Dunia Baca dot Com

bukan sekedar Baca untuk membuka jendela Dunia

Menu

Kisah Cewek ABG Dipaksa Oral Seks oleh Satpol PP Bekasi saat Razia

Kategori Dunia: Nasional

Kisah ABG Dipaksa Oral Seks oleh Satpol PP Bekasi saat Razia. Satpol PP memang bertugas melakukan razia terhadap pedagang kaki lima, prostitusi dan juga pasangan mesum di dalam sebuah kos atau hotel yang dapat meresahkan masyarakat. Mereka memang bertugas menertibkan segala macam hal yang dapat mengganggu kenyamanan dan berjalan tanpa izin pemerintahan setempat.

Tapi bukannya menertibkan dan memberikan pembelajaran, salah seorang petugas Satpol PP di Bekasi ini malah berbuat bejat terhadap pasangan yang diduga mesum hasil dari penggerebekannya.

Dia meminta kepada seorang gadis remaja berinisial SAR (15) untuk melakukan oral seks kepadanya sebagai bentuk pertanggungjawaban korban telah berbuat mesum dalam sebuah hotel.

Dia pun bukannya memberikan pembinaan dan memanggil kedua orangtuanya malah membiarkan kedua pasangan remaja yang diduga mesum ini setelah mendapatkan servis yang dia inginkan. Malah, sebelumnya Satpol PP ini meminta untuk dilayani dengan berhubungan badan. Namun karena SAR mengaku sedang datang bulan, dia diminta untuk melakukan oral seks.

Bagaimana kasus pelecehan seksual yang dilakukan oleh petugas Satpol PP Bekasi kepada gadis ABG ini terungkap? Berikut cerita Satpol PP Bekasi paksa oral seks ABG:

Satpol PP minta di oral seks ABG yang dirazianya

Seorang anggota Satpol PP Kota Bekasi, Jawa Barat diduga melakukan aksi pelecehan seksual terhadap seorang remaja putri, SAR (15) di wilayah setempat. Kini Satpol itu dilaporkan ke kepolisian oleh keluarga korban yang tidak terima.

“Diminta untuk melakukan oral seks, karena dia tengah datang bulan,” kata paman SAR, pacar ORP, Aji Ajo (43) di Polresta Bekasi Kota saat melaporkan perbuatan anggota satpol pp tersebut, Senin (22/09).

Ia mengatakan, peristiwa itu bermula ketika SAR dan ORP tertangkap anggota Satpol PP yang mengaku sedang melakukan razia di Jalan I Gusti Ngurah Rai, Bekasi Barat, pada Minggu (21/9), sekira pukul 23.00 WIB.

“Mereka dituduh sebagai pasangan mesum,” katanya.

Korban sebelumnya disuruh berhubungan badan dengan pacarnya

Bukannya mendisiplinkan pasangan mesum yang masih ABG ini, anggota Satpol PP ini malah mengajari kedua remaja ini untuk berhubungan badan dihadapannya karena diduga mesum dalam hotel. Karena tidak mau, keduanya dibawa ke Kantor Wali Kota Bekasi di Jalan Ahmad Yani, Kecamatan Bekasi Selatan, Kota Bekasi. Tapi, bukan didata, remaja putri malah mendapatkan perlakuan tidak senonoh.

“Di parkiran basement, SAR dan ORP dipaksa berhubungan badan,” kata dia.

Tapi karena SAR sedang datang bulan, anggota Satpol PP kemudian memintanya melakukan oral seks pada kemaluan si pelaku. Selain pelaku juga meminta ORP memegang kemaluan tersebut.

“SAR sekarang trauma. Dia masih di rumahnya,” katanya

Mau lakukan oral seks karena diancam

SAR (15), pacar ORP (17) remaja yang dipaksa melakukan oral seks oleh anggota Satpol PP Kota Bekasi, mengaku tak dapat berbuat banyak dan mau menuruti kemauan bejat Satpol PP Bekasi ini karena mendapatkan ancaman.

“Mau diinjak-injak kalau melawan,” tutur SAR yang didampingi pamannya, Aji Ajo (43) saat membuat laporan polisi di Mapolresta Bekasi Kota, Senin (22/9) siang.

Menurut dia, peristiwa itu berlangsung sekitar 15 menit sampai anggota Satpol PP itu mengalami orgasme. Dia mengatakan, pacarnya ORP juga dipaksa melakukan oral seks, serta memegang kemaluan pelaku tersebut.

“Setelah selesai, kami diperbolehkan pulang,” kata dia.

Polisi selidiki dan cari Satpol PP yang minta di oral seks

Aparat Kepolisian Polresta Bekasi Kota menyelidiki kasus pelecehan seksual yang dilakukan oleh anggota Satpol PP Kota Bekasi.

“Korban sudah melapor. Saat ini kami masih melakukan penyelidikan,” kata Kasubag Humas Polresta Bekasi Kota AKP Siswo di Bekasi, Senin (22/9).

Menurut keterangan saksi korban, yakni SAR dan ORP, pelaku memiliki ciri-ciri badan gemuk, tinggi, dan mengenakan jaket. “Pelaku masih lidik,” kata Siswo.

loading...

Bacaan Terkait: