Dunia Baca dot Com

bukan sekedar Baca untuk membuka jendela Dunia

Menu

Inilah Perubahan-perubahan pada Sperma dan Sel Telur Saat Tubuh Menua

Kategori Dunia: Kesehatan, Pria, Wanita

Perubahan-perubahan pada Sperma dan Sel Telur Saat Tubuh Menua. Fakta yang terlihat tak adil bagi wanita dan pria. Ketika usia beranjak dari 20 tahunan ke 30 tahunan, sel telur wanita akan mengalami perubahan yang membuat wanita lebih sulit hamil. Sementara sel sperma pria tampaknya baik-baik saja dan masih bisa terus membuahi sel telur ketika usia beranjak tua.

Meski begitu, hal ini tak sepenuhnya benar. Ketika tubuh menua, baik sel telur maupun sel sperma juga mengalami perubahan. Meski perubahan yang terjadi pada sel sperma tak sedramatis pada sel telur, namun beberapa perubahan juga bisa membuat pria lebih sulit memiliki keturunan.

Penasaran seperti apa perubahan sel telur dan sel sperma saat tubuh mulai menua? Yuk, simak saja ulasannya berikut ini :

--

Awal usia 20 tahunan

Sejak lahir wanita memiliki jumlah sel telur yang tetap, dan terus berkurang ketika dia semakin dewasa. Berbeda dengan pria yang bisa terus memproduksi sel sperma, wanita tak bisa memproduksi sel telur. Pada usia awal 20 tahunan, hanya akan tersisa sekitar 100 – 200 ribu sel telur dalam tubuh wanita. Namun kualitas sel telur masih sangat tinggi.

Sementara itu, pada usia ini sperma pria hanya memiliki usia tiga bulan. Ini adalah waktu yang dibutuhkan oleh sel sperma untuk matang.

Akhir usia 20 tahunan

Pada akhir usia 20 tahunan, wanita mengalami penurunan dalam hal kesuburan. Namun kemungkinan untuk hamil masih tinggi. Wanita memiliki kemungkinan hamil kurang dari setahun setelah menikah sekitar 75 persen.

Sementara itu, kuantitas dan kualitas sperma pada pria tak sepenuhnya berubah, kecuali jika pria memiliki kebiasaan yang tak menyehatkan. Beberapa kebiasaan seperti minum alkohol, merokok, dan penggunaan obat terlarang akan menurunkan kualitas dan kuantitas sperma pria.

Awal usia 30 tahunan

Ini mungkin memang tak adil bagi wanita, karena pada usia ini kualitas dan kuantitas sperma pria tak akan banyak berubah. Perubahan hanya akan terjadi jika dipengaruhi oleh kebiasaan tak sehat yang dilakukan pria. Selama pria melakukan gaya hidup yang sehat, menjaga pola makan, dan menghindari kebiasaan buruk, kualitas dan kuantitas sperma akan tetap baik.

Sementara itu, pada usia awal 30 tahunan wanita akan mengalami penurunan jumlah sel telur. Wanita mulai kehilangan sekitar 1000 sel telur setiap kali menstruasi.

Akhir usia 30 tahunan

Pada usia akhir 30 tahunan, sel telur akan mulai mengalami masalah kromosom. Hanya sekitar 54 persen wanita yang hamil setelah mencoba selama satu tahun. Kemungkinan untuk mengalami keguguran juga semakin tinggi pada wanita.

Sementara pada pria, di usia akhir 30 tahunan mereka akan menghasilkan lebih banyak sel sperma dengan bentuk abnormal. Sel sperma juga memiliki kemampuan bergerak dan berenang yang lebih lambat. Ini akan menurunkan kemungkinan untuk memiliki anak, sekaligus meningkatkan kemungkinan memiliki anak yang mengidap autis dan schizhophrenia.

Awal usia 40 tahunan

Pada usia ini, kemungkinan wanita untuk hamil dengan anak yang mengalami masalah kromosom akan semakin besar. Hamil pada usia ini juga meningkatkan kemungkinan anak akan menderita Down Syndrome. Kemungkinan anak mengalami Down Syndrome sekitar satu persen.

Sementara itu, pria juga mengalami penurunan kualitas sperma dan kuantitas, sehingga akan lebih sulit bagi pria untuk membuahi sel telur dan membuat pasangannya hamil.

Setelah usia 45 tahun

Setelah usia ini, hanya ada sedikit saja wanita yang berhasil hamil. Kemungkinan untuk memiliki anak yang menderita Down Syndrome juga semakin tinggi yaitu satu di antara 30 kemungkinan. Sementara bagi pria, kualitas dan kuantitas sperma akan semakin menurun akibat masalah kesehatan yang dialami di usia tua seperti penyakit ginjal, dan masalah hormon.

Itulah beberapa perubahan yang akan terjadi pada sel telur dan sperma ketika tubuh semakin menua, seperti diungkap oleh Owen K. Davis, seorang ahli kesehatan reproduksi dari Cornell Medical Center, yang dilansir dari laman Merdeka. Jangan kira hanya sel telur saja yang berubah, sel sperma juga bisa semakin menurun kualitasnya. Karena itu, sebaiknya kenali masa-masa subur Anda saat merencanakan memiliki keturunan, sebelum kualitas sel telur dan sperma semakin menurun.

loading...

Bacaan Terkait: