Dunia Baca dot Com

bukan sekedar Baca untuk membuka jendela Dunia

Menu

Inilah Kronologis Pelaku Begal di Amuk Masa dan Dibakar Habis

Kategori Dunia: Nasional

Kronologis Pelaku Begal di Amuk Masa dan Dibakar Habis. Seorang pelaku begal sadis di Jl Pondok Betung, Pondok Aren, Tangerang Selatan tewas setelah dibakar oleh warga yang geram, Selasa (24/2) dini hari. Pelaku sebelumnya sedang beraksi dengan melukai korbannya.

Beruntung warga ada yang melihat aksi itu dan bersama massa lain menangkap pelaku. Pelaku kemudian dihajar hingga babak belur. Tak puas, pelaku kemudian dibakar hingga tewas.

Di Twitter sendiri ramai yang memposting foto kejadian itu. Pelaku yang sudah berlumuran darah tak berdaya kemudian dibakar. Peristiwa itu juga menjadi tontonan warga.

“Nih hasilnya setelah mateng.. Bagi para kang begal yg lainnya mungkin mau dibuat jadi begini kah?,” tulis akun @andre_bighole di akun Path miliknya.

Satu dari empat pelaku begal di Pondok Aren, Tangerang Selatan, tewas setelah diamuk massa dan dibakar warga. Pria yang belum diketahui identitasnya itu sebelumnya baru saja menyabet pemotor dengan samurai.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Martinus Sitompul, menjelaskan awal mula pembegalan itu terjadi. Sekitar pukul 1 dini hari tadi malam, pelaku begal berjumlah empat orang dengan dua motor hendak melakukan pembegalan.

“Mereka melukai korban Wahyu Hidayat (22) dan Sri (20) menggunakan samurai dan mengenai Sri yang dibonceng,” jelas Martinus di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (24/2).

Sadar dirinya menjadi sasaran kejahatan, Sri coba melakukan perlawanan. Salah satu pelaku terjatuh. Melihat temannya terjatuh, pelaku begal lain ikut membantu tapi warga mengetahui aksi mereka.

“Satu tertangkap, tiga melarikan diri,” tambahnya.(Baca juga: Doa Agar Di Jauhkan Dari Kejahatan Begal)

Geram dengan ulah begal, warga emosi. Seorang pelaku yang jatuh langsung diamuk massa. Dia dibuat babak belur, hingga akhirnya dibakar hingga tewas.

“Pihak kepolisian mengimbau masyarakat apabila ada peristiwa semacam ini, terhadap upaya Ibu Sri melakukan perlawanan, pihak kepolisian menyatakan apresiasi dan salut, karena sikap seperti ini perlu ada untuk bisa melakukan antisipasi terhadap timbul kejahatan,” jelasnya.

“Namun, kami juga mengimbau masyarakat supaya tidak main hakim sendiri, yang mengakibatkan meninggalnya seseorang. Kita negara hukum, harus menghormati hukum dan HAM, harus menyerahkan ke yang berwenang, jangan main hakim,” sambung Martinus.

Saat ini, pelaku begal yang terbakar masih berada di RS Tangerang. Identitasnya belum diketahui karena kondisi korban terbakar tanpa sisa.

“Identitas pelaku yang tewas belum didapatkan, karena semua habis gosong terbakar. Wajah korban tidak bisa dikenali,” katanya.

Terkait kasus ini, semua bukti yang tertinggal di lokasi sudah diamankan polisi.

“Kita sudah melakukan autopsi dan mencari keterangan lain tentang identitas korban dan jaringan korban, agar bisa dilakukan tindak lanjut. Bukti samurai pelaku dan motor beat korban sudah ada di kepolisian,” paparnya.

Kepada warga, Martinus berpesan, mengingat aksi begal semakin marak dia mengimbau agar tak bepergian ke luar rumah di atas jam 10 malam.

“Semua daerah rawan. Dengan ini perlu adanya kewaspadaan masyarakat dan kesiagaan pihak polisi, kalau tidak perlu atau penting banget, tidak usah bepergian sendiri dan sepi misal di atas jam 10 malam tidak usah. Lokasi rawan bisanya pernah kejadian, sepi, tanpa penerangan, mobilitas terbatas,” jelas mantan kabid Humas Polda Jabar ini.

loading...

Bacaan Terkait: