Dunia Baca dot Com

bukan sekedar Baca untuk membuka jendela Dunia

Menu

Kisah Miranda, Gadis Keterbelakangan Mental Merawat Ayahnya yang Lumpuh (Sedih Mengharukan)

Kategori Dunia: Cerita Motivasi, TrueStory

Kisah Sedih Mengharukan “Gadis Keterbelakangan Mental Merawat Ayahnya yang Lumpuh”. Cerita menyedihkan datang dari bumi Kendari, Sulawesi Tenggara. Seorang gadis kecil keterbelakangan mental, dengan segala daya dan upaya merawat ayahnya seorang diri yang lumpuh karena stroke.

Gadis kecil yang tangguh itu bernama Miranda. Usianya baru 10 tahun. Setiap hari dengan tekun dia merawat ayahnya Andi Sukri Sondo (55) yang terbaring tak berdaya di tempat tidur.

Miranda melakukan ini setiap hari selama dua tahun terakhir di kediamannya Jl Ir Soekarno Kel Dapu Dapura, Kec Kendari Barat, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara.

--

Miranda setiap hari merawat ayahnya mulai dari menyuapkan makanan, membersihkan kotoran sampai memandikan ayahnya di atas tempat tidur. Setiap harinya Miranda mengambil makanan di rumah sepupunya yang tidak jauh dari tempat tinggal mereka. “Miranda tekun sekali merawat ayahnya meski dia sendiri susah,” ujar Amri S Herman, tetangga Andi Sukri, seperti dilansir dari laman merdeka.com.

Ayah Miranda dulunya adalah seorang pengusaha kayu yang punya rumah besar, mobil, motor dan rumah makan serta punya lahan pertanian. Sejak jatuh sakit sekitar 10 tahun yang lalu seluruh usahanya diambil alih oleh istrinya dan sejak saat itu pula bisnisnya mulai jatuh bangkrut.

Segala harta yang dimiliki hanya tersisa rumah tinggal saja. Belakangan istrinya meninggalkan Andi Sukri, dan harta satu- satunya milik Andi Sukri yaitu rumah dijual untuk membayar utang istrinya. Sisanya dipakai untuk bertahan hidup serta membeli obat.

Menurut cerita Amri, sekitar enam tahun yang lalu Andi Sukri pindah ke kota Kendari untuk numpang tinggal di rumah keponakan bersama anaknya Miranda. Rumah tumpangan itulah yang sekarang mereka huni.

Miranda sebenarnya pernah duduk di bangku SD, namun karena keterbelakangan mental dia duduk di kelas 1 selama 4 tahun. Sampai sekarang, Miranda tidak sekolah lagi.

Sejauh ini, belum ada perhatian dari perangkat desa atas nasib Miranda dan ayahnya. “Saya juga tidak tahu mengapa sampai sekarang perangkat desa belum memberi perhatian. Dengan alasan kemanusiaan, saya menceritakan kondisi yang dialami Miranda dan Pak Andi Sukri,” ujar Amri.

loading...

Bacaan Terkait: