Dunia Baca dot Com

bukan sekedar Baca untuk membuka jendela Dunia

Menu

Inilah Daftar Cara Eksekusi Mati Paling Brutal Sepanjang Sejarah

Kategori Dunia: Hukuman Mati

Powered by: id.neuvoo.com

Daftar Cara Eksekusi Mati Paling Brutal Sepanjang Sejarah. Kebanyakan orang menginginkan mati dalam keadaan tidur nyenyak dalam suasana yang nyaman atau dikelilingi oleh orang-orang yang mereka cintai. Namun para terpidana mati, hal itu jauh tak bisa diwujudkan.

Mereka diekseskusi dengan cara-cara yang sangat mengerikan, dipotong-potong bagian tubuhnya pelan-pelan, dibakar bahkan ada yang dikubur hidup-hidup.

Berikut adalah beberapa Daftar Cara Eksekusi Mati Paling Brutal Sepanjang Sejarah, seperti dilansir dari laman Liputan6.

Eksekusi Mati – Dikubur Hidup-hidup

Cara ini dipakai pada masa sebelum masehi. Hukuman seperti ini diterapkan bagi perorangan maupun kelompok. Korban yang akan dihukum diikat tubunya lalu dimasukkan ke dalam lubang lalu dikubur.

Peristiwa terbaru yang menghukum mati dengan cara seperti ini adalah pada Nanjing Massacre selama perang dunia kedua, ketika tentara Jepang mengubur peradaban china secara hidup-hidup yang kemudian disebut sebagai “Ten Thousand Corpse Ditch”.

Eksekusi Mati dengan Ular – Snake Pit

Salah satu cara tertua yang dipakai untuk menyiksa dan mengeksekusi adalah melempar korban ke sebuah lubang yang isinya kawanan ular berbisa. Ular-ular berbisa itu sengaja tak diberi makan agar kelaparan dan menyerang korban.

Beberapa pemimpin terkenal yang mati dengan cara ini diantaranya adalah Ragnar Lodbrok, panglima perang Viking dan Gunnar Raja Burgundy.
Variasi lain dari cara ini adalah dengan melemparkan ke dalam kolam yang berisi penuh dengan ular air yang berbisa.

The Spanish Tickler

Membunuh dengan alat ini pada abad pertengahan dianggap biasa di Eropa. Alat ini digunakan untuk merobek kulit korban juga otot dan tulang. Korban biasanya ditelanjangi dan diikat. Kadang-kadang eksekusi dilakukan di depan umum. Penyiksaan dimulai dari tungkai dan pelan-pelan menuju ke atas, perut, leher dan terakhir adalah wajah.

Eksekusi Mati dengan cara Diiris-iris pelan-pelan

Ling Chi adalah sebutan lain untuk menamai cara mengeksekusi mati ini, Cara ini digambarkan sebagai kematian dengan seribu sayatan. Cara membunuh ini dipraktekkan dari tahun 900 sapai 1905. Bentuk penyiksaan ini mirip dengan The Five Pains, namun memerlukan waktu lebih lama.

Eksekusi dengan cara ini korban sengaja dibuat mati pelan-pelan, selama mungkin.

Eksekusi Mati dengan cara Dibakar di kayu pancang

Kematian dengan cara membakar telah dipakai sebagai bentuk hukuman selama beberapa abad. Cara ini sering diasosiasikan dengan kejahatan seperti pengkhianatan dan sihir. Saat ini tentu hukuman dengan cara ini diangap kejam dan tak beradab. Namun sebelum abad 18, hukuman dengan membakar di tiang pancang dan disaksikan oleh banyak orang adalah praktek yang biasa. Mmbunuh dengan cara seperti ini dianggap sebagai cara mati paling lama.

Necklacing

Eksekusi dengan cara ini biasa dipraktekkan di Afrika Selatan. Sayangnya cara ini sampai sekarang masih dilakukan. Caranya adalah dengan mengalungkan sejenis ban, mengisinya dengan bensin lalu membakarnya. Sehingga tubuh korban pelan-melan meleleh.

Eksekusi Mati Dilakukan oleh Gajah

Di Asia Selatan dan Asia Tenggara, Gajah telah dijadikan cara untuk membunuh terpidana mati selama ribuan tahun. Hewan-hewan mamalia ini dilatih untuk mengeksekusi dengan dua cara.
Cara ini dipakai biasanya oleh para keluarga kerajaan untuk meningkatkan rasa takut rakyatnya.

The Five Pains

Bentuk hukuman mati seperi ini terjadi di China. Korban dipoting mulai dari hidung, lalu tangan, kaki, lalu korban dikebiri dan akhirnya pinggangnya dibelah menjadi dua.

Penemu hukuman ini adalah Li Si, seorang Perdana Menteri Cina yang akhirnya dia disiksa dan dihukum mati dengan cara ini

Colombian Necktie

Metode eksekusi adalah salah satu yang paling sadis. Tenggorokan korban disayat dengan pisau, lalu lidahnya ditarik keluar dengan paksa. Selama masa La Violencia, periode sejarah Kolombia yang penuh dengan pembunuhan, cara ini adalah bentuk eksekusi yang paling umum. Hal ini digunakan untuk mengintimidasi orang lain yang menentang.

Eksekusi Mati dengan cara Digantung

Hukuman seperti ini terjadi di Inggris untuk seorang pengkhianat. Korban digantung dan dipotong-potong sudah biasa terjadi pada masa abad pertengahan.

Cara mengeksekusi seperti ini telah dihapus pada tahun 1814. Telah ada ratusan bahkan ribuan kematian terjadi. Prosesnya eksekusinya adalah sebagai berikut: Pertama, korban diseret pada bingkai kayu ke tempat eksekusi. Kedua, korban digantung dengan leher sampai hampir mati. Ketiga, dilakukan pengebirian, setelah itu isi perut dan alat kelamin dibakar. Akhirnya, tubuh terbagi menjadi empat bagian yang terpisah, baru kemudian dipenggal kepalanya.

Sepatu semen

Eksekusi model ini diperkenalkan oleh Mafia Amerika. Hukuman mati ini dilakukan dengan cara memasukkan kaki korban ke sebuah cetakan yang kemudian diisi dengan semen basah, lalu korban dilempar ke dalam air. Bentuk eksekusi ini sampai sekarang masih dipraktekkan yang kemudian melahirkan istilah, seseorang yang tidur dengan ikan, bentuk eufimisme dari mati.

Guillotine

Guillotine adalah salah satu bentuk eksekusi yang paling terkenal brutalnya. Guillotine terbuat dari baja yang tajam yang digantungkan dengan tali. Korban yang akan dieksekusi kepalanya ditarik ke tempat yang sudah disediakan kemudian Guillotine diayunkan ke bawah dan memenggal leher korban. Pada 16 Oktober 1793, Marie Antoinette, istri Raja Louis XVI dieksekusi dengan guillotine.

loading...

Bacaan Terkait: