Dunia Baca dot Com

bukan sekedar Baca untuk membuka jendela Dunia

Menu

Inilah 5 Komplikasi yang Sering Terjadi saat Melahirkan (Waspadalah)

Kategori Dunia: Persalinan

5 Komplikasi yang Sering Terjadi saat Melahirkan (Waspadalah). Semua orang yang tak pernah melihat proses persalinan secara langsung pasti berpikir bahwa proses melahirkan sama dengan yang dilihat di televisi. Padahal kenyataannya tak selalu demikian. Bagi beberapa wanita, persalinan bisa jadi sangat menyakitkan. Bagi yang lainnya bisa jadi sangat mudah dan tak membutuhkan banyak waktu.

Terkadang, calon ibu juga bisa mengalami komplikasi ketika akan melahirkan, kebanyakan ketika bayi susah keluar. Ini bisa diakibatkan oleh banyak hal, mulai dari ibu yang lelah mendorong atau terjadi komplikasi serius yang hanya bisa diatasi dengan operasi.

Meski proses kehamilan berjalan lancar, bukan tak mungkin wanita mengalami komplikasi ketika melahirkan. Karena itu tak ada salahnya mempersiapkan diri untuk menghadapi beberapa kesulitan yang mungkin terjadi saat melahirkan.

Berikut adalah beberapa jenis komplikasi yang paling sering terjadi pada saat persalinan, seperti dilansir oleh Mag for Women.

Detak jantung lemah

Komplikasi ini biasanya disebut dengan ‘fetal distress’ dan terjadi ketika ada yang tak beres dengan bayi. Kebanyakan masalah yang berasal dari bayi disebabkan oleh detak jantung bayi yang terlalu lemah, atau detak jantung bayi yang perlahan-lahan semakin menurun.

Jika ini terjadi, biasanya dokter akan berusaha mengeluarkan bayi secepat mungkin. Ketika ibu belum mengalami pembukaan dan belum siap melahirkan, namun detak jantung bayi semakin lemah, dokter akan menyarankan untuk melakukan operasi caesar. Namun jika berada di pertengahan proses melahirkan, dokter bisa saja menggunakan vacuum untuk membuat bayi lebih cepat keluar.

Salah posisi

Salah satu hal yang menyebabkan komplikasi ketika melahirkan adalah posisi bayi yang salah. Ini terjadi ketika posisi bayi tidak menghadap ke bawah, sehingga bayi tak bisa lahir secara normal. Ketika posisi bayi di dalam rahim melintang, menyamping, atau menghadap ke atas, tak mungkin bayi dilahirkan dengan normal.

Ketika hal ini terjadi, ibu hamil biasanya diminta untuk mencoba berbagai posisi agar bayi ikut berotasi dan berada pada posisi yang tepat untuk segera dilahirkan. Terkadang dokter juga akan menekan bagian perut ibu hamil untuk menggerakkan posisi bayi. Namun jika cara-cara alami tersebut tak bisa dilakukan, maka dokter akan melakukan operasi caesar. Operasi caesar sangat penting dalam kasus ini karena jika terus dibiarkan, bisa jadi posisi bayi menyebabkan masalah lain seperti kepala bayi yang tersangkut pada jalan lahir.

Plasenta menghalangi kelahiran

Dalam masa kehamilan, plasenta berfungsi penting untuk memberikan asupan gizi dan makanan pada bayi. Namun kehadiran plasenta terkadang juga bisa ‘mengganggu’ jalannya kelahiran. Salah satu yang sering kita temui adalah bayi yang terlilit oleh plasentanya sendiri. Namun selain itu, terdapat juga masalah lain yang berhubungan dengan plasenta saat melahirkan. Plasenta juga bisa menutupi serviks sehingga bayi kesulitan untuk keluar.

Ketika plasenta menutupi serviks, maka bayi tak akan bisa keluar. Biasanya hal ini bisa terjadi pada masa kehamilan. Namun jika terus berlangsung hingga akan melahirkan, calon ibu bisa dipastikan tak akan bisa melahirkan dengan cara normal. Satu-satunya jalan untuk mengatasi ini adalah dengan dengan melakukan operasi caesar.

Bayi menghirup meconium

Meconium adalah zat semacam tar yang terdapat dalam cairan amniotik dalam rahim. Meconium bisa berbahaya untuk bayi jika terhirup terlalu banyak. Jika meconium yang terhirup hanya dalam jumlah sedikit, biasanya dokter bisa mengeluarkannya secara manual.

Namun jika meconium yang terhirup dalam jumlah banyak, bayi harus segera dirawat saat dilahirkan. Kasus meconium yang terhirup oleh bayi ini sebenarnya tak terlalu berbahaya dan tak menyebabkan kematian. Meski begitu, hal ini bisa menyebabkan bayi sulit bernapas dan mengganggu kesehatan mereka.

Bayi terlilit tali pusar

Kasus semacam ini seringkali terjadi pada bayi, yaitu ketika bayi terlilit oleh tali pusar. Menurut penelitian, kasus ini bisa terjadi hingga 25 persen pada semua kehamilan. Tali pusar yang melilit tubuh bayi tak hanya membuat bayi sulit keluar, tetapi juga membuatnya sulit bernapas. Jika ini tak segera diatasi, lama-kelamaan detak jantung bayi akan melemah. Namun jika ibu sudah siap melahirkan, bayi yang terlilit tali pusar masih berkemungkinan untuk lahir normal, selama tali pusar tak membuat kepala atau tubuh bayi tersangkut.

Jenis-jenis komplikasi di atas sering terjadi dan dianggap normal dalam persalinan. Persiapkan diri Anda dan jangan panik ketika hal-hal semacam itu terjadi. Jika komplikasi membuat Anda terpaksa melahirkan secara caesar, sebaiknya selalu tanyakan pada dokter apa yang membuat Anda harus dioperasi caesar.

loading...

Bacaan Terkait: