Dunia Baca dot Com

bukan sekedar Baca untuk membuka jendela Dunia

Menu

Kisah Bocah yang Tidak Pernah Tidur dan Tidak Bisa Melihat

Kategori Dunia: TrueStory
[neuvoo_jobroll co=id lo=Jakarta kw=Marketing size=20]

Kisah Inspiratif Bocah yang Tidak Pernah Tidur dan Tidak Bisa Melihat. Berikut adalah kisah nyata kehidupan Rio Vicary, bocah berusia 1 tahun yang tidak pernah tidur dan bahkan tidak bisa melihat dalam hidupnya.

Ini merupakan salah satu kisah seorang anak yang sangat mengharukan namun sangat inspiratif.

Meskipun bocah ini tidak pernah tidur, tidak bisa melihat, tidak bisa berbicara dan bahkan tidak bisa berjalan, namun ia selalu tampak ceria, selalu tersenyum yang kerap menyungging dari bibirnya. Sungguh sebuah kisah inspiratif terbaru yang mengarukan.

[neuvoo_jobroll]

Rio Vicary (1 tahun) menderita Angleman’s Syndrome (AS), penyakit genetik langka yang membuatnya tak pernah tidur, tidak bisa berjalan dan berbicara. Namun dengan segala kondisinya, Rio masih berhasil tersenyum lebar setiap hari untuk orangtuanya.

Bocah pemberani ini didiagnosis ketika usianya baru 2 minggu dan harus menghabiskan sebagian besar hidupnya di rumah sakit, tempat ia dipantau oleh selusin konsultan. Selain Angleman’s Syndrome, Rio juga mengalami albino yang telah membuatnya tak bisa melihat.

Meskipun begitu, ia sangat menyukai cahaya dan menikmati musik. Rio mendapatkan perawatan khusus di Sheffield Children’s Hospital, Inggris, di mana ia telah menghabiskan sebagian besar hidupnya yang singkat sejak penyakit langka tersebut terdiagnosis.

“Karena Rio tidak tidur dan ingin bermain sepanjang jam istirahat, kami mendapatkan tiga malam dalam seminggu. Tanpa itu, saya tidak berpikir akan bisa mengatasinya,” jelas ibunya, Gemma (27 tahun), seperti Dunia Baca dot Com kutip dari laman detikHealth

Rio kini dilengkapi dengan tracheostomy, yaitu tabung yang dimasukkan ke lehernya. Hal ini dilakukan karena Gemma pernah mengalami kejadian yang mengerikan, saat ia harus mengambil tindakan cepat untuk menyelamatkan nyawa putranya yang tersedak.

Tabung juga merupakan benda yang dapat menyelamatkan nyawa Rio karena dia batuk sepanjang waktu. Rio dapat membuat suara tapi ia tidak pernah bisa berbicara, karena itulah salah satu gejala dari Angleman’s Syndrome yang juga mempengaruhi perkembangan intelektual dan menyebabkan gangguan tidur masif.

Anak-anak dengan Angleman’s Syndrome sering dikenal dengan sebutan malaikat, karena wajahnya selalu ceria meski dengan berbagai kekurangan yang dimilikinya. Kondisi ini terjadi karena gangguan kromosom yang diwariskan dari ibu dan mempengaruhi satu dari 25.000 anak-anak di dunia.

Anak yang terlahir dengan sindrom ini tampak khas saat lahir tanpa cacat besar, namun keterlambatan perkembangan menjadi jelas setelah enam bulan. Kemampuan duduk baru terjadi pada usia 12 bulan, berjalan baru pada usia 3 sampai 4 tahun. Penderitanya juga memiliki gangguan berbicara.

Anak-anak dengan Angleman’s Syndrome sering tertawa dan senyum, terutama dalam menanggapi rangsangan. Mengepakkan tangan dan hiperaktif adalah gejala umum. Dengan segala kekurangannya, anak-anak dengan Angleman’s Syndrome masih bisa memiliki kesehatan umum yang baik dan hidup dengan normal.

Itulah kisah nyata seoaranag seorang anak yang sangat mengharukan namun dapat memberi inspirasi para pembacanya, untuk selalu tetap semangat dan tersenyum meski dalam keadaan apapun. Semoga bermanfaat.

Jika Anda menyukai artikel-artikel Dunia Baca dot Com, Anda dapat mengikuti kami di Twitter dan Facebook untuk mendapatkan bacaan terbaru.

loading...

Bacaan Terkait: