Dunia Baca dot Com

bukan sekedar Baca untuk membuka jendela Dunia

Menu

Inilah Kondisi Vagina Bila Jarang Berhubungan Seks

Kategori Dunia: PASUTRI, Wanita
[neuvoo_jobroll co=id lo=Jakarta kw=Marketing size=20]

Kondisi Vagina Bila Jarang Bercinta. Banyak orang percaya jarang bercinta membuat vagina jadi lebih sempit atau rapat. Benar atau tidak sih kabar ini? Menurut pakar kesehatan wanita bernama Jennifer Wider, kerapatan vagina tidak ada hubungannya dengan frekuensi bercinta. “Banyak orang salah berasumsi wanita yang jarang bercinta memiliki vagina lebih rapat sementara ya ng sering bercinta vaginanya longgar. Namun ini hanya kesalahpahaman saja,” kata Wider. Wider mengungkapkan bahwa vagina merupakan bagian tubuh dengan otot-otot yang elastis. “Vagina akan jadi lebih lebar pada saat bercinta namun akan kembali normal usai bercinta,” lanjutnya.

Lalu, jika pada saat bercinta merasakan vagina terasa begitu rapat, itu bukan jarang bercinta. Wider mengungkap itu bisa jadi disebabkan karena wanita merasa kurang terangsang. Salah satu kehebatan vagina lainnya bisa dilihat pada saat melahirkan. Vagina bisa membesar sebagai jalan bayi lahir ke dunia. Namun setelah beberapa bulan bisa kembali ke ukuran normal. “Beberapa penelitian menunjukkan otot vagina bisa kembali normal enam bulan setelah melahirkan,” tutup Wider.

4 Hal yang Terjadi pada Vagina Ketika Jarang Berhubungan Seks

1. Ketidaknyamanan
“Efek samping yang paling umum terjadi pada vagina ketika berhenti atau jarang bercinta ialah hubungan seksual yang terasa sakit karena otot-otot Anda lama tidak digunakan untuk berhubungan seks,” ujar seorang obgyn di The Ohio State University’s Wexner Medical Center, Brett Worly MD.

[neuvoo_jobroll]

Untuk mengurangi rasa tidak nyaman tersebut, selain bisa dengan menggunakan pelumas, Worly menyarankan, ”Kedua pasangan lebih baik memulainya secara pelan-pelan agar rasa sakit tidak muncul. Namun jika mulai terasa sakit, berhenti melakukannya. Lebih baik coba lagi di lain waktu dengan melakukan lebih banyak foreplay sebelum penetrasi. Karena hubungan seks seharusnya tidak menyakitkan,” ujarnya.

2. Terlalu rapat
Kebanyakan nyeri vagina biasanya cepat menghilang dan dapat “disembuhkan”dengan mengaplikasikan pelumas. Namun dalam beberapa kasus, otot vagina bisa sangat terlalu kencang, sehingga penetrasi pun tidak mungkin dilakukan.

Kondisi ini disebut dengan vaginismus dan ada beberapa alasan mengapa hal ini bisa terjadi. Salah satunya akibat pemerkosaan, kekerasan, atau pelecehan.

“Jika hal ini terjadi pada Anda, saya sarankan pergi ke dokter kandungan untuk mendapatkan diagnosis yang tepat dan terapi fisik panggul,” ujar terapis seks, Holly Richmond, PhD.

3. Dorongan seksual menghilang
Jika Anda tidak merasakan orgasme dalam waktu yang lama, wajar bagi tubuh untuk tidak lagi mengharapkannya. Hal ini dapat berpengaruh juga pada dorongan seksual Anda.

“Orgasme itu sangat bagus, baik dengan cara masturbasi ataupun dengan pasangan Anda, maka tubuh akan mendapatkan endorfin,” ujar Richmond.

4. Atrofi vagina
Jumlah produksi estrogen wanita biasanya akan menurun selama menopause. Sehingga pada wanita menopause, hubungan seks yang kurang aktif dapat memicu atrofi vagina, yaitu dinding vagina kering dan menjadi tipis, sehingga cenderung mudah robek.

Seorang ginekolog, Dr. Barb Depree, MD, menyarankan agar wanita yang tidak memiliki pasangan untuk rutin melakukan masturbasi. Namun jika ada pasangan, lakukan seks rutin dengannya.

loading...

Bacaan Terkait: