Dunia Baca dot Com

bukan sekedar Baca untuk membuka jendela Dunia

Menu

Kisah Hebat Jago Karate Dibacok Berkali-kali oleh Begal Tapi Tak Mempang

Kategori Dunia: TrueStory

Kisah Hebat Jago Karate Dibacok Berkali-kali oleh Begal Tapi Tak Mempang. Abdul Hamid (28) tak ciut nyali saat tiba-tiba dipepet dua orang yang hendak merebut motornya sambil menodongkan celurit. Terpaksa dia mengikuti keinginan pelaku dengan minggir dan mematikan motor miliknya, Honda Beat N 3843 TAN.

Tapi Hamid justru membenamkan kuncinya lebih dalam di kantong celana, dan mengikat erat tas kecil yang dikalungkan di tubuhnya. Pria asal Bangil, Pasuruan itu memberikan perlawanan dengan ilmu karate dan tae kwon do yang pernah dipelajarinya.

Saat itu juga, dirinya tahu ternyata pelaku bersama empat orang lainnya yang datang berboncengan dengan dua motor di antaranya Yamaha Vixion. Kendati enam orang bersenjata tajam, Hamid nekat akan mempertahankan kendaraan milik dan uang Rp 1,5 Juta di dalam tasnya. “Nantang carok rupanya,” kata Hamid menirukan pelaku yang saat itu.

Hamid adalah guru sebuah bimbingan belajar di Kepanjen, Malang. Selasa (3/3) lalu, dirinya diminta mengantarkan buku bimbingan belajar ke Turen. Saat melewati lokasi kejadian, Jalan Raya Sukorejo, Desa Bureng, Gondanglegi sekitar pukul 19.00 WIB dan tengah hujan gerimis.

Dalam pertarungan itu, Hamid beberapa kali disabet celurit oleh pelaku. Sebaliknya, dia hanya balik membalas dengan pukulan dan tendangan tangan kosong. Jaket jeans yang dikenakannya pun dilepas sebagai senjata.

Jaket jeans itupun robek akibat sabetan dan baju batik yang dikenakannya pun robek di bagian depan. Namun ajaib, Hamid tidak mengalami luka sabetan. Hanya saja kakinya mengalami luka memar.

“Kemungkinan karena gagang clurit, tapi lupa saya tidak ingat,” katanya.

Usai kejadian Hamid lemas dan ditolong oleh warga sekitar. Warga pun mengantarkan ke kantor polisi Gondanglegi. Dia mengaku tidak bisa melihat jelas pelakunya kecuali gaya bicaranya logat suatu daerah.

Demi keamanan, Hamid pun memilih pulang ke kampung halamannya di Bangil. Hamid pun sempat membantah kalau dirinya punya ilmu tertentu.

Kapolsek Gondanglegi AKP Budi Haryanto mengaku akan menyelidiki kejadian ini. Pihaknya meminta masyarakat untuk lebih waspada dan berhati-hati dengan maraknya aksi begal.

“Kami selalu tingkatkan intensitas patroli, utamanya di titik-titik yang rawan kejahatan,” katanya. seperti dilansir dari laman Merdeka.

loading...

Bacaan Terkait: