Dunia Baca dot Com

bukan sekedar Baca untuk membuka jendela Dunia

Menu

Inilah 5 Fakta Pencabulan Murid SD oleh Pegawai Wanita di Surabaya

Kategori Dunia: Nasional

5 Fakta Pencabulan Murid SD oleh Pegawai Wanita di Surabaya. Pegawai honorer di bagian tata usaha sebuah sekolah dasar (SD) di kawasan Rangkah, Surabaya, Jawa Timur mencabuli dua siswa di sekolah tersebut. Namun, saat kejadian ini dilaporkan ke polisi, tersangka berhasil kabur dan menghilang.

Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polrestabes Surabaya, AKP Suratmi membenarkan kejadian ini, meski dia masih enggan membeberkannya secara detail. Alasannya, tersangka berinisial Y belum tertangkap.

Hingga kini polisi masih berusaha memburu keberadaan pelaku pencabulan tersebut. Sebagaimana Dunia Baca dot Com lansir dari laman Merdeka, pencabulan yang dilakukan pegawai perempuan tersebut dilakukan di ruang kelas. Dan berikut adalah lima fakta pencabulan murid sekolah yang dilakukan pegawai honorer wanita tersebut:

Korban dioral oleh pelaku

Informasi yang dihimpun merdeka.com di Mapolrestabes Surabaya menyebut, tindak asusila yang dilakukan tersangka kepada dua siswa kelas V SD tersebut, yaitu BM (11) dan SN (11) adalah oral seks. Namun polisi hingga kini belum berani menyimpulkan kronologis kejadian.

“Kami memang menangani kasus tersebut. Saksi sudah kami periksa dan untuk tersangka, kami sedang melakukan pengejaran. Kami juga masih melacak keberadaan tersangka,” kata Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polrestabes Surabaya, AKP Suratmi singkat di Mapolrestabes Surabaya, Kamis (14/11).

Oral seks telah dilakukan 3 kali di ruang kelas

Y, pelaku pencabulan terhadap dua murid SD di kawasan Rangkah, Surabaya, Jawa Timur hingga kini masih diburu petugas. Informasi yang dihimpun tindak asusila yang dilakukan tersangka kepada dua siswa kelas V SD tersebut, yaitu BM (11) dan SN (11) adalah oral seks.

Oral seks itu dilakukan sebanyak tiga kali oleh perempuan berusia 35 tahun tersebut. Ironisnya, aksi asusila Y ini dilakukan di ruang sekolah, saat kondisi sudah sepi.

Kejadian ini terungkap saat BM menceritakan oral seks yang dilakukan Y ke pihak sekolah. Atas dasar laporan tersebut, pihak sekolah-pun mengumumkannya.

Korban diperlihatkan video porno sebelum dioral

Dua siswa kelas V sekolah dasar (SD) di kawasan Rangkah, Surabaya, Jawa Timur, dioral seks oleh pegawai wanita di sekolah tersebut. Sebelum melancarkan aksinya wanita yang bertugas di bagian tata usaha itu memperlihatkan video porno terlebih dahulu.

Perbuatan asusila dilakukan di dalam ruangan sudah sepi itu. Video porno itu sudah disiapkan Y (35) dalam handphonenya.

Setelah memperlihatkan video porno kepada calon korbannya, pelaku lalu mengoral mereka. Kejadian tersebut sudah dilakukan pelaku berulang-ulang kepada kedua korban.

Korban diancam agar tidak melapor

Puas mengoral korbannya yang masih duduk di bangku sekolah dasar kelas V, korban lalu menyuruh mereka pergi. Pelaku juga mengancam agar perbuatan asusila itu tidak dilaporkan kepada siapapun.

Ironisnya, tindakan dilakukan di ruang sekolah, saat kondisi sudah sepi. Kejadian terungkap setelah BM menceritakan kejadian itu ke pihak sekolah.

Pihak sekolah pun langsung mengumumkan hal tersebut dan melaporkannya ke petugas kepolisian. Namun setelah aksi bejatnya diketahui, pelaku langsung melarikan diri.

Diduga masih korban lain yang dioral pelaku

Sumber di internal penyidik Polrestabes Surabaya menyebutkan, korban menceritakan kepada pihak sekolah bahwa sebelum dioral, korban dipanggil oleh tersangka dan diajak ke salah satu ruang sekolah saat jam pelajaran berakhir. Di ruang kelas itu korban lalu dioral oleh pelaku.

Informasi yang dihimpun tidak tertutup kemungkinan jika korban bukan hanya BM (11) dan SN (11), tapi masih ada lagi korban yang lain. Sebab oral seks tidak dilakukan secara bersamaan, melainkan satu per satu.

loading...

Bacaan Terkait: