loading...
Dunia Baca dot Com

bukan sekedar Baca untuk membuka jendela Dunia

Menu

Kisah Bagus, Mucikari di Malang Jual 12 Mahasiswi via Facebook

Kategori Dunia: TrueStory

Kisah Mucikari di Malang Jual 12 Mahasiswi via Facebook. Kini, bisnis prostitusi tidak hanya dimiliki oleh mamih-mamih germo berlipstik tebal. Semakin modernnya zaman, kalangan anak muda pun mampu melakukan bisnis lendir tersebut.

Seperti yang dijalani oleh Bagus Artha Pamungkas (21), mahasiswa salah satu perguruan tinggi di Malang itu menjelma menjadi mucikari berpenghasilan tinggi. Melalui media sosial Facebook, Bagus menjual teman-teman kampusnya kepada para lelaki hidung belang.

Dalam akun tersebut dia menuliskan tarif, nama dana fasilitas yang didapatkan oleh pelanggan. Namun, tak banyak foto ‘piaraannya’ yang dia pajang. Lalu bagaimana Bagus menawarkan anak buahnya? Berikut ulasan selengkapnya seperti dilansir Merdeka

Bagus punya 12 anak asuh mahasiswi yang dijual

Bagus memanfaatkan teknologi internet untuk menawarkan 12 anak asuhnya itu. Dia menggunakan media sosial Facebook. Berbekal telepon genggam di tangannya, pria asal Jakarta ini bisa meraup jutaan rupiah.

Kapolres Malang Kota AKBP Singgamata mengungkapkan, baik tersangka maupun yang dijajakan masih berstatus sebagai mahasiswa PTN dan PTS di Malang. Beberapa bahkan mahasiswi asal Surabaya.

“Ada 12 orang (mahasiswi), semua mahasiswi dari PTN dan PTS di Malang, ada juga yang dari Surabaya,” kata Singgamata di Mapolresta Malang, Jumat (4/12).

Apartemen Soekarno Hatta dijadikan tempat favorit anak asuhnya untuk melayani pria hidung belang. Bagus menyediakan dua unit kamar yang bisa digunakan memadu kasih. “Apartemen ini sudah lama kami pantau, berdasar kecurigaan dan laporan masyarakat. Alhamdulillah sekarang bisa kita ungkap,” katanya.

Melalui akun facebooknya, Bagus juga menyebutkan tarif anak asuhnya. Jika ada yang berminat akan dilanjutkan komunikasi secara personal.

“Ada tawaran di situ. Kemudian pembeli menelpon atau berkomunikasi lewat WA. Tawar-menawar kemudian menggunakan fasilitas kamar di Apartemen Suhat,” ungkapnya.

Bagus tertangkap tangan pada 27 November 2015 di apartemen yang disewanya. Menyusul kemudian 12 koleksinya menjalani pemeriksaan.

Anak asuh Bagus bertarif ratusan ribu hingga jutaan

Beberapa postingan di dinding Facebook Bagus Artha Pamungkas menawarkan bisnis syahwat dengan nama, tarif dan fasilitas. Beberapa perempuan ditawarkan dengan harga Rp 800 Ribu sampai Rp 1,25 Juta.

Kapolres Malang Kota, AKBP Singgamata mengungkapkan, pihaknya telah lama mengincar pelaku. Informasi yang diperoleh dari masyarakat, diperoleh keterangan kalau ada aktivitas tersebut.

Dari pemeriksaan tersangka dan 12 mahasiswi piaraannya diperoleh keterangan kalau tarif mereka bervariasi. Dalam semalam, paling sedikit ada tiga transaksi yang mereka layani.

“Tarif Rp 500 ribu ke atas, tergantung yang diinginkan oleh pemesan. Tergantung tampilan dan tergantung pilihan selera,” kata Singgamata, Jumat (4/12).

Akibat perbuatannya itu, Bagus terancam Pasal 506 KUHP atas tindakannya mengambil keuntungan dari aktivitas pelacuran. Ancaman hukuman yang disangkakan 1.3 tahun.

Bagus juga tawarkan gadis berjilbab ke pelanggan

12 Mahasiswa yang menjadi anak buah Bagus Artha Pamungkas memiliki tarif yang bervariasi. Dari 12 orang tersebut, ada diantaranya yang berjilbab bernama Nomi. Dia terbilang bertarif murah yakni Rp 400 ribu.

Selain Nomi, PSK lainnya memiliki harga berbeda seperti Bunga tarif Rp 650, Kitty tarif Rp 1 Juta, Mawar Rp 650, Anggrek tarif Rp 550. HM tarif Rp 350, Meme tarif Rp 950 Ribu, Yt Pesek tarif Rp 600 Ribu. Samboja tarif Rp 650 ribu, Bulan tarif Rp 900 Ribu dan Nuggi tarif Rp 1 juta.

Bagus mengaku menyewa dua kamar di Apartemen di Jalan Soekarno-Hatta untuk menjamu para tamunya. Kamar itu disewa dengan harga Rp 4,3 per tiga bulan, jadi 2 kamar Rp 8,6 Juta.

“Saya sewa kamarnya per tiga bulan. Sehari paling 3 kali transaksi,” katanya.

Bagus mengaku hanya mendapatkan keuntungan bersih Rp 100 Ribu dari setiap transaksinya. Selebihnya untuk biaya operasional dan untuk PSK-nya.

Pelanggan PSK mahasiswi di Malang akan dipanggil bersama istrinya

Kapolres Malang Kota AKBP Singgamata mengaku tidak akan hanya fokus pada penjualnya. Pihaknya juga akan memberikan pelajaran bagi para pembelinya.

“Saya akan undang mereka, bersama istrinya. Para pembelinya nomor teleponnya sudah saya pegang, mudah-mudahan hpnya masih aktif,” katanya.

Katanya, kalau pembeli tidak ada maka penjualnya juga tidak ada, sebagaimana hukum pasar. Dirinya kurang mendukung, kalau yang disorot hanya penjualnya saja.

“Penjualnya disorot, pembelinya merasa kayak pahlawan. Para pembelinya siap-siap saya panggil, bahkan bersama istrinya saya akan panggil,” katanya.

Singgamata juga mengajak masyarakat untuk ikut menjaga kota Malang sebagai Kota pendidikan dan kota bermartabat. Pihaknya juga mengapresiasi pihak yang telah melaporkan kasus tersebut ke kepolisian.

Ikut disita sebagai barang bukti berupa handphone yang digunakan bertransaksi, kondom, STNK dan uang sebesar Rp 1,171 juta.

loading...

Bacaan Terkait: