Dunia Baca dot Com

bukan sekedar Baca untuk membuka jendela Dunia

Menu

Inilah Kronologi Ibu yang Menyetrika dan Menginjak Kepala Anak Tirinya

Kategori Dunia: Nasional

Powered by: id.neuvoo.com

Kronologi Ibu Setirika dan Injak Kepala Anak Tiri. Seorang ibu bernama Suhemi tega menganiaya anak tirinya, Denis Apriliyan. Oleh ibu tirinya, Denis disiksa dengan cara disetrika di bagian wajah dan diinjak kepalanya. Hingga sekarang ini, Pihak Kepolisian Resort Metro Jakarta Timur sudah mengamankan Suhemi, ibu yang tega menganiaya anak tirinya.

Peristiwa ini terjadi pada Minggu, 22 Maret 2015 pukul 14.30 WIB di kediaman mereka di Jl Masjid Al-Wusto Rt 09/07, Kelurahan Bambu, Kecamatan Duren Sawit, Jakarta Timur. Suhemi geram karena Denis tak mengenal waktu saat bermain, malas belajar dan suka buang air besar di celana.

“Awalnya korban dimarahi oleh tersangka karena main tidak pulang-pulang hingga menangis. Karena korban selalu menangis tersangka langsung mengambil setrikaan dan langsung di tempel di pipi sebelah kiri,” Kasat Reskrim, AKBP Ade Rahmat Idnal, saat rilis di Mapolres Jakarta Timur, Selasa (24/3) seperti dilansir dari laman Merdeka.

“Setelah disetrika si Denis juga ditendang kepala bagian belakang, menyubit dan menginjak tangan bagian kanan korban sehingga mengalami luka lecet pada jari korban,” lanjutnya.

Kejadian ini dilaporkan Uka, ayah kandung Denis atau suami Suhemi. Uka dan Suhemi menikah tahun 2013.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, Suhemi diancam dengan Pasal 80 UU RI No 23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak atau 76 C UU RI No 35 tahun 2014 dengan pidana penjara 5 tahun penjara atau denda Rp 100.000.000. Selain itu, Pasal 44 ayat (1) UU RI No 23 tahun 2004 tentang penghapusan kekerasan dalam rumah tangga dengan penjara paling lama 10 tahun atau denda paling banyak Rp 30.000.000.

Tanggapan Ahok tentang Ibu Tiri yang Tega Setrika dan Injak Anak Tirinya

Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) merasa perihatin saat mendengar kabar tersebut. Namun, dia enggan memberikan komentar lebih jauh mengenai kejadian ini.

“Saya pikir itu kasihan sekali sih, anak 10 tahun. Saya cuma bisa bilang, orang bilang lebih kejam ibu kota daripada ibu tiri. Ternyata lebih kejam ibu tiri, tapi itu masalah keluarga,” katanya di Balai Kota DKI Jakarta, Selasa (24/3).

Dia mengharapkan, dengan adanya kejadian seperti ini fungsi RT dan RW berjalan. Karena warga yang memiliki masalah, terutama konflik rumah tangga, dapat diketahui dan dicegah.

“Setiap keluarga ada kesusahan sendiri. Jadi susah mengetahuinya, ada 10 juta orang, ada kejadian begitu ya susah,” pungkas dia.

“Ibu tiri hanya cinta kepada ayahku saja. Selagi ayah di sampingku, ku dipuja dan dimanja. Tapi bila ayah pergi, ku disiksa dan dicaci, bagai anak tak berbakti, tiada menghirauku lagi” Sepenggal bait dari lagu ‘Ratapan Anak Tiri’ mungkin bisa menggambarkan penderitaan yang dialami oleh Denis Apriliyan. Tidak hanya itu, ibu tiri ternyata juga lebih kejam dari Ibu Kota :D. Semoga peristiwa nahas yang di alami Denis ini bisa menjadi pelajaran bagi kita.

loading...

Bacaan Terkait: