Dunia Baca dot Com

bukan sekedar Baca untuk membuka jendela Dunia

Menu

Inilah Transfer Terbaik Sepanjang Sejarah Pasca Piala Dunia

Kategori Dunia: Olahraga

5 Transfer Terbaik Sepanjang Sejarah Pasca Piala Dunia. Selalu, usai Piala Dunia digelar jagat sepakbola sudah dihadapkan dengan musim transfer pemain musim panas. Banyak pemain yang berusaha menampilkan permainan terbaiknya bersama timnas di Piala Dunia agar dilirik oleh kub elit dan di ajak bergabung.

Ajang Piala Dunia memang menjadikan tolak ukur seorang pemain untuk menunjukkan seorang pemain sepakbola kemampuan terbaiknya. Tampil bersama timnas memang bukan perkara mudah. Terlebih lagi itu adalah event terbesar di jagat sepakbola.

Penampilan apik di Piala Dunia memang bukan jaminan seorang pemain sepakbola juga tampil apik di klub. Namun tidak bagi 5 pemain berikut ini. Mereka masuk dalam 5 pemain dengan transfer terbaik pasca Piala Dunia.

Penampilannya bersama timnas benar-benar ditunjukkan sama baiknya kepada klub baru yang dibelanya. Lantas siapa saja mereka? Berikut ulasan lengkapnya.

Angel Di Maria

Usai pertunjukan akbar sepakbola pada tahun 2010 di Afrika Selatan lalu, nama Di Maria melejit berkat penampilan apiknya bersama timnas Argentina. Hal tersebut membuat banyak tim besar berminat memboyong gelandang skill tinggi itu. Hingga akhirnya Angel Di Maria memilih bergabung dengan raksasa Spanyol – Real Madrid.

Di Maria menikmati empat musim indah bersama El Real dengan kesuksesan yang diraihnya. Berkostum Los Merengues, Di Maria memenangkan gelar La Liga pada 2011-12 dan gelar Liga Champions dua musim kemudian.

Kini gelandang dengan kemampuan speed yang luar biasa itu telah hengkang dari Real Madrid menuju Manchester United. Itu pun juga berkat penampilan ciamiknya bersama Argentina sehingga memikat arsitek Louis Van Gaal untuk menebusnya dari Madrid.

Zbigniew Boniek

Zbigniew Boniek adalah seorang pemain sepakbola dengan talenta hebat di eranya. Dia dianggap sebagai salah satu pemain terbesar yang tampil bagi timnas Polandia pada gelaran Piala Dunia 1982 Spanyol.

Boniek mampu membawa negaranya finis ketiga di ajang empat tahunan tersebut dengan torehan 4 gol. USai itu, Boniek diboyong oleh raksasa Italia – Juventus setelah gelaran Piala Dunia tersebut berakhir. Terbukti, kualitasnya pun semakin berkembang di Juventus dan berhasil membawa Juve meraih Scudetto 1984, Piala Eropa pada tahun berikutnya. Bahkan Boniek termasuk dalam 100 pemain sepakbola terbesar sepanjang sejarah.

Carlos Teves dan Javier Mascherano

Berikutnya adalah duo Argentina yang diboyong West Ham di musim transfer usai Piala Dunia 2006 di Jerman. Memang penampilan keduanya cukup impresif bersama tim Tango kala itu, sehingga klub Inggris tersebut rela menebus Carlos Tevez dan Javier Mascherano dari tim asal Brasil – Corinthians.

Keduanya mampu tampil baik di West Ham. Kontribusi keduanya sebenarnya cukup vital bagi The Hammers, hanya saja mereka bertahan satu musim di West Ham usai melewati 9 pertandingan tanpa kemenangan di akhir musim. Lantas keduanya memutuskan hijrah ke klub lain, di mana Mascherano menandatangani kontrak dengan Liverpool, sementara Tevez memilih bergabung dengan Manchester United.

Roberto Baggio

Sebelum Piala Dunia 1990 Italia, nama Roberto Baggio memang sudah naik daun. Penampilannya kala itu bersama Fiorentina membuat banyak klub elit Eropa ingin menggunakan jasanya. Sampai Piala Dunia 1990 digelar di tanah kelahirannya, Baggio berhasil menampilkan kemampuan terbaiknya meski Italia gagal juara dunia. Usai gelaran empat tahunan tersebut Baggio akhirnya mendapatkan tawaran menarik dari Turin.

Adalah Juventus, klub asal Turin yang menawarinya kontrak dengan nilai transfer 13,6 juta dolar. Baggio pun akhirnya menandatangani kontrak tersebut. Bersama Bianconeri, pemain yang memiki rambut unik ini berhasil menghabiskan 5 musim dengan memenangkan Piala UEFA dan scudetto. Pada tahun 1995, dia memutuskan untuk hijrah ke AC Milan.

Gheorghe Hagi

Memang cukup sulit bagi seorang pemain sepakbola mengulangi sukses Piala Dunia bersama timnas kemudian hijrah ke klub baru dan meraih sukses yang sama. Namun hal itu benar-benar terjadi bagi Gheorghe Hagi.

Terlebih lagi dia mengulangi sukses dengan dua klub yang berbeda, yakni Real Madrid (1990) dan Barcelona (1994). Dua klub besar itu dibelanya usai dia berpenampilan baik usai bermain apik di Piala Dunia.

loading...

Bacaan Terkait: