Dunia Baca dot Com

bukan sekedar Baca untuk membuka jendela Dunia

Menu

Kisah-kisah Pembunuhan Sadis yang Korbannya Dicor Semen

Kategori Dunia: TrueStory

Powered by: id.neuvoo.com

Kisah Pembunuhan Sadis yang Korbannya Dicor Semen. Angka kriminal khususnya kasus pembunuhan di Indonesia tergolong tinggi. Berbagai macam modus dilakukan pelaku untuk menghabisi nyawa korban. Bahkan untuk menghilangkan bukti, cara yang paling sadis pun dilakukan pelaku. Mengecor tubuh korban dengan semen, salah satu contohnya.

Lokasi yang dipilih untuk menghilangkan nyawa dan menyembunyikan jasad korban selalu di sekitar rumah. Karena jika dibawa keluar dari rumah, orang sekitar pasti curiga.

Berikut 4 kisah pembunuhan sadis yang korbannya dicor semen, seperti Dunia Baca dot Com lansir dari berbagai sumber.

#4. Alumni UGM di Batam
Korban Dody (31) dan Rismandar (25) tewas dalam keadaan mengenaskan. Tubuh kedua korban tertanam dalam coran lantai semen di Perumahan Anggrek Sari Blok F7 nomor 7, Batam.

Dody adalah Manajer PT International Management Services (IMS). Dia adalah alumni SMA 3 Jambi. Dody juga alumni Teknik Industri UGM.

Mayat Dody dan Rismandar pertama kali ditemukan oleh Sugeng, orang tua Sulis pemilik rumah tersebut. Keduanya sudah tinggal selama dua bulan di rumah itu bersama kakaknya yang saat ini sedang berada di Jakarta.

Menurut polisi, kemungkinan pelaku akan menghilangkan jejak dengan cara mengubur korban dengan cor-coran semen dan batako.

#3. Ryan Jombang
Very Idham Henyansyah atau dikenal dengan panggilan Ryan adalah seorang tersangka pembunuhan 11 orang di Jakarta dan Jombang. Kasusnya mulai terungkap setelah penemuan mayat termutilasi di Jakarta. Setelah pemeriksaan lebih lanjut, terungkap pula bahwa Ryan telah melakukan beberapa pembunuhan lainnya dan dia mengubur para korban di halaman belakang rumahnya di Jombang.

Beberapa korban yang dibunuh mayatnya di kubur di pekarangan belakang rumah Ryan di Tembelang, Jombang, Jawa Timur. Dalam penggalian pertama, korbannya yang dicor di belakang rumahnya antara lain, Vincent Yudi Priyono (31), Ariel Somba (34), Grady Gland Adam Tumbuan-Finalis MTV VJ Hunt 2007 dan Guruh Setyo Pramono alias Guntur (27).

Dan pada penggalian kedua, petugas menemukan Agustinus Fitri Setiawan (28), Nanik Hidayati (31), Sylvia Ramadani Putri (3) anak dari Nanik Hidayati, Muhamad Aksoni (29), Zainal Abidin (21) dan Muhammad Asrori alias Aldo.

#2. Suprihatin (22) di Ponorogo
Suprihatin (22) anak bungsu pasangan suami istri Sunarto (55) dan Murtini (50) warga Dusun Banaran, Desa Tegalombo, Kecamatan Kauman Ponorogo yang juga mahasiswi lulusan Pendidikan Bahasa Inggris Unmuh Ponorogo ini ditemukan tewas dengan cara mengenaskan. Sedikitnya ada 21 luka tusukan yang ada di tubuhnya yakni 18 luka tusukan di punggung kiri dan tiga luka tusukan di leher.

Mayat Suprihatin ditemukan saat polisi melakukan olah TKP di rumah korban yang juga rumah pelaku Eko Budianto. Mayat Suprihatin, pacar Krisnanda Mega, ditemukan di dalam lantai kamar rumah Mega di Desa Karang Gebang, Kecamatan Jetis, sepekan kemudian, Selasa, (12/2).

Polisi curiga setelah melihat bercak darah di dinding kamar. Polisi juga curiga dengan cor semen yang baru di kamar tersebut yang sebelumnya ditutupi karpet dan terpal plastik.

“Suprihatin dilaporkan hilang oleh orang tuanya sejak 28 Januari 2013, pada saat kami melakukan olah TKP pada Selasa (12/2) sekitar pukul 11.00 hingga 11.30 kami menemukan mayat Suprihatin. Mayat Suprihatin yang dikubur dalam lubang berukuran panjang sekitar 120 centimeter dan lebar 80 centimeter dengan kedalaman 100 centimeter. Saat ditemukan, mayat korban masih berpakaian lengkap dan dalam posisi tertelungkup,” kata Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Ponorogo AKP Misrun pada www.merdeka.com, via telepon.

#1. Fahri (4) di Surabaya
Fahri Khusaini Romadhon, bocah berumur 4 tahun tewas setelah dianiaya tetangganya Solihin (22), warga Endrosono Gang 7 nomor 19, Surabaya, Jawa Timur. Untuk menghilangkan jejak, pelaku mencor tubuh korban dengan semen. Untuk sementara, motif Solihin (22) membunuh bocah itu karena dendam.

“Kasus pembunuhan ini masih terus kita dalami. Dari hasil pemeriksaan terhadap tersangka, untuk sementara, motif pembunuhan ini karena tersangka dendam terhadap ayah korban,” terang Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, AKBP Anom Wibowo di kantornya, Selasa (20/19) sore.

Anom menjelaskan, dugaan motif pembunuhan itu adalah berdasarkan pengakuan tersangka kepada penyidik. “Saat kami periksa, tersangka mengaku, sebenarnya dia marah dan tersinggung omongan ayah korban. Namun, karena tidak berani menegur ayahnya, tersangka akhirnya membunuh anaknya,” ujarnya.

loading...

Bacaan Terkait: