beredar melalui media sosial. “Lokasi kejadian sangat dekat dari pusat bisnis dan wisata,” kata Nick.

Dihubungi terpisah, Direktur Perlindungan WNI Kementerian Luar Negeri, Lalu Muhammad Iqbal, mengatakan pihak KBRI Bangkok terus mencari informasi adakah warga Indonesia jadi korban. Sejauh ini belum ada indikasi mengarah ke sana. Distrik Chidlom jaraknya dekat dari Wisma KBRI.

Kawasan Ratchaprasong kini sudah dijaga ketat polisi dan tentara Thailand. Hanya petugas medis yang diizinkan masuk untuk mengevakuasi korban yang masih berada di sekiar lokasi. Diperkirakan suasana Bangkok sehari setelah insiden belum akan normal. “Sekolah dan instansi pemerintah diliburkan,” kata Iqbal.

Kantor berita Reuters turut melaporkan pemeriksaan yang kini digencarkan Kepolisian Thailand di batas-batas kota, serta kawasan turis lainnya.

Aparat keamanan Thailand memastikan ledakan di dekat kuil umat Hindu itu berjenis TNT. Awalnya polisi menyebut bom diletakkan pelaku di sepeda motor. Belakangan, Kepala Kepolisian Thailand, Somyot Poompanmuang, memastikan bom ini ditanam di dekat kuil Erawan. “Jenisnya bom pipa,” kata Somyot.

Korban tewas, menurut media massa Thailand mencapai 27 orang. Namun otoritas Negeri Gajah Putih berkukuh, baru ada 16 jenazah yang terdata di seluruh rumah sakit Bangkok terkait ledakan ini. Sedangkan 80 lainnya cedera parah sehingga langsung dilarikan ke rumah sakit. Belum diketahui motif maupun indikasi pihak yang bertanggung jawab atas aksi peledakan bom itu.

loading...

Bacaan Terkait: