Dunia Baca dot Com

bukan sekedar Baca untuk membuka jendela Dunia

Menu

Inilah Surat Cinta Tertua di Dunia, Sangat Menyentuh Hati

Kategori Dunia: Asmara

Surat Cinta Menyentuh Hati dan Tertua di Dunia. Jika kini Anda sangat mudah berkomunikasi dengan pasangan Anda maka bersyukurlah. Anda tidak perlu menanti berhari-hari kedatangan surat balasan seperti pada era Perang Dunia I (PD I), bahkan ketika surat itu akhirnya tak pernah sampai.

Padahal di tempat berseberangan, ada hati yang menunggu untuk bersemai. Surat cinta dan bunga yang dikirim bersamanya kini menjadi saksi bahwa cinta mampu menguatkan seseorang di medan perang.

Dilansir dari dailymail.co.uk, seorang tentara AS menemukan sebuah surat cinta yang diperkirakan telah berusia 100 tahun.

Surat ini kemudian diklaim sebagai surat tertua di dunia. Surat tersebut ditulis oleh seorang tentara dan mengirimnya untuk sang kekasih di era medan PD I di Perancis. Bunga yang warnanya telah memudar disebut-sebut sebagai bunga Poppy Perancis, satu-satunya bunga yang mampu tumbuh di medan perang yang tandus PDI. Surat tersebut ditanda tangani oleh Chas atau singkatan dari Charles.

Surat tersebut berjudul “On Active Service with the American Expeditionary Force” kemudian dilanjutkan dengan kata-kata yang sangat mengiris hati, “Sayangku, Aku sangat mencintaimu, untuk semua doamu dan cintamu. Jika para pendoa berharap Tuhan mengurus semuanya, mungkin engkau akan sulit memahami ini. Anggap perang ini adalah keinginan Tuhan untuk melindungi umatNya. Jika kamu belum bisa menerima ini, Tuhan tidak selalu ingin kita untuk memahami semua hal, tapi jalani hidupmu.”

Namun sayangnya tidak ada yang mengetahui bagaimana kisah Chas setelah itu, apakah dia selamat dan kemudian kembali bersama dengan kekasih yang dicintainya itu. Pada bulan Mei 1918 lebih dari 1.000.000 tentara AS ditempatkan pada garis depan medan peperangan di Perancis.

Surat cinta dan bunga Poppy Perancis ini selanjutnya akan dilelang pada 28 April oleh Charles Hanson, manajer Hansons Auctioneers di Derbyshire. Surat ini diharapkan menjadi tauladan yang bisa dilestarikan untuk anak cucu, bahwa cinta bukan hanya tentang kata-kata dan tindakan, namun ada zikir dalam cinta, mendoakan dan percaya pada kekuatan doa ketika tak ada lagi upaya yang lebih berarti bisa dilakukan.

loading...

Bacaan Terkait: