Dunia Baca dot Com

bukan sekedar Baca untuk membuka jendela Dunia

Menu

Inilah Berbagai Mitos seputar Gerhana Matahari yang Populer

Kategori Dunia: International

Powered by: id.neuvoo.com

5 Mitos Populer Gerhana Matahari. Gerhana matahari kembali terjadi. Kemarin, separuh belahan bumi pun menyaksikan fenomena alam yang langka ini. Gerhana matahari sendiri terjadi akibat matahari, bulan, dan bumi berada pada posisi satu garis lurus.

Gerhana, baik bulan dan matahari sudah sejak lama menjadi pusat perhatian dalam sejarah manusia. Sebelum penjelasan modern datang dan memberikan pencerahan, berbagai suku bangsa di seluruh penjuru dunia mendefinisikan sendiri mengenai gerhana matahari ini.

Penjelasan mereka pun lebih banyak bersifat mitos. Bahkan, saat ini masih banyak ritual khusus yang dilakukan untuk mencegah efek negatif yang konon ditimbulkan dari fenomena alam ini. Berikut beberapa mitos gerhana matahari di berbagai belahan dunia yang diolah dari berbagai sumber:

5. Di Jepang, gerhana matahari penyebar racun
Orang Jepang yang dikenal maju juga punya mitos tentang fenomena gerhana matahari. Masyarakat Jepang dulu percaya bahwa gerhana matahari adalah sebuah wabah atau pagebluk yang sangat berbahaya.

Ketika gerhana matahari terjadi, orang Jepang percaya sedang ada racun yang sedang ditebarkan. Matahari yang tertutup dan membuat gelap sesaat itu diyakini sebagai racun yang disebar.

Untuk menghindari air di bumi terkontaminasi racun, mereka menutupi sumur-sumur mereka.

#4. Jawa, matahari dimakan Betara Kala
Di tanah Jawa juga ada mitos soal gerhana matahari. Dalam mitos Jawa, fenomena ini terjadi saat raksasa Betara Kala atau Rahu menelan matahari karena dendamnya pada Sang SuryaƂ atau dewa matahari. Hal inilah yang menyebabkan terjadinya gerhana.

Di masyarakat Jawa, ketika fenomena gerhana matahari terjadi maka wanita hamil harus masuk rumah. Anak-anak kecil diharuskan masuk rumah untuk menghindari murka Betara Kala. Dan hingga kini di beberapa wilayah mitos ini masih dipegang teguh.

#3. India, setan makan matahari
Mitos gerhana matahari di India juga ramai dibicarakan saat negeri itu mengalami gerhana matahari total, Rabu 28 Juli 2009. Saat itu, para ahli nujum India memprediksikan, kekerasan dan kekacauan akan melanda seluruh dunia karena kepercayaan tahayul mereka sebagai akibat dari gerhana matahari total.

Dalam mitos Hindu, dua setan yakni Rahu dan Ketu yang diyakini menelan matahari sehingga terjadinya gerhana. Wanita-wanita hamil disarankan tetap berada dalam rumah selama gerhana berlangsung untuk menghindari bayi mereka terlahir tak cacat.

Doa-doa, puasa dan mandi ritual dianjurkan untuk dilakukan di sungai-sungai suci. Hal ini dilakukan untuk menghindari efek negatif dari gerhana tersebut.

#2. Mesir Kuno, dewa matahari melawan ular laut
Dalam mitologi Mesir Kuno ada satu dewa yang paling penting, yaitu Ra. Ra adalah dewa yang berkepala elang dan merupakan dewa Matahari. Dalam kesehariannya, Ra memimpin sebuah perahu yang banyak berisi dewa guna melintasi langit.

Ketika malam hari, Ra kembali ke barat lewat jalan akhirat (underworld) dengan membawa cahaya untuk jiwa-jiwa yang sudah mati. Diceritakan dalam mitos tersebut bahwa perjalanan Ra melintasi langit adalah perjalanan yang sangat berbahaya.

Letak bahaya dari perjalanan Ra adalah adanya Apep, yaitu dewa Ular Laut yang jahat. Apep selalu berusaha untuk menghentikan perjalanan Ra. Bila terjadi gerhana Matahari maka diyakini Apep telah berhasil menghentikan Ra, walaupun pada akhirnya Ra, dewa Matahari berhasil meloloskan diri dan matahari kembali bersinar.

#1. Di China, Naga makan matahari
Di China Kuno, gerhana matahari juga menjadi objek penelitian. Meski demikian masyarakat China lebih mempercayai mitos tentang fenomena gerhana matahari.

Astrolog China pernah menulis tentang gerhana yang terjadi 4000 tahun yang lalu. Sejarawan dan astronom percaya bahwa gerhana itu terjadi tepat pada tanggal 22 Oktober 2134 SM.

Masyarakat China pada waktu itu percaya bahwa terjadinya gerhana Matahari disebabkan oleh adanya seekor naga yang sedang melahap Matahari. Menurut legenda, dua astrolog pada saat itu, Hsi dan Ho, dieksekusi mati karena gagal dalam memprediksikan waktu terjadinya gerhana ini.

Untuk menakuti naga ini, warga lalu membunyikan suara-suara keras seperti petasan. Dan hingga saat ini hal itu masih dilakukan.

loading...

Bacaan Terkait: