Dunia Baca dot Com

bukan sekedar Baca untuk membuka jendela Dunia

Menu

Kisah 3 Pelajar SMK Disodomi Oleh Kuli Bangunan

Kategori Dunia: Nasional, TrueStory
[neuvoo_jobroll co=id lo=Jakarta kw=Marketing size=20]

Kuli Bangunan Sodomi 3 Pelajar SMK. Kasus sodomi akhir-akhir sedang marak terjadi. Kasus pencabulan tersebut ternyata tidak hanya menimpa anak-anak kecil yang duduk di bangku TK atau SD. Bahkan pelajar SMK pun menjadi korban penyimpangan seksual tersebut.

Tiga pelajar SMK di Kota Padang menjadi korban sodomi seorang kuli bangunan. Ironis, ketiga pelajar tersebut masing-masing sudah tiga kali dicabuli oleh Syamsuizal (48). Kasus tersebut segera terungkap sehingga korban tidak bertambah lagi. Lalu bagaimana 3 pelajar SMK, H (17), AS (16), dan T (15) tersebut bisa menjadi korban sodomi Syamsuizal?

Berikut adalah kisah dan rentetan fakta tentang 3 Pelajar SMK Disodomi Kuli Bangunan.

[neuvoo_jobroll]

Magang membawa petaka

H (17), AS (16), dan T (15) adalah pelajar sebuah SMK di Kota Pariaman. Ketiganya lalu magang di Kota Padang. Ketiga teman itu pun lalu ngekos di Kecamatan Padang Selatan.

Saat itu Syamsuizal diminta membetulkan atap dan tembok papan kos-kosan itu. Singkat cerita, ketiga korban kemudian berkenalan dengan pelaku di kosan.

Pelaku sering mengajak ngobrol ketiga korban. Namun rupanya tidak sekadar ngobrol, Syamsuizal juga menyodomi tiga pelajar tersebut di kamar kos mereka.

Digerebek saat nyodomi di kamar kos

Kasus sodomi ini terungkap setelah salah satu korban mengadu kepada penjaga keamanan kos, Junius Saputra (27). Korban mengaku disodomi oleh Syamsuizal.

Untuk membuktikan hal tersebut, Junius menyuruh korban untuk memancing pelaku datang ke kos-kosan tersebut.

“Dia (korban) mengatakan sedang pusing dan meminta pelaku untuk datang. Saya melihat mereka mengobrol dan pura-pura keluar. Kemudian mereka masuk kamar dan menyuruh korban untuk membuka pakaiannya. Saat itulah korban disodomi,” kata Junius.

Junius bersama warga lalu menggerebek aksi cabul tersebut. Saat digerebek, Syamsuizal pun sedang menindih korbannya.

Berusaha kabur, pelaku dihajar massa hinga ke kantor polisi

Junius dan warga berhasil menggerebek Syamsuizal yang sedang mencabuli korban. Ketika digerebek, kuli bangunan itu pun tidak bisa berbuat apa-apa.

Namun pelaku sempat berusaha melarikan diri. Warga yang kesal lalu menghajar pelaku hingga babak belur.

Warga menghajar Syamsuizal sambil digiring ke kantor polisi. Kasus sodomi itu pun langsung diserahkan kepada pihak berwajib.

Tiga korban disodomi tiga kali

Saat digelandang ke kantor polisi, Syamsuizal hanya bisa pasrah. Pelaku sodomi itu pun mengakui semua perbuatannya kepada petugas kepolisian saat dimintai keterangan.

Dari pengakuan pelaku, dirinya sudah menyodomi ketiga pelajar SMK yakni H (17), AS (16), dan T (15). Bahkan masing-masing sudah disodomi 3 kali.

“Pelaku sudah mengakui perbuatannya. Pelaku sudah tiga kali melakukan sodomi kepada masing-masing korban dan kami masih menyelidiki adanya korban lain,” ujar Kapolresta Padang Kombes Pol Wisnu Andayana di Padang.

Modus pelaku pura-pura obati korban

Kepada petugas, Syamsuizal (48) mengakui perbuatannya yang telah menyodomi 3 pelajar SMK. Lalu mengapa tiga pelajar yang sudah dewasa itu bisa disodomi oleh tukang bangunan?

“Modusnya adalah pelaku mengatakan bahwa korban memiliki penyakit dan pelaku memiliki cara alternatif pengobatan dengan menyodomi korban dan korban juga harus melakukan hal yang sama kepada pelaku,” ujar Kapolresta Padang Kombes Pol Wisnu Andayana di Padang.

Pelaku bisa dijerat pasal KUHP tentang Perbuatan Cabul dan UU Perlindungan Anak. Dalam pasal 292 KUHP disebutkan bahwa orang dewasa yang melakukan perbuatan cabul dengan orang lain sesama kelamin, diancam dengan pidana penjara paling lama lima tahun.

Sementara, dalam pasal 82 Undang-Undang No 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dipidana penjara selama 15 tahun.

“Saat ini, pelaku sudah mendekam di sel tahanan Polresta Padang, sedangkan ketiga korban akan kembali diperiksa untuk mendapatkan bukti visum adanya tindak kekerasan,” katanya.

loading...

Bacaan Terkait: