Dunia Baca dot Com

bukan sekedar Baca untuk membuka jendela Dunia

Menu

Inilah Cara Mengatasi Ketindihan saat Sedang Tidur

Kategori Dunia: Misteri

Powered by: id.neuvoo.com

Cara Mengatasi Ketindihan saat Sedang Tidur. Pernahkah kamu merasakan seperti ada yang menindih tubuhmu sehingga kamu tidak bisa bangun dari tidur? Banyak orang yang menyebut kejadian ini dengan istilah ‘ketindihan’ atau ‘rep-repan’. Tidak heran jika pada akhirnya mereka menganggap kalau hal ini ada hubungannya dengan dunia mistis karena tubuhmu seolah ditindih oleh makhluk halus sehingga menyebabkanmu jadi sulit bernapas, tidak bisa berteriak, dan tidak bisa bergerak.

Padahal sebenarnya, peristiwa yang ternyata disebut dengan istilah sleep paralysis ini, merupakan sebuah fenomena, di mana kamu berada di tahap transisi antara tidur dan menuju ke tahap sadar sepenuhnya.

Untungnya, fenomena ini bisa kamu cegah dan atasi. Berikut adalah beberapa Cara Mengatasi Ketindihan (Rep-repan) saat Sedang Tidur :

Jangan Melawannya
Seandainya kamu merasa seperti tertindih dan tidak bisa bergerak, jangan terlalu kuat untuk melawannya. Karena, hal tersebut malah akan menambah parah apa yang kamu alami saat terserang sleep paralysis. Mengontrol rasa takutmu adalah hal terpenting yang harus kamu lakukan di saat-saat seperti itu.

Relaks
Saat kamu mengalami sleep paralysis, cobalah untuk relaks dan jangan panik. Sugestikan dirimu dengan mengatakan bahwa ini hanya serangan sleep paralysis dan kamu akan baik-baik saja. Seandainya kamu merasa dadamu seperti tertekan, selama kamu bisa menghadapinya, just ‘go with’ dan jangan melawannya.

Fokus dengan Pernapasanmu
Salah satu cara paling mudah menghadapi sleep paralysis adalah mengontrol napasmu. Dengan mengatur napas, kamu bisa mengatasi beberapa masalah sekaligus. Pertama, kamu jadi bisa mengurangi rasa sakit yang menimpa dadamu. Selain itu, bernapas dengan baik juga bisa mengatasi rasa takutmu, yang biasanya kamu rasakan saat sleep paralysis menyerang. Usahakan juga untuk mengatur napasmu di rate yang normal dan hembuskan dengan bebas sehingga paru-parumu bisa bekerja dengan baik lagi. Pastikan kamu bisa bernapas dengan lega, tanpa ada halangan. Teknik ini setidaknya tidak akan memperparah sleep paralysis-mu dan bisa membuatmu terbangun tanpa masalah.

Coba untuk Gerakan Jari Kakimu
Cara lain yang biasanya berhasil dilakukan oleh banyak orang adalah mencoba untuk menggerakan jari tangan atau jari kaki. Di banyak kasus, cara ini bisa mengatasi peristiwa ’ketindihan’ tersebut.

Kepalkan Tangan
Ini merupakan variasi dari metode menggerakan jari kaki. Cobalah untuk mengepalkan tanganmu, kemudian lepaskan. Lakukan hal ini selama beberapa kali.

Mengernyitkan Wajah
Lakukan gerakan wajah seperti kamu mencium sesuatu yang busuk. Lakukan gerakan ini sebanyak dua atau tiga kali.

Pikirkan Sosok yang Kamu Kagumi
Atau yang kamu sayangi. Dengan fokus membayangkan sosok tersebut, maka hal ini akan membuatmu jadi lebih tenang.

Minta Bantuan
Kalau kamu tidur bersama seseorang (misalnya kakak, adik, atau mungkin pasanganmu), kamu bisa meminta bantuan mereka untuk membangunkanmu seandainya kamu mengalami sleep paralysis. How? Dengan cara verbal. Memang, tidak semua orang yang terserang sleep paralysis bisa bicara. Tapi beberapa orang ada yang mampu. Kamu bisa mencoba mengucapkan kata yang pendek, seperti ‘tolong’. Ketika sleep paralysis menyerangmu, fokuskan pikiran ke tenggorokanmu dan cobalah untuk ucapkan kata tersebut dengan pelan saja. Karena jika kamu mencoba untuk berteriak, kemungkinan yang akan terjadi nantinya adalah imajinasi atau mimpimu malah mengambil alih dirimu dan kamu hanya bisa mengucapkan kata itu di dalam mimpimu.

Batuk
Ini sebenarnya variasi cara lain menggunakan suaramu untuk meminta tolong, selain dengan mengucapkannya langsung. Dengan mencoba untuk batuk, kamu jadi bisa ‘terbangun’ dari sleep paralysis-mu.

Jika kamu sudah bisa mengatasi sleep paralysis dengan salah satu cara di atas, tahap selanjutnya adalah bangun dari tempat tidurmu dan nyalakan lampu. Kemudian, cuci mukamu dengan air dingin. Kalau kamu hanya stay di tempat tidur, tidak menutup kemungkinan kalau kamu bisa kembali terserang sleep paralysis.

loading...

Bacaan Terkait: