Dunia Baca dot Com

bukan sekedar Baca untuk membuka jendela Dunia

Menu

Kisah Dukun Cabul di Bandung Cabuli Belasan Pasien Wanita

Kategori Dunia: TrueStory

Kisah Dukun Cabul Muda di Bandung Cabuli Puluhan Pasien Wanita. Pelaku pencabulan bisa terjadi kepada siapa saja, bahkan orang terdekat juga kerap kali melakukan perbuatan tak bermoral itu.Namun, kali ini pelaku pencabulan ialah seorang dukun yang dipercaya sakti oleh para pasiennya.

Dengan bekal kepercayaan itu, dengan leluasa dia mencabuli pasien wanitanya. Peristiwa ini terjadi di Bandung dan menelan belasan korban.

Bagaimana kisah cerita dukun cabul tersebut? Berikut ulasannya seperti dilansir dari laman Merdeka.

Dukun cabul di Bandung ngaku bisa obati berbagai penyakit

Ari Mulyana (23) pemuda asal Kampung Dangdeur, Kelurahan Sukarasa, Kecamatan Sukasari, Kota Bandung, ngaku sebagai dukun yang sakti. Padahal dia ini sebenarnya hanyalah dukun abal-abal.

Dia berdalih bisa menyembuhkan berbagai macam penyakit. Caranya, Ari ini membuka praktik di rumahnya. Tetapi tak jarang pasien memanggil jasa pengobatan Ari ke rumah korban.

“Dia juga kadang mendatangi rumah (korban),” kata Kapolrestabes Bandung Kombes Pol Angesta Romano Yoyol di Mapolrestabes Bandung, Selasa (10/2).

Akan tetapi, pengakuan bisa menyembuhkan penyakit itu belum terbukti malah yang ada belasan korban berjatuhan atas kelakuan bejatnya.

Dukun di Bandung, cabuli dan setubuhi gadis hingga wanita dewasa

Aksi pencabulan yang dilakukan Ari sudah berlangsung selama lima bulan. Pelanggan Ari cukup banyak, meski belum ada pernyataan bahwa pengobatannya yang dilakukan dukun cabul itu manjur.

Ari terus melancarkan aksi, hingga akhirnya korban berinisial EQ (16) melaporkan perbuatan tersangka kepada polisi. Laporan itu diterima Polrestabes Bandung dengan nomor LP/215/I/2015/JBR/ Polrestabes Bandung pada 26 Januari.

“Akhirnya kami melakukan penyelidikan dan ditangkaplah korban di kediamannya,” kata Kapolrestabes Bandung Kombes Pol Angesta Romano Yoyol di Mapolrestabes Bandung, Selasa (10/2).

Pengakuan tersangka kepada polisi, lanjut Yoyol, bahwa korban dukun cabul tersebut mencapai 15 orang. Usia korban beragam mulai dari 14-29 tahun. “Untuk status (korban) kami tidak bisa sampaikan,” jelasnya.

Kepada setiap korban, pelaku ini memperlakukannya dengan cara berbeda. “Ada yang hanya dicabuli tapi ada yang sampai dipersetubuhi,” tandasnya.

Cabuli pasien, dukun palsu ngaku ritual keluarkan paku

Untuk meyakinkan aksinya, Ari cukup pandai mengelabui korban. Pemuda asal Kampung Dangdeur, Kelurahan Sukarasa, Kecamatan Sukasari, Kota Bandung ini bisa mengeluarkan paku di dalam tubuh.

Layaknya dukun dia melakukan ritual jampe-jampe yang dilengkapi kemenyan. ‘Min koman-kamin’ korban pun menurut apa yang diinginkan tersangka.

“Sebenarnya itu hanyalah akal-akalan korban saja. Tersangka mengaku mempunyai keahlian supranatural dan bilang kalau di tubuhnya ada barang seperti paku yang harus dikeluarkan,” kata Kapolrestabes Bandung Kombes Pol Angesta Romano Yoyol di Mapolrestabes Bandung, Selasa (10/2).

Di sela-sela proses pengobatan itulah aksi bejat dilakukan Ari. Ia mencabuli pasiennya. Bahkan tak jarang, korban ada yang diperdayai hingga melakukan persetubuhan. Aksi yang sudah dilancarkan korban selama lima bulan ini akhirnya terbongkar.

Dukun cabul ngaku perbuatannya suka sama suka

Ari di balik topengnya mengaku, bahwa dirinya bisa menyembuhkan berbagai penyakit. Dia yang mengaku asal Banten turun temurun bisa melakukan ritual tersebut.

Hanya saja atas perbuatan cabulnya, dia berdalih dilakukan suka sama suka. “Itu cuma suka sama suka saja,” papar dia.

Selain tersangka, polisi mengamankan sebuah alat ritual seperti kemenyan dan lainnya untuk mengelabui korban.

Kini dia ditahan di ruang tahanan Mapolrestabes Bandung. Adapun pasal yang dijerat yakni 76 D Jo pasal 81 dan atau 76 E Jo pasal 82 UU RI No 35 tahun 2014 tentang perubahan UU RI No 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak.

“Ancaman hukuman minimal 5 tahun dan maksimal 15 tahun penjara,” terangnya.

loading...

Bacaan Terkait: