Dunia Baca dot Com

bukan sekedar Baca untuk membuka jendela Dunia

Menu

Inilah Kronologis Satu Keluarga Bunuh Diri Secara Bersamaan (Tragis)

Kategori Dunia: Nasional

Powered by: id.neuvoo.com

Kronologi Sekeluarga Bunuh Diri karena Bangkrut. Warga Kompleks Perumahan Duta Bahagia, Pekalongan, Jawa Tengah digegerkan penemuan mayat. Ibu dan anak tewas mengenaskan di dalam rumah perumahan elite tersebut. Mereka adalah Lina (41) dan Dani (11) yang ditemukan tidak bernyawa di rumahnya, Perumahan Duta Bahagia, No 7 RT 1/RW 5, Kraton Lor, Kelurahan Pekalongan Utara, Kota Pekalongan pada Kamis (27/2). Ibu dan anak itu diduga melakukan bunuh diri bersama-sama.

Belum juga selesai menuntaskan kasus ini, polisi kembali menemukan aksi minum racun bersama di tempat yang berbeda. Dua orang ditemukan tewas di Hotel Langen Kota Cirebon, Jawa Barat. Korban ini masih berkerabat dengan dua korban di Pekalongan, mereka yakni Anita (58) yang merupakan nenek Dani dan Rudito (39) paman Dani.

Sementara Salsa (38) pacar Rudito saat ini masih kritis dan harus menjalani perawatan di RS Pelabuhan Kota Cirebon, Jawa Barat. Beberapa fakta ditemukan dari aksi nekat keluarga ini. Berikut adalah beberapa fakta dan kronologi aksi bunuh diri keluarga tersebut, sebagaimana Dunia Baca dot Com lansir dari laman Merdeka.

Bunuh diri setelah makan malam bersama

Sebelum keluarga ini meregang nyawa di tempat yang berbeda. Ibu dan anak, Lina (41), Dani (11) serta Anita (58) yang merupakan nenek Dani dan Rudito (39) paman Dani sampai Salsa (38) pacar Rudito berkumpul bersama. Pertemuan itu di sebuah restoran untuk makan malam. Kemudian Lina dan anaknya pulang ke rumah di Perum Duta Bahagia Pekalongan. Sementara Anita, Rudito dan Salsa pergi ke Cirebon.

Tak disangka keesokan harinya, pada Kamis (27/2), mereka berlima telah bunuh diri dengan menenggak racun.
Lina (41), Dani (11), Anita (58) dan Rudito (39) ditemukan sudah terbujur kaku sedangkan Salsa (38) ditemukan kritis. Kini Salsa masih dalam perawatan di rumah sakit.

Menenggak racun serangga dan pembersih lantai

Kasat Reskrim Polres Pekalongan Kota Ajun Komisaris Polisi (AKP) Bambang Purnomo menyatakan kedua korban ibu dan anak tersebut adalah Lina (41) dan Dani (11) tewas keracunan.

“Berdasarkan dari hasil olah Tempat Kejadian Perkara(TKP) di rumah korban, polisi berhasil mengamankan barang bukti berupa racun serangga dan gelas. Racun serangga tersebut diduga sengaja dikonsumsi oleh keduanya untuk mengakhiri hidup mereka,” tegasnya.

Selain mereka berdua, di lokasi terpisah yakni di Hotel Langen Kota Cirebon, Jawa Barat juga ditemukan dua korban tewas yakni Anita (58) yang merupakan nenek Dani dan Rudito (39) paman Dani. Dari penyelidikan sementara korban tewas di Cirebon akibat meminum racun tikus.

Diduga bunuh diri karena terbelit hutang

Kasat Reskrim Polres Pekalongan Kota Ajun Komisaris Polisi (AKP) Bambang Purnomo mengatakan aksi nekat dilakukan karena masalah ekonomi. Usaha toko material yang sudah berjalan puluhan tahun, terlilit hutang dan bangkrut.

Setelah diketahui bangkrut, keluarga ini sempat bertemu di sebuah restoran? untuk makan malam. Kemudian Lina dan anaknya pulang ke rumah di Perum Duta Bahagia Pekalongan. Sementara Anita, Rudito dan Salsa pergi ke Cirebon. Hingga pada Kamis (27/2) Lina (41) dan Dani (11) yang tinggal di Pekalongan lalu Anita (58) dan Rudito (39) ditemukan tewas di tempat berbeda.

Untuk mengurus kepulangan jenazah Anita dan Rudito, pihak kepolisian setempat telah melakukan koordinasi dengan Polres Cirebon. Rencananya, kedua jenazah dari Cirebon akan diambil hari ini dan disemayamkan di rumah duka di Jalan Tentram Perum Duta Bahagia, Pekalongan Utara, Jawa Tengah.

Keluarga dikenal supel dan ramah

Sejumlah tetangga merasa kaget dengan kabar bunuh diri yang dilakukan oleh keluarga tersebut. Warga menilai keluarga tersebut dikenal baik dan sangat mudah bergaul dengan tetangga.

“Warga mengetahui kabar tersebut setelah Jumat dini hari ada sejumlah mobil polisi parkir di depan rumah mereka. Setelah ditelusuri ternyata keluarga tersebut tewas di dua tempat berbeda karena bunuh diri,” ungkap Kasat Reskrim Polres Pekalongan Kota Ajun Komisaris Polisi (AKP) Bambang Purnomo.

Adri seorang satpam perumahan mengatakan tidak ada kecurigaan apapun. Bahkan saat ia dan rekannya melakukan patroli di komplek perumahan tidak melihat kejadian apapun. Dia baru tahu setelah polisi datang menanyakan alamat korban.

loading...

Bacaan Terkait: