loading...
Dunia Baca dot Com

bukan sekedar Baca untuk membuka jendela Dunia

Menu

Inilah Isi Surat Terbuka Ustad Arifin Ilham untuk Kepala BNPT yang Memblokir Situs Islam Lokal

Kategori Dunia: Nasional

Isi Surat Terbuka Ustad Arifin Ilham untuk Kepala BNPT yang Memblokir Situs Islam Lokal. 22 Situs Islam yang dianggap bermuatan ajaran radikal diblokir oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemen Kominfo). Kominfo melakukan tindakan tersebut, berdasarkan rekomendasi dari Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), yang menengarai indikasi terlibatnya ke 22 situs tersebut dalam penyebaran kebencian, atau bahkan berafiliasi dengan fenomena gerakan ISIS yang marak akhir-akhir ini.

Berbagai pihak langsung bereaksi atas tindakan Kominfo yang dianggap sewenang-wenang dan otoriter tersebut. Sebagian mereka yang setuju dengan pemblokiran ke 22 situs tersebut, berdalih bahwa kebebasan berpendapat bukan berarti membiarkan satu pihak bebas menebar kebencian melalui medianya.

Sementara bagi mereka yang kontra, apalagi para pemilik ke 22 situs yang diblokir tersebut, menganggap bahwa apa yang dilakukan Kominfo ini tanpa peringatan atau pemberitahuan apapun sebelumnya, sehingga terkesan mirip dengan budaya pemberangusan ala orde baru.

Salah satu tokoh yang menyuarakan kekecewaannya atas sikap pemerintah adalah Ustaz Arifin Ilham. Tak tanggung-tanggung, dai kondang yang memimpin majelis zikir Az-Zikra ini, bahkan menyasar langsung pihak BNPT selaku inisiator awal bagi pemblokiran ke 22 situs tersebut.

Melalui fan page di laman facebook nya, Ustaz Arifin menulis sebuah surat terbuka, yang ditujukannya langsung kepada Irjen Pol Saud Usman Nasution, selaku Kepala BNPT. Berikut adalah isi surat terbuka yang dilayangkan oleh Ustadz Arifin Ilham, sebagai buah kekecewaannya atas tindakan BNPT dan Kemen Kominfo tersebut, seperti dilansir dari laman Merdeka, Rabu (1/4):


Surat Untuk Ayahanda Irjen. Pol. Drs. H. Saud Usman Nasution, Kepala BNPT.

Ayahanda tercinta Irjen. Haji Saud Usman Nasution, nanda wajib mengingatkan ayahanda yg telah memblokir Media Da’wah. Maafkan jika ayah marah dg nanda.

Ayahanda, hidup kita tidak lama di dunia, SANGAT SEBENTAR, apalagi jabatan yg kita emban. Segala sikap dan keputusan kita mengandung konsekwensi dunia akhirat. Bacalah Kalam Allah dg iman, Barang siapa memberi keputusan atau kebiasaan yg baik, lalu banyak yg mengikutinya maka sebanyak itu ganjaran mengalir Allah berikan kepadanya, tetapi sebaliknya barang siapa membuat keputusan atau kebiasaan buruk, lalu banyak yg mengikutinya maka sebanyak itu dosa yg ditimpakan kepadanya (QS An Nisa 85).

Betapa besar NILAI AMAL dan PAHALA bila keputusan itu baik, sebanyak manfaat, sebanyak yg mengikutnya, sebanyak itu pahala mengalir yg ayah raih. Tetapi kalau keputusan itu buruk apalagi sampai menutup JALAN DA’WAH, sungguh keputusan terlalu berani, terlalu riskan ayahanda. Nanda wajib menyampaikan akibat-akibat bagi mereka yg menghalangi da’wah:

1. Mendapat laknat Allah seperti Abu Lahab, “Binasalah kedua tangan Abu Lahab dan sesungguhnya dia akan binasa. Tidaklah berfaedah kepadanya harta bendanya dan apa yang ia usahakan. Kelak dia akan masuk ke dalam api yang bergejolak (QS Lahab 1-4).

2. Akan mendapat azab yang sangat pedih di akhirat kelak

3. Akan mendapat azab Allah saat di dunia

4. Termasuk orang zholim yg sangat merugi
Allah berfirman, “Ingatlah, kutukan Allah (ditimpakan) atas orang-orang yang zalim, (yaitu) orang-orang yang menghalangi (manusia) dari jalan Allah dan menghendaki (supaya) jalan itu bengkok. dan mereka Itulah orang-orang yang tidak percaya akan adanya hari akhirat. Orang-orang itu tidak mampu menghalang-halangi Allah untuk (mengazab mereka) di bumi ini, dan sekali-kali tidak adalah bagi mereka penolong selain Allah. Siksaan itu dilipat gandakan kepada mereka. mereka selalu tidak dapat mendengar (kebenaran) dan mereka selalu tidak dapat melihat(nya). Mereka Itulah orang-orang yang merugikan dirinya sendiri, dan lenyaplah dari mereka apa yang selalu mereka ada-adakan. Pasti mereka itu di akhirat menjadi orang-orang yang paling merugi” (QS Huud : 18 22)

5. Menjadi musuh Allah dunia akhirat. Rasulullahu bersabda, Sesungguhnya Allah Berfirman: Siapa saja yang telah memusuhi juru da’wahKu maka sungguhnya aku telah menyatakan perang kepadanya (HR Bukhori).

6. Menutup Jalan da’wah membuat yang lemah iman semakin jahil, yang benci Islam semakin berjaya. Padahal Rasul yg mulia mengajarkan kita doa mohon perlindungan Allah dari “syamaatatil a’daai” membuat pembenci agama yg mulia ini bertepuk tangan.

7. Menumbuhkan kecurigaan, fitnah bahkan kebencian umat kepada ayahanda dan BNPT. Mengapa tanpa teguran peringatan sebelumnya, mengapa hanya Media Islam dicap radikal kalau yg lain tidak dicap radikal, dsb. Sungguh kecurigaan akan menjadi fitnah, dan fitnah menimbulkan kebencian, dan kebencian menjadi permusuhan. Bahkan sampai meninggalpun bukan saling mendoakan, naudzubillah min dzalika. Bukankah kita bersaudara seiman, bisa duduk bersama, makan minum bersama dan saling menasehati. “Sesungguhnya orang-orang mu’min bersaudara karena itu damaikanlah antara kedua saudaramu dan bertakwalah kepada Allah supaya kamu mendapat rahmat (QS Al Hujurat 10).

Semoga ayahanda tercinta berkenan dan segera membuka kembali Jalan Da’wah mulia ini. Kalau memang banyak kekurangan dan kesalahan ikhwah Media Da’wah, AJAKLAH BERMUSYAWARAH untuk memperbaikinya, insyaAllah semua berkenan dan berkah dg shilaturahm, berkah BNPT, berkah Da’wah, berkah juga untuk negeri yg kita cintai ini. Dan nandapun senang jika ayah mengundang nanda bermusyawarah.

Ikhwah fillah yg diblokir bersabarlah, insyaAllah tidak lama, berdoalah dan doakanlah semua dan tentu pula muhasabah diri. Tantangan da’wah adalah keniscayaan, dan selalu berbuah hikmah besar, sahabatku. Maafkan arifin ini yg merindukan keberkahan harakah da’wah dan kedamaian negeri ini. Alangkah indahnya bila presidennya benar-benar memikirkan keadaan rakyatnya, tentara polisi melindungi rakyatnya, media da’wahnya lancar, rakyatnya menjadi taat, dan negerinya bertabur berkah…insyaAllah, aamiin.

loading...

Bacaan Terkait: