Dunia Baca dot Com

bukan sekedar Baca untuk membuka jendela Dunia

Menu

Inilah 5 Pelatih Terburuk dengan Gaji Termahal di Piala Dunia 2014

Kategori Dunia: Piala Dunia 2014

Powered by: id.neuvoo.com

5 Pelatih Terburuk dengan Gaji Termahal di Piala Dunia 2014. Gelaran Piala Dunia 2014 menyisakan banyak cerita lucu, menyedihkan, bahagia, pahit, dan sebagainya. Yang paling banyak dikenang adalah kejadian pahit atau kekecewaan para punggawa yang bermain dan suporter yang mendukung kala timnya harus kalah.

Salah satu yang menjadi kambing saat tim kalah adalah pelatih. Ya, tidak dipungkiri, kesalahan menerapkan strategi pada tim dapat mengakibatkan kekalahan, bahkan dengan sangat menyakitkan. Pelatih selalu dituding sebagai biang kesalahan. Terlebih lagi jika mereka memiliki gaji atau bayaran tinggi. Akan sangat tidak berimbang dengan kualitas yang dimilikinya.

Nah, di Piala Dunia 2014 ini ada sederet pelatih dengan gaji tinggi namun justru mereka tidak bisa berbuat banyak dengan tim yang dibesutnya. Mereka bahkan dicap sebagai pelatih terburuk di ajang Piala Dunia kali ini.

Lantas siapa sajakah para pelatih terburuk di Piala Dunia 2014? Berikut ulasan selengkapnya, seperti dilansir dari laman Merdeka.

Fabio Capello

Fabio Capello saat ini memegang rekor pelatih dengan bayaran tertinggi di Piala Duni 2014. Setidaknya memang pantas bagi Capello mendapatkan hal tersebut. Sebab, siapa berani meragukan sepak terjang Fabio Capello sebagai pelatih sepakbola profesional?

Hampir semua tim atau klub sepakbola yang mendapatkan sentuhan tangan Capello merasakan masa kejayaan yang tak sebentar. Pria asli Italia ini kini menangani timnas Rusia, dengan gaji sebesar Rp 1,34 triliun per tahunnya.

Angka yang sangat fantastis tersebut sepadan dengan harapan rakyat Rusia agar tim negara mereka bisa mengamankan diri dari Korea Selatan di grup H, dan melaju ke putaran kedua Piala Dunia 2014.

Namun apa daya Rusia bahkan harus tersingkir di fase grup. Gaji mahal ternyata tak mampu membuat Capello mengangkat nama Rusia sebagai tim yang diasuhnya.

Roy Hodgson

Ini yang paling ketara. Timnas Inggris menunjuk Roy Hodgson sebagai manager untuk bisa tampil gahar di Piala Dunia 2014. Gaji dengan nominal Rp 70,12 milyar per tahun dihadapkan di depan mata Hodgson.

Inggris masuk ke dalam ‘grup neraka’ pada gelaran Piala Dunia 2014 ini, bersama dengan Uruguay, Kosta Rika, dan Italia. Mungkin karena kesulitan itulah, manajemen timnas The Three Lions berani memberikan gaji tinggi kepada Roy Hodgson.

Hodgson mengambil keputusan berani dengan memasukan banyak pemain baru dan pemain muda dalam skuat Inggris. Nama-nama seperti Adam Lallana dan Raheem Sterling turut ia bawa ke Brasil.

Akan tetapi, ia justru gagal memaksimalkan potensi pemain-pemain tersebut. Salah satu keputusannya yang banyak dipertanyakan fans adalah ketika ia tetap mempertahankan Wayne Rooney. Padahal Wazza sendiri tampil ala kadarnya.

Alhasil, Inggris pun hanya dibawanya bertengger di dasar klasemen grup D dengan raihan poin 1. Timnya hanya bisa mencetak dua gol dan kebobolan empat gol. Hasil yang buruk untuk tim seperti The Three Lions.

Vicente Del Bosque

Vicente del Bosque sudah termasuk pelatih senior dalam ajang Piala Dunia. Sejak Piala Dunia tahun 2010 lalu, Del Bosque sudah melatih tim nasional Spanyol dan membawanya pada kemenangan World Cup pertama.

Prestasi timnas Spanyol di era Del Bosque memang tak main-main. Setelah membawa pulang tropi Piala Dunia, timnas berjuluk La Furia Roja ini menjuarai Piala Euro di tahun 2012. Tak heran jika del Bosque pantas menerima bayaran Rp 40,42 milyar dalam setahun.

Namun yang terjadi, Spanyol dibantai 5-1 di laga perdana kontra Belanda. Hasil yang mengejutkan memang. Di laga kedua kontra Chile, mereka kembali tersungkur. Kali ini dengan skor 2-0. Payahnya, tak ada perubahan siginifikan dari permainan mereka sebelumnya. Pemain yang diturunkan pun juga tetap yang itu-itu saja.

Spanyol sendiri akhirnya hanya bisa menempati peringkat 3 grup B. Mereka mengoleksi 3 poin, memasukkan 4 gol dan kebobolan 7 gol. Hasil yang sangat payah untuk tim sekelas La Roja, sang penguasa Eropa dalam beberapa tahun belakangan.

Namun tetap saja Spanyol tak mampu lolos dari fase grup dan tenggelam di peringkat 3 klasemen grup B di bawah Belanda dan Chile.

Ottmar Hitzfeld

Ottmar Hitzfeld telah melatih tim sepakbola nasional Swiss sejak tahun 2008. Pria yang sebenarnya asli Jerman ini juga memiliki karir yang bagus di kancah sepakbola Eropa, dengan sukses melatih Borussia Dortmund serta Bayern Munich.

Dilihat dari prestasinya di liga sepakbola profesional, tak mengherankan jika dia menerima gaji sebesar Rp 44,70 milyar per tahunnya dari manajemen timnas Swiss.

Namun sekali lagi, Hitzfeld tak mampu berbuat banyak dengan apa yang dimilikinya di pentas Piala Dunia 2014. Meski Swiss mampu melaju ke babak 16 besar, namun tim asuhannya tak berhasil menembus 8 besar usai dikalahkan Argentina 1-0 lewat gol Di Maria pada babak tambahan kedua.

Cesare Prandelli

Yang terkahir adalah Cesare Prandelli. Pelatih timnas Italia ini harus membawa beban berat kala berangkat ke Brasil untuk mengikuti Piala Dunia 2014. Pasalnya, dengan gaji senilai Rp 51,59 milyar akan sangat membuatnya bertaruh pada nasib.

Sebenarnya Prandelli sudah menangani Gli Azzurri sejak tahun 2010. Pelatih yang pernah merasakan merumput untuk klub Serie A, Atalanta dan Juventus, tersebut ditargetkan mampu membawa Italia untuk menembus semifinal.

Lagi-lagi nasib tak berpihak pada Prandelli. Skuadnya justru ‘melempem’ di Piala Dunia Brasil. Mampu menang meyakinkan di laga pertama melawan Inggris, Italia ternyata harus menelan kekalahan di dua pertandingan berikutnya melawan Uruguay dan Kosta Rika.

Alhasil, Prandelli pun dikecam publik Italia karena tak mampu membuat timnya lolos fase grup dan harus pulang mengikuti jejak Spanyol.

loading...

Bacaan Terkait: