Dunia Baca dot Com

bukan sekedar Baca untuk membuka jendela Dunia

Menu

Kisah Ibu dan Anak Berjuang Bersama Melawan Kanker Payudara

Kategori Dunia: TrueStory

Powered by: id.neuvoo.com

Kisah Ibu dan Anak Berjuang Melawan Kanker Payudara. Salah satu anggota keluarga saja yang terkena kanker payudara bisa mempengaruhi semuanya. Tapi di Inggris, ibu dan anak sama-sama memiliki kanker payudara dan saling memberikan dukungan satu sama lain.

Ketika Marilyn Harker terbangun setelah operasi angkat kanker payudara, sang putri Deana Emerson ada di sampingnya untuk menenangkan dan memberikan bantuan. Namun kondisi tersebut segera berbalik.

Selang 2 minggu kemudian, dokter mengatakan Deana juga memiliki tumor ganas di payudara dan perlu melakukan mastektomi serta kemoterapi. Pada kondisi tersebut, Marilyn berada di samping tempat tidur putrinya untuk memberikan dukungan.

Ibu dan anak asal Alfreton, Derbyshire, Inggris ini memberikan dukungan satu sama lain saat melalui operasi invasif, sesi kemoterapi yang melelahkan, trauma kehilangan rambut dan berjuang bersama mengalahkan penyakit tersebut.

“Saya tidak pernah membayangkan bahwa ibu dan saya harus melawan kanker bersama-sama. Tapi dalam banyak hal membawa kita menjadi semakin lebih dekat,” ujar Deana (41 tahun), seperti Dunia Baca dot Com kutip dari laman detikcom.

Deana menuturkan keadaan ini membuat keduanya mengerti bagaimana perasaan satu sama lain, dan ia merasa bersyukur memiliki sang ibu yang selalu ada di sisinya untuk membantu melalui semuanya.

“Menyaksikan perjuangan putri saya melawan kanker terasa memilukan. Saya tahu persis apa yang harus dilaluinya dan ingin membuatnya merasa lebih baik. Saya senang bisa mendukungnya dan dia adalah putri terbaik yang saya miliki karena selalu membantu saya,” ujar Marilyn (64 tahun).

Marilyn pertama kali menyadari ada yang salah dengan payudaranya saat berlibur ke Spanyol, Juni 2011. Sekitar 20 tahun sebelumnya Marilyn sudah mengangkat payudara kiri setelah didiagnosis kanker payudara.

“Secara naluriah saya tahu ada yang salah dan saya hanya tahu (kanker) itu telah kembali di payudara saya yang lain. Entah bagaimana saya sangat tenang dan bahkan tidak memberitahu suami sampai akhirnya saya memutuskan untuk ke dokter,” ungkapnya.

Hasil biopsi menemukan adanya tumor sebesar 1 inci (2,54 cm) dengan stadium 2 dan membutuhkan mastektomi serta pengobatan lain. Ketika Marilyn memberitahu Deana, tanpa sepengetahuan sang ibu, Deana membuat janji dengan dokter untuk melakukan pemeriksaan terhadap dirinya sendiri.

“Saya diberitahu memiliki 2 jenis berbeda dari kanker yang tumbuh dengan cepat, satu di masing-masing payudara dan harus ditangani dengan cepat. Saya membutuhkan mastektomi dan kemoterapi,” ujar Deana.

Deana tidak langsung memberitahu sang ibu mengenai kondisinya karena tidak ingin Marilyn khawatir. Setelah Marilyn menjalani mastektomi dengan sukses pada Agustus 2011, Deana baru berani mengatakan pada orang tua mengenai kondisi payudaranya dan sang ibu langsung memeluknya.

Sebulan kemudian, Deana menjalani mastektomi ganda dan beruntung semuanya berjalan dengan lancar. Meski sedih karena harus kehilangan kedua payudaranya, tapi Deana yakin bahwa itulah hal terbaik yang dilakukannya.

Sekitar 4 minggu kemudian, ibu dan anak ini mulai melakukan pengobatan kemoterapi yang melelahkan. Jadwal pengobatan diatur secara bergantian sehingga Deana dan Marilyn bisa saling memberikan dukungan satu sama lain.

Bahkan ketika keduanya harus mengalami kerontokan rambut, mereka saling memberikan komentar mengenai wig dan syal yang digunakan. Serta tetap membantu satu sama lain, seperti saat Marilyn menjalani radioterapi dan Deana mengikuti operasi rekonstruktif.

“Ibu datang untuk memberikan saya pelukan dan mengatakan bahwa saya akan baik-baik dan tetap selalu menjadi yang terindah. Hanya itu yang saya butuhkan,” ujar Deana.

Kini keduanya masih perlu melakukan scan dan pemeriksaan secara rutin sebelum nantinya bisa merasa lega jika semuanya sudah berakhir dan menang melawan penyakit tersebut.

loading...

Bacaan Terkait: