Dunia Baca dot Com

bukan sekedar Baca untuk membuka jendela Dunia

Menu

Kisah Inspiratif Balita Pemberani yang Tak Cengeng Melawan Kanker Darah

Kategori Dunia: TrueStory

Powered by: id.neuvoo.com

Kisah Balita Pemberani yang Tak Gentar Melawan Kanker Darah, sebuah Kisah Inspiratif. Beberapa hari yang lalu, tepatnya tanggal 4 Februari kita telah merayakan “Hari Kanker Se-Dunia”. Nah… sebagai salah satu wujud peringatan hari kanker sedunia, berikut Dunia Baca dot Com share sebuah Kisah Inspiratif Si Penderita Kanker.

Kisah Inspiratif ini merupakan sebuah kisah nyata yang terjadi di Suffolk, Inggris. Dimana Balita Pemberani asal Inggris ini Tak Gentar dan Tidak Cengeng untuk Melawan penyakit yang di deritanya, yakni Penyakit Kanker Darah. Berikut adalah ulasan selengkapnya, seperti Dunia Baca dot Com sadur dari laman detikcom.

Saat usianya 2 tahun, tubuh Erin Colley penuh memar, sering lemas dan tak bertenaga. Orangtuanya cemas karena khawatir putri kecilnya mengalami bekuan darah. Tapi setelah dilakukan pemeriksaan, balita yang kini berusia 3 tahun itu ternyata didiagnosis kanker darah (leukemia).

Untuk melawan penyakitnya, sejak usia 2 tahun Erin harus melakukan kemoterapi. Meski ibunya tahu, anaknya mengalami kemoterapi yang menyakitkan tapi Erin tak cengeng menjalani masa kemoterapinya.

“Dia sangat berani mengingat dia begitu muda dan telah berada di rumah sakit selama lebih dari 5 minggu. Kemoterapi itu sangat intensif. Erin sangat luar biasa, itu kejutan yang besar karena Anda mungkin tidak pernah berpikir kalau itu bukan anak Anda,” jelas Lisa Colley (38 tahun), ibunda Erin.

Erin yang berasal dari dari Ipswich, Suffolk, Inggris telah menjalani pengobatan berulang dengan kemoterapi dosis tinggi sejak ia didiagnosis dengan leukemia pada bulan Agustus lalu saat usianya baru 2 tahun.

Dokter yang mendiagnosisnya dengan leukemia merawat Erin ke Addenbrookes Hospital, Cambridge Inggris di mana dia mulai menjalani kemoterapi dalam waktu 24 jam.

Ibu Erin yang memiliki tiga orang anak mengatakan, melihat putri kecilnya menjalankan serangkaian kemoterapi merupakan hal yang mengerikan. Ia tidak tega melihat putrinya yang masih balita menjalani kemoterapi yang begitu menyiksa.

“Tapi dia luar biasa, dia menjadi inspirasi bagi kita semua,” lanjut Lisa.

Alih-alih bermain dengan dua kakak perempuannya Ellyse (10 tahun) dan Amelia (7 tahun), kehidupan Erin dipenuhi dengan siklus pengobatan yang berkelanjutan, kunjungan ke rumah sakit dan harus menjalani kemoterapi.

Keluarga dan teman-teman Erin sekarang berharap dapat mengumpulkan cukup uang untuk membawanya ke Disneyland Paris setelah beberapa bulan mengalami mimpi buruk kemoterapi.

Erin kini sudah mulai kembali ceria dan bersemangat. Ia sedang dalam masa pemulihan setelah dokter di Addenbrookes Hospital mengatakan ia ada di masa remisi. Erin berharap rambutnya bisa dikepang ketika nanti tumbuh kembali.

“Saya tampak jelek (tanpa rambut) tapi saya lebih baik sekarang,” ujar Erin yang sudah bisa bicara jelas ini.

Kini di usianya yang sudah masuk tahun ke-3, Erin si pemberani telah berhasil menaklukkan semua rintangan karena menurut dokter dia telah masuk pada masa remisi.

Pembaca, itulah Kisah Balita yang Tak Cengeng Melawan Kanker Darah, semoga menginspirasi bagi kita semua, khususnya para penderita kanker untuk selalu tabah dan sabar. Semoga bermanfaat

loading...

Bacaan Terkait: