Dunia Baca dot Com

bukan sekedar Baca untuk membuka jendela Dunia

Menu

Inilah 7 Langkah Agar Wanita Cepat Hamil Setelah Menikah

Kategori Dunia: Kehamilan, PASUTRI
[neuvoo_jobroll co=id lo=Jakarta kw=Marketing size=20]

7 Langkah Agar Wanita Cepat Hamil Setelah Menikah. Setelah menikah, cukup banyak pasangan yang ingin segera dikaruniai anak. Apalagi jika orangtua mereka termasuk tipe yang hobi bertanya ‘sudah hamil atau belum’. Tentunya pertanyaan itu semakin membuat Anda ingin segera hamil.

Sayangnya untuk hamil, prosesnya tidak semudah membalikkan telapak tangan. Terkadang meskipun Anda sudah merasa sering bercinta dengan pasangan, kehamilan yang ditunggu itu tak datang juga.

Lantas bagaimanakah caranya agar bisa cepat memiliki momongan? Berikut ini tujuh langkah yang bisa Anda coba seperti dikutip Female First:

[neuvoo_jobroll]
  1. Kunjungi Dokter Kandungan
    Hal pertama yang perlu Anda lakukan adalah berkonsultasi ke dokter kandungan. Dengan konsultasi ini, Anda dan pasangan bisa mengetahui kondisi medis yang bisa saja mempengaruhi kemungkinan Anda untuk segera hamil. Dokter juga dapat meminta Anda melakukan serangkaian tes mulai dari tes darah hingga rubella.
  2. Cari Tahu Kapan Masa Subur Anda
    Cara terbaik untuk bisa hamil adalah dengan mengetahui kapan masa subur Anda. Bercinta saat masa subur lebih besar kemungkinannya menghasilkan pembuahaan ketimbang masa sesudah itu.

    Jika Anda dan pasangan kesulitan mengetahui kapan masa subur tersebut, Anda bisa menggunakan alat pengecek masa subur. Alat ini bekerja seperti alat pengecek kehamilan. Sekarang ini ada juga aplikasi di iPhone atau android yang bisa membantu Anda menghintung masa subur.

    Bagi yang belum paham apa itu masa subur dan bagaimana cara mengetahui kapan waktunya? Anda bisa membacanya di sini.

  3. Suhu Basal Tubuh
    Untuk mengetahui kapan masa subur Anda, trik lainnya yang bisa dilakukan adalah dengan mencatat suhu basal tubuh. Untuk mencatatkan hal ini, Anda memerlukan termometer basal. Ukurlah suhu basal tubuh setiap hari di waktu pagi saat baru saja bangun tidur. Lakukan sebelum Anda bangun dari tempat tidur untuk pergi buang air kecil. Saat masa subur, suhu basal tubuh biasanya menurun dan akan naik keesokan harinya. Setelah itu suhu basal tubuh bertahan di ukuran yang sama hingga Anda mendapatkan haid dan selama kehamilan.

    Mencatat suhu basal tubuh ini tidak akan terlalu berguna jika Anda melakukannya hanya sekali. Tindakan ini baru bermanfaat setelah dilakukan beberapa bulan berturut-turut sehingga Anda bisa mendapatkan siklus menstruasi. Anda pun jadi bisa memprediksi dengan tepat masa subur, jadi tahu benar kapan harus bercinta dengan pasangam.

  4. Bercintalah di Waktu yang Tepat
    Setelah tahu kapan waktunya masa subur, Anda dan pasangan bisa membuat rencana untuk bercinta di masa-masa tersebut. Jangka waktunya, mulai dari tiga hari sebelum masa subur sampai selama masa subur itu berlangsung.

    Anda dan pasangan punya waktu beberapa hari untuk bercinta karena sperma bisa bertahan selama 5-6 hari setelah dikeluarkan. Sedangkan sel telur Anda hanya bisa bertahan selama beberapa hari saja. Jadi kalau Anda bercinta di hari Senin, sperma bisa bertahan di tuba fallopi, menunggu sel telur untuk berenang, sampai hari Kamis atau bahkan sampai Minggu.

    Tips tambahan: Jika Anda dan pasangan menunda bercinta sampai masa subur, jangan menundanya terlalu lama. Pria setidaknya harus ejakulasi sehari sebelum masa subur Anda. Jika pria tidak mengalami ejakulasi sebelum hari tersebut, kemungkinan akan ada sperma yang mati saat akhirnya dikeluarkan. Sperma yang mati tentu saja tidak bisa membuat Anda hamil.

  5. Nikmati Prosesnya
    Saat Anda ingin cepat hamil, bisa jadi Anda akan merasa cemas atau gelisah. Hal tersebut sebenarnya normal, asalkan Anda tidak sampai stres. Saat stres, bagian otak yang mengatur hormon kesuburan, tidak akan berfungsi dengan baik. Gara-gara itu, masa ovulasi pun bisa tertunda atau bahkan tidak terjadi sama sekali. Ovulasi merupakan proses pelepasan sel telur dari dalam rahim menuju ke tuba falopi untuk dibuahi.

    Jadi sebisa mungkin sebaiknya Anda tidak sampai stres saat menjalani program kehamilan ini. Nikmati saja proses yang sedang berjalan, tanpa perlu gelisah berlebihan.

  6. Siapkan Pasangan
    Saat memulai program kehamilan ini, tentu saja Anda tidak bekerja sendiri. Pasangan pun harus mempersiapkan diri agar dia bisa mengeluarkan sperma yang berkualitas saat ejakulasi. Berikut ini beberapa hal yang bisa dilakukannya:

    • Stop minum alkohol. Penelitian menunjukkan, minum minuman beralkohol secara rutin bisa menurunkan kadar hormon testosterone dan jumlah sperma. Alkohol juga bisa membuat jumlah sperma yang tidak normal bertambah.
    • Stop merokok. Rokok telah terbukti merusak kualitas sperma dan membahayakan calon bayi.
    • Makan makanan bernutrisi. Makanan yang dikonsumsi sebaiknya banyak mengandung zinc, asam folat, kalsium, vitamin C dan D.
    • Hindari sauna dan berendam di air panas. Panas bisa membunuh sperma.

    Semakin cepat pasangan Anda melakukan perubahan pada dirinya terkait hal-hal di atas, akan semakin baik juga untuk program kehamilan Anda. Jika perubahan tersebut dilakukan dari hari ini, hasilnya akan terlihat dalam tiga bulan atau bisa lebih cepat.

  7. Persiapkan Tubuh Anda
    Sama seperti pasangan, Anda pun perlu melakukan beberapa perubahan saat menjalani program kehamilan. Misalnya saja dengan tidak minum alkohol, berhenti merokok dan tak mengonsumsi obat-obatan.

    Mengurangi kopi juga baik untuk program kehamilan Anda. Minum kopi lebih dari dua gelas sehari bisa membuat kemungkinan untuk hamil semakin kecil. Terlalu banyak minum kopi seringkali dihubungkan dengan menyebabkan keguguran, bayi lahir kecil dan kelahiran prematur. Meski begitu sampai saat ini belum ada bukti ilmiah apakah minum kopi 1-2 gelas sehari akan mempengaruhi bayi atau tidak. Hanya saja, sebagai calon ibu Anda harus tetap hati-hati.

    Jika Anda termasuk wanita yang punya berat badan berlebih, mulailah berolahraga. Dengan menurunkan berat badan, Anda mengurangi risiko mengalami tekanan darah tinggi dan diabetes saat hamil.

loading...

Bacaan Terkait: