Dunia Baca dot Com

bukan sekedar Baca untuk membuka jendela Dunia

Menu

Kelakukan Nakal Pelajar Bolos Sekolah Demi Mesum Hingga Berjudi

Kategori Dunia: TrueStory

Powered by: id.neuvoo.com

Kisah Pelajar Bolos Sekolah Demi Berjudi Hingga Mesum. Kelakuan para pelajar ini tak layak untuk ditiru. Pamit dari rumah berangkat ke sekolah, tapi ternyata bolos pada jam pelajaran untuk bersenang-senang. Saat bolos mereka masih mengenakan baju seragam lengkap. Tidak tersirat wajah bersalah telah meninggalkan pelajaran dan berhasil mengelabui orangtua.

Namun, niatnya untuk bersenang-senang itu malah berubah jadi tegang. Siswa-siswi ini harus berurusan dengan Satpol PP lantaran tepergok keluyuran dan tengah melakukan perbuatan nakal. Berikut kelakuan-kelakuan nakal pelajar ketika bolos sekolah:

Pelajar Mesum di warnet

Sekitar 12 pelajar terjaring razia Satpol PP Surabaya di beberapa warnet di kawasan Jalan Ploso Baru, Rabu, pada saat jam sekolah berlangsung sekitar pukul 10.00 WIB. Pelajar yang kena razia kemudian diberikan sanksi.

“Rambutnya kita potong pendek agar mereka jera dan tidak mengulangi perbuatannya. Selain itu pihak sekolah dan orangtua mereka juga kita datangkan. Si anak juga buat surat pernyataan,” kata Kepala Satpol PP Surabaya, Irvan Widyanto, seperti dilansir Antara, Rabu (7/1). Menurut dia, saat dirazia, para pelajar mayoritas sedang asyik bermain-main di dunia maya serta masih mengenakan seragam sekolah. Bahkan ada yang kedapatan ada siswa dan siswi sedang berpelukan mesra saat dirazia.

Para ABG tersebut dirazia saat berada di warnet Master, warnet Sentro dan warnet Point.Net. Mereka berasal dari berbagai sekolah, antara lain SMP Giki 2, SMK Bakti Samudra, SMA PGRI 4, SMK PGRI 3, SMKN 8, SMK Berdikari 1, SMP PGRI 1, SMK 45, SMK Bubutan, SMA Muhammadiyah 7.

Selain harus menandatangani surat pernyataan tidak akan mengulangi lagi perbuatannya, pihak Satpol PP juga memanggil pihak sekolah dan orang tua pelajar yang bersangkutan. Irvan menjelaskan razia terhadap anak sekolah tersebut digelar secara rutin.

Sehari sebelumnya Satpol PP merazia sebanyak 14 pelajar. Mereka diamankan saat berada di Sentra Foodcourt Pusura di Jalan Ketabangkali, Taman Mundu serta Taman Valiatif.

Menurut Irvan, razia kepada kalangan pelajar sebagai cara untuk menekan niatan pelajar yang kerap membolos sekolah. “Mereka itu pamit dari rumah dengan orangtuanya kan pergi ke sekolah. Tapi ternyata mereka tidak masuk sekolah alias bolos,” kata Irvan.

Salah seorang anggota Satpol PP wanita Luluk mengatakan pihaknya mengamankan langsung sepasang pelajar di salah satu warnet di Jalan Ploso Baru. Saat di dalam warnet kedua kedapatan sedang pacaran dan masih mengenakan seragam sekolah.

“Saya sendiri yang mengamankan. Layaknya mereka seperti orang dewasa yang berkasih-kasihan, ketika itu keduanya asyik berpelukan,” katanya.

Kisah Pelajar Nongkrong di warung remang-remang

Petugas Satuan Polisi Pamong Praja Kota Kediri, Rabu (27/1) siang, melakukan razia terhadap puluhan pelajar yang bolos pada jam masuk sekolah. Razia dilakukan di sejumlah warung remang-remang, kafe, warnet dan warung kopi di kawasan Kediri.

Razia pelajar bolos ini dilakukan menyusul banyaknya pengaduan terkait aktivitas ABG berseragam sekolah yang kerap meresahkan masyarakat. Para ABG berstatus pelajar dan mahasiswa kerap nongkrong di warung remang-remang saat jam pelajaran.

Menurut Komandan Regu III Operasional Satpol PP Kota Kediri, Dhany Adi mengatakan, para pelajar yang terjaring razia akan dibawa ke kantor Satpol PP kota Kediri untuk di data dan diberikan pembinaan. Selanjutnya akan dilaporkan ke pihak sekolah masing-masing.

Dalam razia bolos sekolah kali ini sedikitnya 30 orang personel Satpol PP diterjunkan, untuk menyisir sejumlah lokasi yang kerap dijadikan bolos pelajar.

Kisah Pelajar Bawa video porno saat nongkrong

Belasan pelajar di Surabaya, Jawa Timur terjaring razia Satpol PP Kecamatan Genteng karena bolos sekolah, Selasa (11/11). Beberapa siswa ini, juga diketahui menyimpan file-file video porno di dalam tasnya.

Camat Genteng Surabaya, Aider Zakaria menjelaskan, razia yang digelar pihaknya bersama Satpol PP ini, bertujuan untuk menekan angka kenakalan remaja di Kota Pahlawan.

“Jadi razia ini kami gelar, memang untuk meminimalisir kenakalan remaja yang makin meningkat. Tahu sendiri kan, sejumlah kejahatan di Surabaya, pelakunya justru diketahui masih berstatus pelajar,” terang Zakaria di kantornya.

Dikatakan Zakaria, selain berhasil menjaring pelajar putra dan putri di beberapa lokasi di wilayah Kecamatan Genteng, pihaknya juga menemukan beberapa file video porno dalam tas para pelajar yang terjaring razia. “Kita juga menemukan file-file video porno dalam bentuk flash disk yang dibawa para siswa.”

“Saat dilakukan penggeledahan, kita temukan file-file video porno yang disimpan dalam tas. Mereka yang kedapatan membawa file porno, akan mendapat penanganan khusus dari tim Konseling Bapemas,” katanya lagi.

Sementara sejumlah lokasi yang disasar petugas Satpol PP dan kerap dijadikan tongkrongan pelajar di saat jam sekolah di antaranya, Taman Ketabang Kali, Taman Skate, dan sejumlah tempat lainnya.

Selanjutnya, beberapa pelajar yang tertangkap itu, kemudian langsung didata di Kantor Kecamatan Genteng. Selain didata, petugas juga menggeledah tas mereka masing-masing.

Zakaria juga menegaskan, bagi para pelajar yang terjaring razia ini, akan segera dimasukkan shelter, jika terbukti mempunyai masalah sosial tertentu. “Mereka yang terjaring razia, secepatnya akan dilakukan pembinaan secara khusus bersama guru mereka masing-masing,” tegasnya.

Usai pendataan, para orangtua murid yang bolos itu, juga dipanggil untuk menjemput anaknya masing-masing di Kantor Kecamatan.

Dari pengamatan merdeka.com, salah satu pelajar yang sudah dijemput orangtuanya, terlihat ketakutan dan menangis. Tak hanya itu, siswa itu juga meminta maaf dan bersujud mencium tangan ibunya karena sudah berulang kali tertangkap tangan bolos sekolah.

“Diharapkan, para orangtua juga lebih jeli dan meningkatkan pengawasan anaknya di lingkungan luar sekolah,” tandas Zakaria.

Kisah Pelajar Main judi

Satuan Polisi Pamong Praja Tanah Datar, Sumatera Barat, menangkap empat pelajar SMA yang sedang asyik main kartu ceki. Keempatnya ditangkap saat jam pelajaran sekolah di sebuah warung Jorong Bulakan di Nagari Padang Magek, Kecamatan Rambatan.

“Keempat siswa yang ditangkap itu VR dan RR siswa kelas XII SMA Negeri 1 Rambatan, Ad siswa kelas XII SMK Negeri 1 Batipuh, dan Ba siswa kelas XI SMK Karya Padang Panjang ditangkap pukul 11.00 WIB,” kata Kepala Satpol PP Tanah Datar, Armen di Batusangkar seperti dilansir Antara, Jumat (16/1).

Armen mengatakan, pihaknya telah memberikan arahan kepada empat pelajar yang terjaring tersebut dan meminta keterangan orangtua dan sekolah. “Mereka yang ditangkap kami lakukan pembinaan. Setelah itu mereka menandatangani surat pernyataan tidak akan mengulangi lagi,” katanya.

Lebih lanjut, Armen menegaskan, jika keempat pelajar tersebut mengulangi perbuatan negatif tersebut, maka akan dikeluarkan dari sekolah. Sebab, kesepakatan sudah disetujui pihak sekolah bersama dinas terkait.

Pihak sekolah diimbau agar siswa tidak masuk sekolah harap dikonfirmasi kepada orangtua sehingga dapat dilakukan pengawasan kepada anaknya. “Kami sebagai penegak peraturan daerah tetap menindak tegas siswa yang berkeliaran pada jam sekolah, apalagi melakukan kegiatan negatif,” katanya.

Sementara, Wakil Kepala SMA 1 Rambatan Bidang Pembinaan, Erman mengatakan, dua siswanya yang ditangkap itu tidak masuk sekolah sejak pagi, dan pihak sekolah tidak mengetahui kegiatan di luar sekolah yang mereka lakukan.

loading...

Bacaan Terkait: