loading...
loading...
Dunia Baca dot Com

bukan sekedar Baca untuk membuka jendela Dunia

Menu

Inilah Fakta Sebastian, Pria yang Bakar Diri & Lompat di GBK saat May Day

Kategori Dunia: Tahukah Anda?

5 Fakta Sebastian, Pria yang Bakar Diri & Lompat di GBK saat May Day. Peringatan Hari Buruh (May Day) di stadion Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, kemarin tiba-tiba terhenti. Penyebabnya adalah ada sesuatu yang terbakar dan jatuh dari atap stadion. “Jatuhnya seperti bola api,” kata salah satu buruh yang menyaksikan kejadian itu, Jumat (1/5).

Bola api itu mengenai atap panggung dan kemudian jatuh ke tanah, tepat di belakang panggung. Betapa kagetnya massa buruh, ketika sesuatu yang awalnya dikira bola api ternyata seorang manusia. Aksi nekat pria itu tepatnya terjadi saat Ahmad Dhani, sang vokalis, bersama grup bandnya TRIAD tampil di atas pentas. Ikmal Tobing, sang drummer, menceritakan peristiwa bagaimana peristiwa itu terjadi lewat media sosial Path.

“Pengalaman hari ini manggung di stadion GBK bersama TRIAD. Baru berjalan 2 lagu, dan terjadi insiden seseorang melakukan bunuh diri. Dilakukan dengan cara melompat dari atas lampu stadion dan jatuh terpentok atap panggung dan tepatnya 10 cm di belakang drum saya dengan kondisi membakar diri, dan apa yang terjadi… Pecahan otak korban pun berceceran sampai mengenai drum dan cymbal-cymbal saya,” tulis Ikmal dalam statusnya yang kemudian menjadi viral di media sosial, Jumat (1/5).

“Alhamdulillah kita selamat, dan acara pun diberhentikan dan penuh dengan polisi di TKP. RIP ‘jumpe burning man’,” tutupnya dalam status yang sama.

Berikut 5 fakta insiden pria bakar diri dan lompat dari atap GBK, seperti dilansir dari laman Merdeka.

Sebelum bakar diri & lompat di GBK, Sebastian BBM istri ‘i love you’

Sebastian Manuputi (32) meninggal dunia setelah bakar diri dalam peringatan Hari Buruh sedunia di stadion utama Gelora Bung Karno kemarin. Sebelum meninggal, dia sempat mengirimkan pesan BlackBerry.

“Ayank di mana? Aku selalu cinta kamu istriku. I always love u chayank. Muachhhhhh,” demikian bunyi BBM yang diterima istrinya, Salmah (28) saat ditunjukkan kepada wartawan, Bekasi, Sabtu (2/5).

Salmah mengatakan, pesan itu diterimanya sekitar pukul 23.00 WIB. Sebab, telepon selular miliknya sempat mati ketika berada di Stadion GBK, begitu juga ketika malam kemarin, telepon Sebastian juga mati.

Di saat itu juga pihak keluarga baru mendapatkan kabar bahwa Sebastian meninggal dunia. Korban diketahui meninggal dalam kondisi terbakar di panggung utama perayaan May Day di GBK.

Salmah menuturkan, dia bersama suaminya sama-sama bekerja di PT Tirta Alam Segar, perusahaan yang memproduksi minuman ringan di kawasan Industri MM 2100, Cibitung, Kabupaten Bekasi.

“Saya berangkat kerja bareng dari rumah, waktu ke Jakarta kita beda mobil,” ujarnya di rumah duka, Jalan Pulo Sirih 3, Blok DC nomor 93, Kelurahan Pekayon Jaya, Kecamatan Bekasi Selatan, Kota Bekasi.

Dia mengatakan, terakhir bertemu dengan suaminya saat berada di ruas jalan tol menuju Jakarta. Sebastian sempat memberikan uang saku buat istrinya Rp 50 ribu. “Karena saya minta Rp 50 ribu, kemudian dia kasih. Setelah itu, enggak ketemu lagi,” katanya.

Usai disalatkan di masjid tak jauh dari rumahnya, jenazah Sebastian langsung dimakamkan di TPU Pondok Kelapa, Jakarta Timur. Ratusan buruh turut mengantarkan jenazah anak pertama dari tiga bersaudara itu.

Pria Bakar diri & lompat dari atap GBK timpa 2 bocah

Dari informasi yang dihimpun, Jumat (1/5), tubuh pria yang belum diketahui identitasnya ini diduga menyasar panggung utama yang dipasang. Sebelum mencapai tanah, jasadnya sempat menimpa dua orang anak kecil yang berdiri di belakang panggung.

Kejadian itu membuat kedua anak tersebut mengalami luka-luka, salah satunya diketahui mengalami luka bakar akibat terkena percikan api.

Hingga kini, belum diketahui motif korban membakar diri dan melompat di tengah-tengah acara tersebut. Sedangkan seluruh kegiatan yang sedianya berlangsung hingga malam hari terpaksa dihentikan.

Korban memakai jubah hitam

Seorang saksi mata mengatakan, sebelum bakar diri dan melompat, pria tersebut terlihat menggunakan jubah hitam. “Jubahnya menutup sampai hidung,” ujar saksi mata yang merupakan buruh di Stadion GBK, Senayan, Jakarta, Jumat (1/5).

Dia mengatakan, pria nekat tersebut sebenarnya sempat diteriaki ketika berada di bibir atap. Namun, api tiba-tiba dengan mudah membakar jubahnya. Diduga, jubah tersebut sebelumnya sudah disiram bensin.

“Pas diteriaki oleh massa buruh, langsung lompat,” ujar saksi.

Polisi temukan botol bekas isi bensin

Dari olah Tempat Kejadian Perkara (TKP), polisi menemukan botol bekas air mineral di atap Stadion GBK. Botol ini diduga dipakai korban untuk menyiramkan tubuhnya sebelum melompat ke arah panggung.

“Iya (ada bau bensin), ada satu botol ditemukan di atap stadion, botol Aqua,” ungkap Kapolsek Tanah Abang, AKBP Harry Sulistiadi di Stadion Utama GBK, Jakarta Pusat, Jumat (1/5).

Polisi saat ini masih mencari identitas korban dengan memeriksa beberapa saksi yang melihat aksi nekatnya itu. Belum diketahui apakah lelaki tersebut bagian dari buruh atau pihak lain di luar peringatan May Day.

“Kita dalami dia siapa, buruh atau bukan. Saat ini belum ada keluarga yang melaporkan, belum tahu karena identitasnya pun belum tahu. Kartu Tanda Penduduk (KTP) enggak ada,” jelasnya.

Insiden terjadi saat Ahmad Dhani nyanyi ‘Aku Cinta Kau & Dia’

Aksi nekat pria yang belum diketahui identitasnya itu dilakukan saat artis Ahmad Dhani pentas di atas panggung bersama grup band TRIAD. Lagu pertama ‘Makhluk Tuhan Paling Seksi’ sukses dibawakan Dhani. Namun, di ujung lagu kedua, ‘Aku Cinta Kau dan Dia’, kehebohan terjadi karena ada sesuatu yang terbakar dan jatuh dari atap GBK.

Awalnya, sesuatu yang terbakar dan jatuh itu dikira hanya kain. Namun, setelah dilihat ternyata seorang pria yang dibalut jubah hitam. Sontak, kejadian tersebut membuat heboh peringatan May Day di GBK.

Akibat insiden itu, aksi Ahmad Dhani terpaksa terhenti di lagu kedua. Selanjutnya, peringatan May Day di stadion itu dihentikan.

loading...

Bacaan Terkait: