Dunia Baca dot Com

bukan sekedar Baca untuk membuka jendela Dunia

Menu

Inilah Fakta Di Balik Bentrok TNI AD dan Brimob di Batam

Kategori Dunia: Nasional

Fakta Di Balik Bentrok TNI AD dan Brimob di Batam. Kasus bentrok antara TNI dan Polri di Batam kembali membetot perhatian publik. Bentrok terjadi ketika anggota Yonif 134/Tuah Sakti, Kota Batam, menyerang maskas Brimob Polda Kepri di Tembesi. Satu orang anggota TNI tewas dalam peristiwa itu, yakni Praka JK Marpaung.

Kapolri Jenderal Sutarman dan Kasad Jenderal TNI Djoko Mardianto, telah bertemu membahas masalah tersebut. Keduanya sepakat berdamai. Kesepakatan itu disampaikan di hadapan wartawan usai melakukan pertemuan tertutup di Mapolda Kepulauan Riau, Kamis (20/11).

Keduanya juga akan memberi sanksi hukuman kepada anggotanya masing-masing. Namun demikian, penyebab aksi penyerangan itu sampai sekarang masih diselidiki. Selain menewaskan satu anggota TNI, aksi penyerangan itu juga melukai masyarakat sipil.

Berikut ini 4 fakta bentrok TNI AD dan Brimob di Batam seperti dilansir dari laman Merdeka.

Bentrok hanya gara-gara tatapan mata

Sekretaris Dinas Penerangan TNI Angkatan Darat Kolonel Caj Kriswasana menegaskan seluruh anggota TNI-Polri yang terlibat dalam bentrokan di Batam, Kepulauan Riau, akan diberikan sanksi sesuai proses hukum yang berlaku.

“Tidak hanya empat orang yang memiliki masalah yang dihukum, tetapi semua yang terlibat diproses. Walaupun yang bermasalah hanya empat orang, tapi kalau yang lain ikut-ikutan kan itu juga diproses,” kata Kriswasana di Hanamasa Cikini, Jakarta, Kamis (20/11).

Dia mengatakan, bentrokan antara anggota Yonif 134/Tuah Sakti dengan anggota Brimob di Batam dipicu perselisihan karena saling tatap mata, yang melibatkan empat anggota.

“Dua anggota TNI sedang mengisi bensin, lalu di seberangnya ada dua anggota Brimob berada di rumah makan atau warung. Mereka saling lirik, mungkin karena anak muda, mereka emosi. Ibaratnya karena saling tatap, masing-masing emosi, apa kamu lihat-lihat, begitu,” ujarnya.

Lanjut dia, dua anggota TNI kemudian menghubungi rekan-rekannya, begitu pula dengan dua anggota Brimob sehingga terjadi aksi bentrokan yang tidak diinginkan.

Ada warga sipil tertembak

Kepala Staf TNI Angkatan Darat Jenderal TNI Gatot Nurmantyo membenarkan satu anggotanya tewas saat bentrok dengan Brimob di Batam. Selain itu, seorang warga sipil terkena tembakan peluru salah sasaran.

“Selain satu anggota TNI yang meninggal, ada seorang masyarakat sipil terkena tembakan,” kata dia di Polda Kepri, Batam, seperti dilansir Antara, Kamis (20/11).

Anggota TNI yang meninggal adalah Bripka JK Marpaung setelah tertembak dari belakang pada bagian punggung. Sementara warga sipil bernama Kamdani mengalami luka tembak pada bagian paha kanan dan mendapatkan perawatan di RS Otorita BP Batam, Sekupang.

“Semua biaya pengobatan akan kami tanggung. Kami juga akan menyelidiki jenis senjata yang digunakan untuk mengetahui korban terkena peluru nyasar dari siapa,” kata dia.

Gudang senjata dibobol

Dinas Penerangan TNI Angkatan Darat membenarkan pembobolan gudang senjata di Yonif 134/Tuah Sakti di Batam, Kepulauan Riau. Sekretaris Dispenad Kolonel. Caj. Kriswasana mengatakan, senjata yang dibobol tersebut sudah kembali semua.

“Senjata yang di gudang sudah kembali 100 persen dan nggak ada yang hilang,” kata Kriswasana di Hanamasa Cikini, Jakarta, Kamis (20/11).

Menurut dia, senjata yang digunakan para anggota TNI untuk menyerang Mako Brimob Batam berasal dari gudang senjata yang dibobol tersebut. “Senjata yang dipakai menyerang itu dari gudang senjata,” ujarnya.

Namun TNI AD belum tahu siapa pelaku yang membobol gudang senjata tersebut karena masih dalam proses penyelidikan.

Korban meninggal dari TNI bernama Praka JK Marpaung

Seorang anggota Yonif 134/Tuah Sakti, Kota Batam, yang tewas setelah menyerang markas Brimob Polda Kepri di Tembesi bersama regunya diketahui bernama Praka JK Marpaung (33) asal Medan, Sumatera Utara.

“Atas nama JK Marpaung, umur 33 tahun. Malam tadi dibawa teman-temannya ke rumah sakit,” kata Kasubag Humas RS Embung Fatimah, Batam, Adi Maja.

Adi menjelaskan, Marpaung diantar ke rumah sakit oleh rekan-rekannya dalam keadaan sudah meninggal dunia. Untuk luka pada tubuh jenazah, Edi mengaku belum mengetahui detail.

“Setelah sampai lalu dicek dokter sudah meninggal. Semalam yang melakukan pemeriksaan dokter Heri. Jenazah pagi tadi sudah dibawa pulang,” ujarnya.

Jasad Marpaung diambil oleh istrinya, Kamis (21/11) sekitar pukul 08.00 WIB di rumah sakit. Berdasar catatan rumah sakit, jasad bakal dikebumikan di Medan, Sumatera Utara.

loading...

Bacaan Terkait: