Dunia Baca dot Com

bukan sekedar Baca untuk membuka jendela Dunia

Menu

Inilah Mitos dan Fakta Obat Pemicu Kehamilan

Kategori Dunia: Kehamilan

7 Mitos dan Fakta Obat Pemicu Kehamilan. Tidak semua orang dapat memperoleh kehamilan secara alami. Maka jangan heran, jika Dunia Baca dot Com sering kali berbagi tips agar wanita cepat hamil (Semoga dapat Membantu ya? 😀 )

Banyak cara yang dapat Anda lakukan agar si wanita cepat hamil, salah satunya yaitu obat pemicu kehamilan. Namun, dengan menggunakan obat untuk memicu kehamilan tentu banyak memiliki efek samping, jika di bandingkan dengan cara alami agar cepat hamil (Baca: Panduan Lengkap Cara Cepat Hamil).

Obat-obat pemicu kehamilan biasanya digunakan untuk memperbaiki lingkungan di sekitar ovarium agar ovulasi terjadi. Terkait obat-obatan pemicu kehamilan ada mitos dan fakta yang perlu Anda ketahui.

Berikut ini beberapa mitos dan fakta obat pemicu kehamilan yang dikutip dari buku ‘Making A Baby’ karya Debra Fulghum Bruce, Ph.D, Samuel Thatcher, M.D. Ph.D, dan Britt Berg, M.S, sebagaimana Dunia Baca dot Com sadur dari laman detikHealht.

  1. Menimbulkan Kanker

    Mitos: Obat-obatan kesuburan berisiko karena memiliki efek samping dapat menimbulkan kanker.

    Fakta: Kanker ovarium relatif umum terjadi. Dan pada kenyataannya beberapa wanita bisa mengembangkan kanker ovarium kendati dirinya tidak mengonsumsi obat kesuburan.

    Selama 30 tahun obat kesuburan telah digunakan secara aman, dan beberapa di antaranya berhasil mendukung kehamilan. Tentu saja obat ini harus diberikan dalam pengawasan dokter. American Society of Reproductive Medicine beberapa waktu lalu dengan tegas menolak adanya hubungan obat kesuburan dengan kanker ovarium.

  2. Menyebabkan Cacat Lahir

    Mitos: Obat kesuburan dapat menyebabkan cacat lahir pada bayi (Baca: Tanda-tanda Bayi Normal).

    Fakta: Dalam beberapa penelitian, klaim semacam itu tidak pernah dibenarkan. Bukti yang ada menjelaskan bahwa terapi kesuburan apapun tidak berhubungan dengan meningkatnya kejadian cacat lahir.

    Meski begitu memang angka rata-rata keguguran terjadi sedikit peningkatan setelah menggunakan obat perangsnag kesuburan. Risiko keguguran ini meningkat jika Anda berovulasi di akhir siklus. Perempuan dengan sindrom ovarium polikistik ditengarai memiliki risiko keguguran yang lebih tinggi.

  3. Memiliki Kehamilan Kembar

    Mitos: Obat kesuburan menjamin seorang perempuan memiliki kehamilan kembar.

    Fakta: 2-10 Persen kemungkinan mendapat kehamilan kembar dua terjadi dengan pengobatan clomiphene. Sedangkan jika pengobatan dilakukan dengan suntikan gonadotropin, kemungkinan mendapatkan bayi kembar dua 20-25 persen dan kemungkinan mendapatkan bayi kembar tiga sekitar 5 persen.

  4. Berbahaya

    Mitos: Obat kesuburan berbahaya.


    Fakta:
    Clomiphene jarang menyebabkan terbentuknya kista dan secara virtual tidak pernah menyebabkan sindrom hiperstimulasi ovarium. Di kebanyakan kasus kista yang menimbulkan rasa nyeri, biasanya terjadi di bulan kedua pemberian clomiphene dan melibatkan rangsangan terhadap kista yang memang sudah ada sebelumnya.

    Karena itu sebelum memulai pengobatan dengan clomiphene, harus ada pemeriksaan terlebih dahulu. Obat-obatan yang disuntikkan dapat menyebabkan pembentukan kista, namun sulit ditentukan siapa yang bisa mengalami masalah ini. Jadi bila Anda mengonsumsi obat kesuburan lalu terjadi pertambahan berat badan secara drastis atau timbul nyeri, segera konsultasikan pada dokter.

  5. Mahal

    Mitos: Obat kesuburan luar biasa mahal

    Fakta: Tergantung pada obat apa yang dikonsumsi, namun bisa jadi hal ini benar. Saat buku ‘Making A Baby’dicetak tahun 2000, disebutkan clomiphene yang banyak diresepkan harganya sekitar 30-150 setiap siklus. Sedangkan obat yang disuntikkan biayanya 500-2.000 dollar setiap siklus dengan rata-rata keberhasilan 10-40 persen.

  6. Semakin Banyak Semakin Baik

    Mitos: Semakin banyak mengonsumsi clomiphene maka semakin baik hasilnya.


    Fakta:
    Setelah seseorang berovulasi, meningkatkan dosis clomiphene tidak akan memperbesar peluang kehamilan. Umumnya kehamilan terjadi di 3 siklus pertama. Biasanya tidak ada alasan memakai clomiphene di lebih dari 6 siklus.

  7. Pakai Pil Kontrasepsi di Masa Lalu Bikin Sulit Hamil

    Mitos: Pemakaian pil kontrasepsi di masa lalu untuk menunda kehamilan dapat mengurangi peluang untuk hamil.

    Fakta: Ketidaksuburan atau masalah ovulasi tidak ada hubungannya dengan pemakaian pil kontrasepsi di masa lalu. Namun faktanya pil ini dapat melindungi perempuan dari berbagai masalah seperti mengurangi kejadian PMS, kanker ovarium, fibroid pada rahim, dan kista ovarium.

Pembaca, itulah 7 Mitos & Fakta seputar Obat Pemicu Kehamilan yang dapat Dunia Baca dot Com share pada kesempatan yang baik ini. Dengan demikian, mungkin Anda akan berfikir 2 dan/atau 3 kali untuk mengkonsumsi obat-obatan untuk memicu kehamilan.

Untuk mendapatkan informasi-informasi menarik seputar kehamilan dan cara cepat hamil, Anda dapat mengikuti update bacaan terbaru kami via Twitter dan Facebook. Semoga bermanfaat.

loading...

Bacaan Terkait: