loading...
Dunia Baca dot Com

bukan sekedar Baca untuk membuka jendela Dunia

Menu

Kisah Gadis Diperkosa 43.000 Kali dan Melahirkan Saat Usia 15 Tahun

Kategori Dunia: TrueStory

Kisah Gadis Diperkosa 43.000 Kali dan Melahirkan Saat Usia 15 Tahun. Wanita Mexico Karla Jacinto (23) menjadi korban perkosaan selama 4 tahun. Setiap hari, tujuh hari dalam seminggu, ia dipaksa melayani 30 pria sehingga selama itu ia telah diperkosa sekitar 43.000 kali.

Dari ribuan kali diperkosa, pria yang mendalangi perbudakannya juga menghamilinya. Ia pun melahirkan seorang putri di usia 15 tahun. Namun, Karla tidak bisa merawat bayinya, karena sang ayah malah merebutnya bayi cantik darinya.

(Baca juga: Kisah Ibu-ibu Termuda di dunia, Melahirkan saat Usia Masih Kanak-nakak)

“Pria itu mengambil anak perempuanku setelah ia baru lahir,” kata Karla seperti dikutip dari Dailymail, Rabu (25/11/2015).

Pria itu mengatakan, Karla tak boleh melihat anaknya sebelum bayinya berusia lebih dari satu tahun. Entah apa alasannya, tetapi Karla disuruh untuk kembali melayani pria-pria hidung belang.

(Baca juga: Berita Pemerkosaan Siswi SMP terbaru)

Tak hanya diperkosa, ia pun disiksa seperti dipukul, dijambak, dan disetrika. Karla harus melayani para pria hidung belang dari pukul 10.00 hingga tengah malam. Ia pun tak tahan untuk menangis, tetapi bukannya dikasihani, para pria itu malah menertawainya.

“Pria itu bahkan menyebutku senang menjadi pelacur,” kenang wanita yang kini menjadi aktivis human trafficking itu.
(Baca juga: Kisah Pemerkosaan yang Dilakukan di Kantor Polisi)

Terbebasnya Karla Jacinto Setelah 43.000 Kali Diperkosa

Selama 4 tahun, Wanita Mexico Karla Jacinto (23) diperkosa sebanyak 43.000 kali akibat menjadi korban perdagangan manusia atau human trafficking. Ia pun sempat melahirkan seorang bayi di usianya ke 15 tahun.

Sudah lama ia ingin terbebas dari perbudakan manusia yang mengekangnya. Namun, nyatanya ia baru bisa terbebas setelah 4 tahun. Pada 2008, ketika usianya 16 tahun, Karla akhirnya diselamatkan selama operasi anti-trafficking di Mexico City.

Sebelumnya, ia pernah bertemu pihak berwajib yakni polisi. Sempat terbesit harapan agar polisi dapat menyelamatkannya dalam lingkaran prostitusi. Namun, para polisi itu justru mengerjainya.

Saat itu, Karla sedang bekerja di sebuah hotel yang berkaitan erat dengan prostitusi. Kemudian, sebanyak 30 polisi menggerebek tempat tersebut. Namun, bukannya menangkap orang yang memperkerjakan Karla dan wanita-wanita lainnya, polisi justru meminta mereka masuk ke kamar yang berbeda.

Wanita-wanita itu termasuk Karla dipaksa untuk melayani polisi dengan gerakan-gerakan tertentu. Para polisi juga merekam video mereka saat melakukan posisi-posisi tertentu. Polisi mengancam akan memberitahu kepada orang tua mereka jika wanita-wanita itu mengatakan apa yang terjadi malam itu.

Seusai diselamatkan, Karla tidak justru gentar atau pun malu. Ia bergabung dalam kumpulan aktivis yang melawan human trafficking.

loading...

Bacaan Terkait: