Dunia Baca dot Com

bukan sekedar Baca untuk membuka jendela Dunia

Menu

Kisah Cerita Pemerkosaan Mahasiswi Universitas Indonesia oleh Sitok

Kategori Dunia: Nasional

Powered by: id.neuvoo.com

Kisah Cerita Pemerkosaan Mahasiswi Universitas Indonesia oleh Sitok. Sastrawan kondang yang juga penyair Sitok Srengenge dilaporkan ke Polda Metro Jaya terkait kasus pemerkosaan. Korbannya adalah mahasiswi Universitas Indonesia. Perbuatan asusila Sitok terhadap korban RW menyebabkan gadis 22 tahun itu kini hamil 7 bulan.

Korban menuduh Sitok tidak mau bertanggung jawab, sementara kubu Sitok menyatakan mediasi yang dilakukan dengan korban dan keluarganya tidak tercapai.

Bagaimana awal kasus ini hingga berujung di proses hukum? Berikut rangkumannya, sebagaimana di lansir dari laman Merdeka.

Awal pertemuan di acara kampus

Awal pertemuan RW dan Sitok pada Desember 2012. Kuasa hukum RW, Iwan Pangka mengatakan keduanya bertemu saat ada acara teater di Kampus UI. RW yang merupakan panitia acara tersebut, sedangkan Sitok Srengenge menjadi juri di acara itu.

“Jadi, saat itu ada komunikasi antara korban RW dengan SS,” ujar Iwan.

Janjian di kamar kos

Hubungan Sitok dan RW semakin dekat. Pada Maret 2013, RW bertemu SS untuk membicarakan tugas penelitian tentang sastra. Namun, kesempatan itu malah digunakan SS untuk merayu RW.

RW diajak ke tempat komunitas sastra berkumpul di kawasan Pasar Minggu, Jakarta. Namun, bukannya ke lokasi, Sitok malah membawa korban ke indekosnya.

“Setelah itu, terlapor memaksa pelapor masuk ke dalam kamar dan mengunci pintu. Di dalam kamar, menurut pengakuan pelapor, terlapor meraba, mencium kemudian menyetubuhi pelapor yang mengakibatkan hamil tujuh bulan,” ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Rikwanto di Jakarta, Jumat (29/11).

Di sana, RW dibawa masuk ke kamar. RW juga sempat ditawari vodka, namun menolak. Kemudian RW digagahi Sitok. Padahal kala itu RW masih perawan.

Hamil 7 bulan baru melapor

Setelah kejadian itu, RW dijebak berkali-kali oleh Sitok. Menurut Pengacara RW, Iwan Pangka, Sitok juga meneror RW.

“Seolah-olah anak ini yang butuh. Jika korban tidak menghubungi SS, maka diteror,” ujar Iwan.

Sitok dianggap tak mau tanggung jawab

Saat mengetahui dirinya hamil, RW meminta pertanggungjawaban kepada Sitok. Selama 6 bulan, RW berkali-kali meminta penyair kondang ini tanggung jawab atas perbuatannya. Namun, tetap tak digubris oleh Sitok.

Hal ini mengundang keprihatinan teman-temannya. Mereka mendesak agar pihak kampus mengadvokasi. Selain pihak kampus, kawan-kawan RW juga sudah meminta bantuan pada Komnas Perempuan dan Yayasan Pulih agar secara khusus menangani korban untuk pelecehan seksual.

Awalnya tidak ada yang menggubris dengan masalah ini karena korban menutup diri atau depresi ketika hamil, kata Wali dosen RW, Sarasdewi di Jakarta, (30/11).

Selama enam bulan pula Sitok sudah diberikan waktu untuk berdialog. Menurut Sarasdewi, pihak RW sudah berusaha menghubungi Sitok untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. Namun lagi-lagi tidak ada itikad baik dari Sitok.

Sitok baru merespons ketika masalah ini sudah mendapat perhatian orang banyak, terutama kalangan seniman. Sarasdewi mengatakan Sitok mulai menghubunginya karena sudah banyak berbicara dengan beberapa pihak.

Keluarga: Sitok bersedia nikahi RW

Setelah kasus ini mencuat di media, beredar surat terbuka yang ditulis oleh putri Sitok, bernama aire Siwi Mentari. Isi surat itu berisi pembelaan ayahnya yang dituduh tidak bertanggung jawab menghamili RW.

Laire mengungkapkan ayahnya memang benar berhubungan dengan RW. Namun hal itu sama sekali tidak ada unsur paksaan. Menurutnya, Sitok sudah berkali-kali ingin bertemu keluarga RW dan mempertanggungjawabkan perbuatannya, tapi tidak ditanggapi oleh keluarga RW.

“Seolah-olah akses justru ditutup,” tulis Laire.

loading...

Bacaan Terkait: