Keseimbangan Seks & Seksualitas | Dunia Baca dot Com

You are here:

Keseimbangan Seks & Seksualitas

Capai Sukses

SeksualitasContoh Makalah Keperawatan. Keseimbangan seks dan seksualitas sangat penting dicapai oleh individu. Karena hal ini berpengaruh terhadap kemampuan individu dalam menjalankan peran dan fungsinya di masyarakat sesuai dengan identitas gender yang disandangnya.

Kemampuan pencapaian keseimbangan seks dan seksualitas ini dipengaruhi oleh lingkungan sosialnya dari sejak fase pertumbuhan dan perkembangan pada awal kehidupan individu, seperti tentang pengenalan identitas dan peran gender yang dipelajari individu di lingkungan tempatnya berada sesuai dengan ciri gendernya, contoh : adanya perbedaan prilaku dan peran antara anak laki-laki dan perempuan.

Karena identitas gender tersebut, prilaku gender dan norma seksual berbeda antar kultur dan berubah sesuai dengan zaman. Perlu di mengerti yang terpenting bukan norma itu sendiri, tetapi yang lebih penting adalah apakah norma itu di mengerti dan di terima oleh orang-orang pada kultur atau masyarakat dimana individu tinggal.

Pesan Sponsor

Seksualitas merupakan bagian integral dari kehidupan manusia. Lingkupan seksualitas suatu yang lebih luas dari pada hanya sekedar kata seks yang merupakan kegiatan hubungan fisik seksual. Kondisi Seksualitas yang sehat juga menunjukkan gambaran kualitas kehidupan manusia, terkait dengan perasaan paling
dalam, akrab dan intim yang berasal dari lubuk hati yang paling dalam, dapat berupa pengalaman, penerimaan dan ekspresi diri manusia.

Bayak elemen-elemen yang terkait dengan keseimbangan seks dan seksualitas. Elemen-elemen tersebut termasuk elemen biologis; yang terkait dengan identitas dan peran gender berdasarkan ciri seks skundernya dipandang dari aspek biologis.

Elemen sosiokultural, yang terkait dengan pandangan masyarakat akibat pengaruh kultur terhadap peran dan kegiatan seksualitas yang dilakukan individu. Sedangkan elemen yang terakhir adalah elemen perkembangan Psikososial laki-laki dan perempuan. Hal ini dikemukakan berdasarkan beberapa pendapat ahli tentang kaitannya antara identitas dan peran gender dari aspek psikososial. Termasuk tahapan perkembangan psikososial yang harus dilalui oleh oleh individu z`berdasarkan gendernya.

ELEMEN-ELEMEN SEKSUALITAS
Di tinjau dari berbagai sudut baik biologis, psikologis, maupun sosio dan kultural, seksualitas mencakup diri sendiri dan individu lain. Seksualitas merupakan proses yang berkesinambungan, yang berubah sesuai dengan usia, sesuai dengan peran yang ada di masyarakat sesuai dengan gender serta interaksi dengan orang lain dan lingkungan. Seksualitas harus di pandang secara keseluruhan dalan konteks kehidupan manusia dan dalam berbagai dimensi. Karena pandangan tentang seksualitas mencakup siapa kita dan apa yang kita kerjakan.

A. Elemen Biologis

  1. Perkembangan Awal
    Perbedaan Biologis antara laki-laki dan perempuan di tentukan sejak masa konsepsi. Janin perempuan mempunyai dua kromosom X dari setiap orang tua. Janin laki-laki mempunyai kromosom X dan Y. Kromosom X dari dari ibu dan Y dari ayah. Awalnya tidak ada perbedaan yang menonjol dari perkembangan janin. Sejak tujuh minggu masa konsepsi, organ seksualitas laki-laki mulai terbentuk karena pengaruh hormon testeteron. Dan pada waktu yang sama organ seksual perempuan mulai terbentuk karena kurangnya testeteron, bukan karena adanya hormon esterogen.Pada masa puberitas, hormon membantu untuk menyempurnakan perkembangan laki-laki dan perempuan. Perempuan mulai menstruasi dan terbentuk ciri seks skunder. Laki-laki mulai membentuk sperma dan ciri seks
    sekunder.
  2. Respon Seksual Dewasa
    Orang dewasa melakukan hubungan seksual untuk kesenangan dan untuk melanjutkan ketutunan. Laki-laki dan perempuan dewasa normal menjalankan peran dan identitas gender yang kuat.
  3. Menaupose
    Menapause ditandai dengan berhentinya siklus menstruasi dan merupakan akhir dari kemampuan reproduksi wanita. Istilah klimakterium sebenarnya lebih tepat karena menggambarkan proses berkurangnya produksi esterogen oleh ovarium, berubahnya permukaan uterus, berkurangnya ukuran vagina dan klitoris.
  4. Penuaan dan Seksualitas
    Seksualitas tidak ada hubungananya dengan usia. Tetapi usia ada hubungannya dengan seksualitas. Manusia selalu membutuhkan keakraban (intimacy) dan sentuhan selama hidupnya. Kemampuan untuk melakukan hubungan seksualitas tidaklah berakhir dengan menapause. Ada sedikit perubahan yang terjadi dengan penuaan yang berdampak terhadap hubungan seksual.

B. Elemen Psikologis

  1. Identitas Gender
    Identitas gender merupakan perasaan seseorang menjadi laki-laki atau perempuan, dan mendeskripsikan perasaan seseorang akan sifat kelakilakiannya atau kewanitaanya. Peran gender merupakan bagian dari identitas seseorang. Masyarakat mempunyai peran penting dalam perkembangan identitas gender. Begitu bayi lahir langsung memiliki identitas gender. Diberikan baju dan mainan tertentu. Selain itu respon orang dewasa terhadap anak laki-laki dan perempuan berbeda tergantung pada cara dia di besarkan dan gaya mengasuh anak.Ketika anak tumbuh, ia menyatukan informasi dari masyarakat dan dari persepsi tentang dirinya untuk membangun identitas gender. Pada usia tiga tahun, anak tahu tentang dirinya sendiri, sebagai anak perempuan atau anak laki-laki. Mereka juga tahu bahwa tidak akan dapat mengubah seks dengan mengubah penampilannya.

    Josselyn (1969), mengemukakan bahwa sumber utama identitas seksual yang menentukan konsep seseorang akan dirinya dan orang lain sebagai wanita/pria tergantung dari : Ciri biologis yang di turunkan dan Konsep serta peran gender

  2. Peran Gender
    Peran gender merupakan ekspresi publik tentang identitas gender. Hampir semua ahli sosial yakin bahwa pengaruh sosial (orang tua, teman seusia dan media) merupakan kekuatan perkembangan utama dalam
    pembelajaran atau peran gender. Selain itu peran gander juga dapat dipelajari dari lingkungan individu berada, termasuk di sekolah dan di rumah.Pembelajaran formal tentang informasi spesifik tentang organ seksual, perubahan tubuh sehubungan dengan puberitas dan keinginan untuk menunda hubungan seksual sampai seseorang dianggap dewasa untuk
    melakukan hubungan seksual.

    Pembelajaran yang paling berpengaruh melalui sistem nilai seksual dalam keluarga dan masyarakat. Anak mendapatkan sikap tentang suatu nilai tersebut sejak dini. Sering kali pola ini melibatkan represi dan menghindari topik seksual yang dianggap sebagai pengalaman negatif. Sumber pembelajaran yang juga berpengaruh, adalah berbagai lambang dan diskusi dengan teman sebaya.

    Meskipun demikian tidak sepenuhnya peran gender merupakan ciri masyarakat. Walaupun demikian, ada perbedaan prilaku anak laki-laki dibandingkan anak perempuan, bahkan semenjak masih bayi. Diperkirakan
    hormon seks mempunyai pengaruh pada otak dan prilaku. Peran gender merupakan area seksualitas yang tumbang tindih antara komponen psikologis, biologis dan sosiokultural.

Download Makalah Keperawatan : Keseimbangan Seks & Seksualitas (Lengkap)

Posted by         0 Responses
   

Tidak ingin ketinggalan Informasi?

Setiap ada artikel baru, langsung di informasikan ke emal. Daftarkan E-mail Anda sekarang juga. GRATIS...!!!

*Agar tidak masuk spam, tambahkan e-mail eternyata [et] gmail [dot] com di address book email Anda.

 

No Comment to “Keseimbangan Seks & Seksualitas”

  1. No Comment yet. Be the first to comment...
NOTE:
* Komentar yang menyertakan NOMOR HP, akan dihapus oleh Admin.

Nov
11
2011
 

Kategori Bacaan