Dunia Baca dot Com

bukan sekedar Baca untuk membuka jendela Dunia

Menu

Inilah Daftar Nama 6 Terpidana Mati yang Akan Dieksekusi Serentak 18 Januari 2015

Kategori Dunia: Hukuman Mati

Powered by: id.neuvoo.com

Daftar Nama Terpidana Mati yang Akan Dieksekusi 18 Januari 2015. Kejaksaan Agung (Kejagung) akan mengeksekusi enam terpidana mati pada 18 Januari 2015. Lima terpidana akan dieksekusi di Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah, dan satu narapidana dieksekusi di Boyolali.

Jaksa Agung RI HM Prasetyo mengatakan saat ini masing-masing Kedubes sudah datang ke Nusakambangan, Cilacap, untuk menemui warganya yang akan dieksekusi.

“Pelaksanaan eksekusi matinya dilaksanakan secara serentak dengan pertimbangan strategis dari sisi keamanan dan kelancaran,” kata HM Prasetyo di Jakarta, Kamis (15/1), seperti dilansir dari laman Merdeka.

“Dengan pelaksanaan hukuman mati ini tentunya menimbulkan pro dan kontra. Hukuman mati masih diatur dalam hukum positif kita. Karenanya setelah sudah dijatuhkan dan sudah memiliki putusan tetap, bagaimana pun harus dilaksanakan,” kata Prasetyo dalam konferensi pers di gedung Kejaksaan Agung, Kamis (15/1).

Dan berikut adalah Nama-nama Terpidana Mati yang akan Dieksekusi Hari Minggu 18 Januari 2015.

  1. Namaona Dennis (48) WN Malawi.
    Pekerjaan swasta. Diputus oleh Pengadilan Negeri di tahun 2001, oleh Mahkamah Agung di tahun 2002, mengajukan Peninjauan Kembali di tahun 2009, dan ditolak grasinya 30 Desember 2014.
  2. Marco Arthur Cardoso Muriera (53) WN Brazil.
    Pekerjaan Pilot. Diputus oleh Pengadilan Negeri di tahun 2004.
  3. Daniel Inemo (38) WN Nigeria.
    Diputus oleh Pengadilan Negeri dan Pengadilan Tinggi di tahun 2004, Kasasi di tahun 2005, dan Peninjauan Kembali di tahun 2009.
  4. Ang Kim Sui a.k.a Kim Ho a.k.a Ance Taher (62), kewarganegaraan tidak diketahui.
    Diputus oleh Pengadilan Negeri di tahun 2003, oleh Pengadilan Tinggi di tahun 2003, Mahkamah Agung di tahun 2003, Peninjauan Kembali di tahun 2006.
  5. Tran Ti Bic a.k.a Tran Din Huang (37) WN Vietnam
    Pekerjaan Wiraswasta. Diputus oleh Pengadilan Negeri di tahun 2011, oleh Pengadilan Tinggi di tahun 2012. Tidak mengajukan Kasasi, mengakui kesalahan dan minta ampun. Permohonan grasinya ditolak 30 Desember 2014.
  6. Rani Andriani a.k.a Melisa Aprilia asal Cianjur Jawa Barat.
    Diputus oleh Pengadilan Negeri dan Pengadilan Tinggi di tahun 2000, Mahkamah Agung di tahun 2001, dan mengajukan Peninjauan Kembali 2002.

Mengenai penentuan tanggal, Prasetyo mengatakan semua sudah sesuai prosedur perundang-undangan.

“Itu sesuai dengan ketentuan perundangan yang disebutkan. Tiga hari sebelum hari H para terpidana mati sudah diberi tahu. Waktunya 18 Januari. Tepat 3 hari lebih sedikit setelah diberi tahu. Dan akan dilaksanakan sertentak. Untuk menyiapkan mental dan untuk mendengar permintaan terakhir apa yang disampaikan kepada kita,” jelasnya.

loading...

Bacaan Terkait: