Dunia Baca dot Com

bukan sekedar Baca untuk membuka jendela Dunia

Menu

Inilah Metode Aborsi untuk Menggugurkan Kandungan

Kategori Dunia: Kehamilan

5 Metode Aborsi untuk Menggugurkan Kandungan. Aborsi merupakan prosedur yang digunakan untuk menggugurkan kandungan. Meski prosedur tersebut ilegal di Indonesia, nyatanya masih banyak wanita yang nekat mengakhiri kehamilannya dengan cara tragis ini.

Setidaknya ada beberapa metode yang dilakukan untuk menggugurkan kandungan pada usia kehamilan tertentu. Metode yang dibahas ini pun hanya bisa dilakukan atas persetujuan ahli medis. Simak selengkapnya.

Pil aborsi

Selama bertahun-tahun, warga Prancis, Swedia, dan Inggris sudah terbiasa menggunakan pil atau obat tertentu untuk menggugurkan kandungannya. Obat tersebut bisa diperoleh dari dokter dan tidak perlu melakukan operasi saat aborsi.

Sedot
Pada usia kehamilan 5-12 minggu, prosedur sedot ini bisa dilakukan untuk menggugurkan kandungan. Sebagaimana dilansir dari Contraception About, prosesnya relatif cepat dan biasanya memiliki angka kesuksesan tinggi.

Kuret atau Dilation and Curettage (D&C)
Metode aborsi yang satu ini adalah termasuk prosedur yang cukup mengerikan. Pasalnya pisau tajam dimasukkan ke dalam rahim melalui organ intim wanita untuk mencabik-cabik janin. Potongan janin kemudian dikeluarkan demi membersihkan rahim.

Ekstraksi atau Intact Dilation and Extraction (D&X)
Ekstraksi merupakan metode aborsi yang paling kontroversial karena dilakukan pada minggu ke-21 usia kehamilan. Sebab batas melakukan aborsi biasanya adalah di bawah usia 20 minggu kehamilan. Metode ini hanya boleh dilakukan untuk menyelamatkan nyawa ibu yang terancam.

Induction abortion
Metode mengakhiri kehamilan ini dilakukan pada trimester kedua atau ketiga usia kehamilan. Metode ini biasanya dilakukan hanya jika ada masalah pada janin atau ibu hamil. Selama proses mengakhiri kehamilan, ibu diberi obat-obatan agar bisa kontraksi dan melahirkan bayinya.

Itulah beberapa metode aborsi yang sering digunakan untuk menggugurkan kandungan. Jika tak memiliki alasan medis yang kuat, menggugurkan kandungan sebaiknya tidak dilakukan.

loading...

Bacaan Terkait: